Pemkot Makassar Siapkan Rp124 M untuk Lahan dan Penimbunan Lokasi Stadion Untia

Senin, 20 Apr 2026 16:43
Pemkot Makassar Siapkan Rp124 M untuk Lahan dan Penimbunan Lokasi Stadion Untia
Alat berat terpakir di atas lahan pembangunan proyek Stadion Untia. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memasuki fase baru pada awal 2026. Setelah melalui proses perencanaan dan lelang, proyek strategis milik Pemerintah Kota Makassar ini mulai bergerak ke tahap yang lebih konkret.

Penetapan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK) menandai dimulainya tahap awal pembangunan. Kontrak kerja telah diteken bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar pada 17 Maret 2026, disusul penerbitan Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan proyek Stadion Untia terus berlanjut setelah proses lelang MK rampung. Menurutnya, penetapan pemenang tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menjadi titik penting untuk mempercepat pembangunan fisik stadion.

"Dengan adanya pemenang tender MK, dan tanda tangan kontrak, maka pembangunan konstruksi fisik serta penimbunan lahan stadion bisa kita kerjakan secepatnya pertengahan tahun ini," ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proyek memasuki tahap persiapan pengadaan sebagai fondasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

"Tahapan ini akan dilanjutkan dengan proses persiapan pemilihan penyedia konstruksi melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai standar, transparan, dan tepat sasaran. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, kontrak pekerjaan fisik ditargetkan mulai efektif penimbunan pada, bulan Mei hingga Juli mendatang," tambahnya.

Munafri yang akrab disapa Appi menilai progres ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Stadion Untia semakin mendekati realisasi. Ia optimistis stadion ini akan menjadi fasilitas olahraga representatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Makassar.

"Dengan masuknya proyek ke tahap lanjutan ini, kita optimistis pembangunan Stadion Untia dapat segera terealisasi, sekaligus menjadi infrastruktur olahraga representatif yang mendorong perkembangan sepak bola dan ekonomi kawasan di wilayah utara kota," tuturnya.

Menurutnya, seluruh tahapan yang telah dilalui berjalan sesuai regulasi sehingga memberi kepastian terhadap kelanjutan proyek.

"Dengan ada pemenang MK-nya, artinya ada progres yang kita lakukan. Karena semua proses sudah sesuai standar aturan," sebut Appi.

Pembangunan Stadion Untia dirancang sebagai proyek jangka panjang dengan pendekatan terukur dan sistematis. Pemerintah kota menempatkannya sebagai investasi infrastruktur strategis yang harus didukung fondasi hukum dan perencanaan yang kuat.

Pada tahap awal, anggaran sekitar Rp7 miliar dialokasikan untuk penyusunan desain teknis sebagai blueprint pembangunan. Sementara pekerjaan fisik pada 2026 disiapkan dengan alokasi anggaran sekitar Rp124 miliar, termasuk untuk pematangan lahan dan penimbunan kawasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsy Zubir, mengatakan proses lanjutan kini dipercepat setelah penetapan pemenang MK.

"Sekarang, proses persiapan administrasi dan dokumen fisik terus kami lakukan agar pembangunan stadion segera berlanjut ke tahap konstruksi di tahun 2026 ini," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini proyek memasuki fase krusial berupa penyusunan dokumen teknis dan administrasi sebagai dasar tender konstruksi fisik. Dokumen tersebut ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

"Insyaallah kita tuntaskan dokumen bulan ini. Tim saat ini sedang merampungkan dokumen pemilihan untuk tender fisik, selain itu, MK juga terlibat dalam penyusunan basic design serta rancangan dokumen pengadaan," ujarnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tender konstruksi fisik akan dimulai pada awal Mei. Proses tender diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 45 hari.

"Jika tidak ada hambatan, maka pada akhir Juni atau awal Juli sudah dapat memasuki tahap kontrak," jelasnya.

Zuhaelsy menegaskan, pekerjaan fisik baru dapat dimulai setelah kontrak ditandatangani. Pemerintah kota menargetkan seluruh tahapan administrasi rampung pada akhir Juni 2026 agar persiapan lapangan bisa segera dilakukan.

Ia juga memastikan proses tender terbuka bagi semua perusahaan yang memenuhi syarat.

"Semua memiliki kesempatan yang sama. Namun, karena ini proyek besar, tentu perusahaan yang ikut harus memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang memadai," tutupnya.

Sebelumnya, sepanjang 2025, Pemkot Makassar memprioritaskan penyelesaian legalitas lahan. Sebanyak 23 hektare kawasan Stadion Untia telah disertifikasi untuk memastikan kepastian hukum.

Selain itu, sejumlah dokumen pendukung juga telah disiapkan, antara lain feasibility study (FS), analisis dampak lalu lintas (andalalin), serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Dokumen tata ruang seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) juga telah dirampungkan.

Memasuki 2026, aktivitas lapangan mulai terlihat dengan kehadiran alat berat untuk membuka akses jalan dan persiapan penimbunan lahan. Hal ini menandai peralihan dari tahap perencanaan menuju pekerjaan fisik.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru