Ratusan Orang Berkumpul di Eks Gedung Hamrawati, Polisi Kerahkan 100 Personel
Rabu, 03 Jun 2026 17:42
Suasana massa aksi di sekitar kawasan eks lahan Gedung Hamrawati, Jalan A.P Pettarani, Makassar, kembali memanas pada Rabu (3/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Sengketa lahan eks Gedung Hamrawati di Jalan AP Pettarani, Makassar, kembali memanas. Ratusan orang berkumpul di sekitar lokasi, Rabu pagi tadi.
Kehadiran massa sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan aksi berlangsung tertib.
Dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian bersama kelompok massa mulai memenuhi area sekitar lokasi sengketa sejak sekitar pukul 10.00 Wita. Personel yang bertugas disiagakan di sejumlah titik untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain melakukan pengamanan, petugas lalu lintas juga bersiaga di sepanjang Jalan AP Pettarani guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar. Meski terjadi konsentrasi massa di sekitar lokasi, lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Kota Makassar tersebut terpantau tetap terkendali.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Ema Ratna A.R., mengatakan sebanyak 100 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.
"Tidak ada gesekan sedikit pun, baik dari ormas maupun dari pihak lainnya. Dari personel kami ada 100," ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga memastikan kondisi lalu lintas di Jalan AP Pettarani tetap aman selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah, untuk situasi arus lalu lintas masih terkendali, masih bisa dikendalikan. Tidak ada kemacetan yang signifikan dengan adanya kegiatan ini," tegasnya.
Menurut Kompol Ema, kehadiran massa di lokasi berkaitan dengan aksi yang sebelumnya sempat dilakukan terkait pagar pembatas lahan yang menjadi objek sengketa.
"Oh, yang kemarin sempat mereka mau merobohkan pagar, tetapi tidak jadi atau bagaimana atau mereka cuma mau demo di sini. Cuma melaksanakan aksi saja. Ini cuma setengah jam, lalu lanjut ke Pengadilan Negeri," pungkasnya.
Aksi tersebut menjadi bagian dari polemik berkepanjangan terkait kepemilikan lahan eks Gedung Hamrawati yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Makassar telah melaksanakan putusan eksekusi atas lahan dan bangunan di kawasan tersebut pada Februari 2025. Namun, sengketa kepemilikan lahan masih menyisakan perbedaan klaim dari sejumlah pihak.
Persoalan yang belum tuntas itu membuat sejumlah kelompok kembali mendatangi lokasi untuk menyampaikan keberatan mereka.
Setelah membubarkan diri dari Jalan AP Pettarani, massa bergerak menuju bengkel dealer Daihatsu Jujur Jaya Sakti di Jalan Bawakaraeng sekitar pukul 11.20 Wita. Selanjutnya, massa melanjutkan pergerakan menuju Pengadilan Negeri Makassar.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kehadiran massa sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan aksi berlangsung tertib.
Dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian bersama kelompok massa mulai memenuhi area sekitar lokasi sengketa sejak sekitar pukul 10.00 Wita. Personel yang bertugas disiagakan di sejumlah titik untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Selain melakukan pengamanan, petugas lalu lintas juga bersiaga di sepanjang Jalan AP Pettarani guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar. Meski terjadi konsentrasi massa di sekitar lokasi, lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Kota Makassar tersebut terpantau tetap terkendali.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Ema Ratna A.R., mengatakan sebanyak 100 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut.
"Tidak ada gesekan sedikit pun, baik dari ormas maupun dari pihak lainnya. Dari personel kami ada 100," ungkapnya kepada wartawan.
Ia juga memastikan kondisi lalu lintas di Jalan AP Pettarani tetap aman selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah, untuk situasi arus lalu lintas masih terkendali, masih bisa dikendalikan. Tidak ada kemacetan yang signifikan dengan adanya kegiatan ini," tegasnya.
Menurut Kompol Ema, kehadiran massa di lokasi berkaitan dengan aksi yang sebelumnya sempat dilakukan terkait pagar pembatas lahan yang menjadi objek sengketa.
"Oh, yang kemarin sempat mereka mau merobohkan pagar, tetapi tidak jadi atau bagaimana atau mereka cuma mau demo di sini. Cuma melaksanakan aksi saja. Ini cuma setengah jam, lalu lanjut ke Pengadilan Negeri," pungkasnya.
Aksi tersebut menjadi bagian dari polemik berkepanjangan terkait kepemilikan lahan eks Gedung Hamrawati yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Makassar telah melaksanakan putusan eksekusi atas lahan dan bangunan di kawasan tersebut pada Februari 2025. Namun, sengketa kepemilikan lahan masih menyisakan perbedaan klaim dari sejumlah pihak.
Persoalan yang belum tuntas itu membuat sejumlah kelompok kembali mendatangi lokasi untuk menyampaikan keberatan mereka.
Setelah membubarkan diri dari Jalan AP Pettarani, massa bergerak menuju bengkel dealer Daihatsu Jujur Jaya Sakti di Jalan Bawakaraeng sekitar pukul 11.20 Wita. Selanjutnya, massa melanjutkan pergerakan menuju Pengadilan Negeri Makassar.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sengketa Bandara dan Lahan Sudiang, Negara Selamat dari Potensi Kerugian Rp565,5 M
Jaksa Pengacara Negara (JPN) pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) berhasil memenangkan dua perkara perdata strategis.
Rabu, 15 Apr 2026 20:20
News
Sengketa Lahan di Maros Berujung Aduan ke Mabes Polri, Kabid Propam Polda Sulsel Terlapor
Seorang warga Kota Makassar, Andi Sarman melaporkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulham Effendy, ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan intervensi dalam penanganan perkara sengketa lahan di Moncongloe, Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:42
News
Diduga Dibangun Pakai APBD, Penutupan Akses Jalan Wisma Nirmala Rugikan Warga
Jalan yang disebut-sebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah justru tiba-tiba diklaim sebagai milik pribadi dan sempat ditutup melalui pengecoran.
Senin, 09 Mar 2026 04:50
News
Hotel Grand Puri Bantah Tudingan Penutupan Akses Wisma Nirmalasari
Manajemen Hotel Grand Puri Perintis memberikan klarifikasi atas tudingan penutupan dan pengecoran akses jalan menuju Wisma Nirmalasari, Kecamatan Tamalanrea, yang dilaporkan terjadi pada Kamis (25/2/2026) malam.
Minggu, 01 Mar 2026 05:10
Sulsel
Sengketa Lahan SDN 15 Bungeng Tuntas, 170 Siswa Kembali Sekolah
Sebanyak 170 siswa UPT SDN 15 Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, terpaksa diliburkan sementara setelah sekolah mereka disegel oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.
Senin, 02 Feb 2026 16:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel Perkuat Kerja Sama Pengembangan Literasi
2
Pertamina Apresiasi Polda Sulsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
3
Pemkab Bantaeng Raih Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut dari BPK RI
4
Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan Rp10 Triliun DPK
5
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel Perkuat Kerja Sama Pengembangan Literasi
2
Pertamina Apresiasi Polda Sulsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
3
Pemkab Bantaeng Raih Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut dari BPK RI
4
Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan Rp10 Triliun DPK
5
Pengelolaan Dana BOS di Dinas Pendidikan Maros Jadi Temuan BPK