Pemkab Gowa-BSI Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Miskin Ekstrem
Selasa, 28 Apr 2026 09:15
Peresmian program bedah rumah Pemkab Gowa kolaborasi BSI. Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berkomitmen menuntaskan angka keluarga miskin ekstrem (KME) di wilayahnya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian bantuan bedah rumah atau rumah layak huni hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada Zubaedah, warga Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Senin (27/4).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
“Di awal masa pemerintahan ini, kami memiliki program prioritas Gowa Bersama, dimana salah satu didalmnya adalah Gowa Sejahtera untuk penuntasan miskin ekstrem. Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai stakeholder di sekitar kita salah satunya BSI yang diresmikan hari ini,” ungkapnya.
Menurut Bupati Talenrang, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi tersebut, pemerintah dapat melakukan intervensi yang tepat sasaran.
“Berkat doa dan dukungan kita semua, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui kolaborasi dengan BSI. Kami mengapresiasi BSI wilayah dan Kabupaten Gowa yang telah membantu keluarga ini, sehingga mereka dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” tambahnya.
Ia menegaskan, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari kepemilikan rumah layak huni, tetapi juga dari akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
“Kesejahteraan juga berarti anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik, serta akses kesehatan yang mudah dan terjamin. Di bidang kesehatan, pemerintah telah berupaya memberikan jaminan pelayanan agar masyarakat dapat berobat ke rumah sakit tanpa terbebani biaya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Gowa tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pihak BSI atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BSI yang telah membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kabupaten Gowa. Bantuan ini sangat berarti, karena masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan uluran tangan, salah satunya keluarga Ibu Zubaedah ini,” lanjutnya.
Bupati Talenrang pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga rumah ini membawa keberkahan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi penghuninya, serta menjadi semangat bagi kita semua untuk terus membantu sesama,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager BSI Maslahat, Ichwan Jufri, menyampaikan program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan dana sosial umat.
“Program hari ini adalah bantuan rumah layak huni untuk kaum duafa, hasil kolaborasi Pemda Gowa dengan BSI dan BSI Maslahat. Dana yang digunakan berasal dari zakat, infaq, dan wakaf nasabag BSI yang dikelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi nasabah BSI kepada masyarakat luas atau dari umat untuk umat. Semakin banyak masyarakat yang menabung di BSI, semakin banyak pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, termasuk melalui program bedah rumah.
Ke depan, pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya pada program bedah rumah, tetapi juga pada program sosial lainnya seperti penanganan stunting.
“Untuk sementara, kami inisiasi tiga program bedah rumah untuk miskin ekstrem, yaitu dua di Bontonompo dan satu di Bajeng. Ke depan, tentu kami berharap program ini dapat terus berlanjut,” harapnya.
Penerima bantuan, Zubaedah, yang sehari-hari menjual kue tradisional bannang-bannang dan memiliki dua orang anak, mengaku bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga.
“Terima kasih kepada pemerintah dan BSI. Tentu kami sangat bersyukur dan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya yang membutuhkan,” tutupnya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian bantuan bedah rumah atau rumah layak huni hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada Zubaedah, warga Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Senin (27/4).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
“Di awal masa pemerintahan ini, kami memiliki program prioritas Gowa Bersama, dimana salah satu didalmnya adalah Gowa Sejahtera untuk penuntasan miskin ekstrem. Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai stakeholder di sekitar kita salah satunya BSI yang diresmikan hari ini,” ungkapnya.
Menurut Bupati Talenrang, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi tersebut, pemerintah dapat melakukan intervensi yang tepat sasaran.
“Berkat doa dan dukungan kita semua, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui kolaborasi dengan BSI. Kami mengapresiasi BSI wilayah dan Kabupaten Gowa yang telah membantu keluarga ini, sehingga mereka dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” tambahnya.
Ia menegaskan, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari kepemilikan rumah layak huni, tetapi juga dari akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
“Kesejahteraan juga berarti anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik, serta akses kesehatan yang mudah dan terjamin. Di bidang kesehatan, pemerintah telah berupaya memberikan jaminan pelayanan agar masyarakat dapat berobat ke rumah sakit tanpa terbebani biaya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Gowa tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pihak BSI atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BSI yang telah membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kabupaten Gowa. Bantuan ini sangat berarti, karena masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan uluran tangan, salah satunya keluarga Ibu Zubaedah ini,” lanjutnya.
Bupati Talenrang pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga rumah ini membawa keberkahan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi penghuninya, serta menjadi semangat bagi kita semua untuk terus membantu sesama,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager BSI Maslahat, Ichwan Jufri, menyampaikan program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan dana sosial umat.
“Program hari ini adalah bantuan rumah layak huni untuk kaum duafa, hasil kolaborasi Pemda Gowa dengan BSI dan BSI Maslahat. Dana yang digunakan berasal dari zakat, infaq, dan wakaf nasabag BSI yang dikelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi nasabah BSI kepada masyarakat luas atau dari umat untuk umat. Semakin banyak masyarakat yang menabung di BSI, semakin banyak pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, termasuk melalui program bedah rumah.
Ke depan, pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya pada program bedah rumah, tetapi juga pada program sosial lainnya seperti penanganan stunting.
“Untuk sementara, kami inisiasi tiga program bedah rumah untuk miskin ekstrem, yaitu dua di Bontonompo dan satu di Bajeng. Ke depan, tentu kami berharap program ini dapat terus berlanjut,” harapnya.
Penerima bantuan, Zubaedah, yang sehari-hari menjual kue tradisional bannang-bannang dan memiliki dua orang anak, mengaku bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga.
“Terima kasih kepada pemerintah dan BSI. Tentu kami sangat bersyukur dan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya yang membutuhkan,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Ekbis
BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox
Melalui berbagai inovasi, BSI ingin mendorong para pedagang agar lebih adaptif terhadap sistem pembayaran non-tunai sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Senin, 27 Apr 2026 15:53
Sulsel
Peringatan Hari Otonomi Daerah, Wabup Gowa Tekankan Kolaborasi Pemerintah
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Senin, 27 Apr 2026 15:47
Sulsel
Kehadiran TK-TPA BKPRMI Dinilai Perkuat Semangat Gowa Caradde’
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menilai keberadaan TK-TPA khususnya yang dikelola BKPRMI memperkuat program pemerintah daerah yakni Gowa Caradde'.
Minggu, 26 Apr 2026 21:15
Sulsel
Lepas 343 JCH, Wabup Gowa Ingatkan Jamaah Jaga Kesehatan dan Kekompakan
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, melepas pemberangkatan 343 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Gowa yang berlangsung di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Minggu (26/4/2026).
Minggu, 26 Apr 2026 21:08
Sulsel
Dari Semangat Kartini, Perempuan Gowa Diajak Lebih Berani Memimpin
Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Gowa dimanfaatkan untuk mendorong penguatan peran dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah.
Minggu, 26 Apr 2026 14:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darwis Nojeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Jeneponto 2026–2030
2
Perempuan, Gender, dan Kepemimpinan Pendidikan
3
Pengusaha Siap Patuhi Aturan Retribusi Parkir, Tak Lagi Setor Rp100 Ribu/Bulan
4
BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox
5
Pemkot Makassar Raih Penghargaan EPPD 2026, Satu-satunya Kota di Luar Jawa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Darwis Nojeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Jeneponto 2026–2030
2
Perempuan, Gender, dan Kepemimpinan Pendidikan
3
Pengusaha Siap Patuhi Aturan Retribusi Parkir, Tak Lagi Setor Rp100 Ribu/Bulan
4
BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox
5
Pemkot Makassar Raih Penghargaan EPPD 2026, Satu-satunya Kota di Luar Jawa