Bukan Sekadar Kuliah, Unhas Kini Siapkan Drone Pertanian dan Prodi AI

Senin, 27 Apr 2026 18:51
Bukan Sekadar Kuliah, Unhas Kini Siapkan Drone Pertanian dan Prodi AI
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa, di Baruga A.P. Pettarani Unhas, Senin (27/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai babak baru di bawah kepemimpinan Prof Jamaluddin Jompa, Senin (27/4/2026).

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Prof JJ, sapaan akrabnya, berkomitmen mengakselerasi berbagai program kerja untuk meningkatkan capaian institusi yang telah diraih sebelumnya.

"Tentu merespons pada apa yang menjadi tuntutan saat ini dan ke depan, yang standar-standar tentu akan sudah menjadi bagian dari Renstra (Rencana Strategis) dan sudah menjadi bagian dari program kerja. Tapi yang kita tidak pernah antisipasi adalah perubahan-perubahan yang begitu cepat dan insyaallah Unhas akan selalu bisa mencoba beradaptasi," paparnya.

Prof JJ menegaskan strategi pada periode kedua ini bukan sekadar melanjutkan rutinitas, tetapi melakukan transformasi agar Unhas mampu menjawab tuntutan sebagai perguruan tinggi besar.

"Kami tentu tidak mau hanya sekadar mengikut apa yang telah dan akan dikembangkan di Indonesia tapi kita juga mengembangkan program-program kerja sama global," tuturnya.

Untuk memperkuat posisi internasional, Unhas kini memosisikan diri sebagai pusat penghubung teknologi di Asia Tenggara. Salah satunya melalui kehadiran ASEAN-China Center of Excellence untuk sektor metalurgi dan sumber daya kelautan.

"Sehingga Unhas akan membuat dan berusaha dengan keras menghadirkan inovasi-inovasi baru yang kita harap juga teman-teman media yang selama ini men-support Unhas tetap menjadi bagian dari kami," jabarnya.

Ia berharap setiap inovasi yang dihasilkan Unhas dapat tersampaikan dengan baik kepada publik. Menurutnya, tanpa publikasi yang luas, manfaat dari berbagai program tidak akan terserap secara maksimal.

"Kita berharap keberadaan media di Unhas juga bisa berimprovisasi di dalam termasuk memberi kritik dan masukan, kami selalu siap karena itu sifatnya memang untuk check and balance ya, untuk mengingatkan kita kalau ada hal yang perlu kita perbaiki," harap Prof JJ.

Pria kelahiran Kabupaten Takalar itu juga mengungkapkan strategi lima tahun ke depan akan sangat responsif terhadap perubahan zaman yang berlangsung cepat. Saat ini, Unhas tengah menyiapkan program studi khusus di bidang Artificial Intelligence (AI) dan penguatan sektor robotik.

"Terutama dalam kaitannya dengan ketahanan pangan juga, kita siapkan pertanian modern. Kita ingin mengadopsi berbagai teknologi terbaru dan ikut mengembangkan. Saya kasih contoh drone, drone itu bukan kami membeli, tapi kami membuat, dan itu negara lain belum punya," lanjutnya.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas itu menegaskan komitmennya untuk membawa Unhas melakukan akselerasi besar, mulai dari adaptasi teknologi mutakhir hingga menembus jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia.

"Masuk 900 besar saja kita terseok-seok, butuh waktu puluhan tahun. Tapi dengan masuknya kita 900 besar, oleh QS sendiri telah memprediksi bahwa Unhas ada akselerasi dua tahun terakhir dan memang memungkinkan kalau kecepatan ini kita tambah lagi," ujarnya kepada wartawan.

Prof JJ menekankan bahwa mengejar peringkat dunia bukan sekadar upaya menjadi lebih baik, tetapi juga kompetisi untuk melampaui institusi lain.

Ia menjelaskan, persaingan peringkat global sangat ketat karena posisi sebuah universitas dapat turun jika akselerasi kampus lain lebih tinggi.

"Kadang-kadang kita sudah naik nilainya tapi orang lain lebih tinggi, itu artinya kita akan turun ranking-nya kan. Oleh karena itu perjuangan kami insyaallah akan terukur untuk melihat kira-kira apa yang masih kurang di dalam mencapai target-target yang sudah ditetapkan oleh MWA, oleh Menteri," ucapnya.

Di antara berbagai indikator capaian, Prof JJ mengakui bahwa menembus posisi bergengsi di QS World University Rankings menjadi tantangan terbesar bagi Universitas Hasanuddin ke depan.

"Untuk mencapai 500 tentu kita harus punya standar kampus, standar dosen, standar mahasiswa yang mengikuti standar 500 besar dunia. Kita tidak boleh lagi mengikuti pola-pola yang lain karena yang lain enggak mungkin bisa masuk 1000 besar kan," tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Sulsel
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri sekaligus membuka seminar kesehatan dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas)
Sabtu, 24 Okt 2026 08:32
Diakui di Tingkat ASEAN, Rektor Unhas Diterima sebagai AFEO Honorary Fellow
News
Diakui di Tingkat ASEAN, Rektor Unhas Diterima sebagai AFEO Honorary Fellow
Kontribusi dalam pengembangan ilmu kelautan, konservasi ekosistem pesisir, dan penguatan profesi keinsinyuran mengantarkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, meraih AFEO Honorary Fellow Award
Sabtu, 24 Okt 2026 00:07
Unhas dan KP2MI Buka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan, Siapkan 35 Calon Pekerja Migran
News
Unhas dan KP2MI Buka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan, Siapkan 35 Calon Pekerja Migran
Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Migrant Service Center bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Sulawesi Selatan membuka Kelas Bahasa dan Budaya Taiwan untuk membekali calon pekerja migran dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya negara tujuan.
Kamis, 22 Okt 2026 22:11
Unhas Luncurkan Podium, Wadah Berbasis Data Suarakan Aspirasi Indonesia Timur
News
Unhas Luncurkan Podium, Wadah Berbasis Data Suarakan Aspirasi Indonesia Timur
Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas menggelar Diskusi Hasil Survei Suara Indonesia Timur bertema "Dua Tahun Diskusi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto".
Rabu, 21 Okt 2026 16:30
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
News
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Unhas resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
Berita Terbaru