Serapan Anggaran Masih Rendah, Wali Kota Makassar Panggil Kepala OPD
Rabu, 08 Jul 2026 18:46
Wali Kota Makasar, Munafri Arifuddin. Foto: SINDO Makassar/Dok
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi belanja anggaran. Langkah tersebut dilakukan agar serapan anggaran meningkat dan mampu mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
Munafri menegaskan percepatan belanja pemerintah menjadi hal yang penting karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah.
"Saya sudah pastikan (percepatan belanja amggaran) itu. Sekarang begini, ini harus cepat digelontorkan. Digelontorkan supaya apa? Belanja di masyarakat ini bisa meningkat untuk memastikan bahwa pola perputaran ekonomi ini bisa jalan," tegasnya.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengaku akan mengevaluasi OPD yang hingga kini masih mencatatkan serapan anggaran rendah. Selama Juli, ia berencana memanggil satu per satu kepala OPD untuk mengetahui kendala yang dihadapi.
"Saya akan evaluasi untuk memastikan mana OPD yang rendah untuk kita push maksimal sebelum bulan Agustus. Jadi, bulan 7 ini saya akan panggil satu-satu OPD untuk melihat seperti apa belanjanya, apa masalahnya, kenapa tidak dilaksanakan kalau tidak dilaksanakan," sambung Munafri.
Menurut Appi, rendahnya serapan anggaran di sejumlah OPD tidak selalu disebabkan lambatnya pelaksanaan program. Beberapa proyek, kata dia, terkendala persoalan teknis maupun hukum sehingga belum dapat dilanjutkan.
"Ada beberapa yang punya kendala-kendala. Contoh, pada saat pengerjaan. Nah, pada saat proses lelangnya, terus tiba-tiba ada masalah di dalam objek itu. Contoh, kayak Karebosi. Karebosi ini harusnya sudah jalan tapi kan ada persoalan hukum yang ada di situ yang harus diselesaikan dulu," ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan proyek pembangunan tidak bisa dipaksakan berjalan apabila masih menghadapi persoalan hukum.
"Bagaimana caranya mau lanjut kalau masih ada persoalan hukumnya? Nah, hal-hal seperti ini yang kita harus lihat dan memberikan informasi detail kepada masyarakat supaya belanja ini cepat sudah bisa digelontorkan," sebutnya.
Appi optimistis percepatan realisasi anggaran akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
"Pasti, pasti, pasti. Masa anggaran yang sudah ada, tinggal dikasih jalan. Supaya apa? Kan ini semakin banyak uang yang digelontorkan, dibelanjakan oleh pemerintah, semakin besar serapan yang akan diterima oleh masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya realisasi serapan anggaran di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga triwulan II 2026.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengatakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), rata-rata serapan anggaran mitra kerja Komisi C hingga akhir Juni masih berada di bawah 30 persen.
"Harusnya, idealnya serapan anggaran pada monev kedua ini dari bulan Januari sampai Juni sudah mencapai 50%. Namun, rata-rata yang saya lihat saat ini masih di bawah 30%," ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
Azwar meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh SKPD mempercepat pelaksanaan program agar target penyerapan anggaran dapat tercapai dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Hal ini harus segera dimaksimalkan karena jika serapan anggaran tersebut terlambat, tentu masyarakat yang akan dirugikan. Jangan sampai nanti di akhir tahun kita terburu-buru. Memang ada yang beranggapan, 'Misalkan sisa waktu 6 bulan lagi, itu masih bisa terkejar," jelasnya.
Ia menyebut hingga kini belum ada satu pun SKPD mitra Komisi C yang mencatatkan serapan anggaran maksimal.
"Hampir semua. Rata-rata semuanya masih rendah dan itu semua mitra Komisi C," singkatnya kepada wartawan.
Munafri menegaskan percepatan belanja pemerintah menjadi hal yang penting karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah.
"Saya sudah pastikan (percepatan belanja amggaran) itu. Sekarang begini, ini harus cepat digelontorkan. Digelontorkan supaya apa? Belanja di masyarakat ini bisa meningkat untuk memastikan bahwa pola perputaran ekonomi ini bisa jalan," tegasnya.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengaku akan mengevaluasi OPD yang hingga kini masih mencatatkan serapan anggaran rendah. Selama Juli, ia berencana memanggil satu per satu kepala OPD untuk mengetahui kendala yang dihadapi.
"Saya akan evaluasi untuk memastikan mana OPD yang rendah untuk kita push maksimal sebelum bulan Agustus. Jadi, bulan 7 ini saya akan panggil satu-satu OPD untuk melihat seperti apa belanjanya, apa masalahnya, kenapa tidak dilaksanakan kalau tidak dilaksanakan," sambung Munafri.
Menurut Appi, rendahnya serapan anggaran di sejumlah OPD tidak selalu disebabkan lambatnya pelaksanaan program. Beberapa proyek, kata dia, terkendala persoalan teknis maupun hukum sehingga belum dapat dilanjutkan.
"Ada beberapa yang punya kendala-kendala. Contoh, pada saat pengerjaan. Nah, pada saat proses lelangnya, terus tiba-tiba ada masalah di dalam objek itu. Contoh, kayak Karebosi. Karebosi ini harusnya sudah jalan tapi kan ada persoalan hukum yang ada di situ yang harus diselesaikan dulu," ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan proyek pembangunan tidak bisa dipaksakan berjalan apabila masih menghadapi persoalan hukum.
"Bagaimana caranya mau lanjut kalau masih ada persoalan hukumnya? Nah, hal-hal seperti ini yang kita harus lihat dan memberikan informasi detail kepada masyarakat supaya belanja ini cepat sudah bisa digelontorkan," sebutnya.
Appi optimistis percepatan realisasi anggaran akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
"Pasti, pasti, pasti. Masa anggaran yang sudah ada, tinggal dikasih jalan. Supaya apa? Kan ini semakin banyak uang yang digelontorkan, dibelanjakan oleh pemerintah, semakin besar serapan yang akan diterima oleh masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya realisasi serapan anggaran di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga triwulan II 2026.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengatakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), rata-rata serapan anggaran mitra kerja Komisi C hingga akhir Juni masih berada di bawah 30 persen.
"Harusnya, idealnya serapan anggaran pada monev kedua ini dari bulan Januari sampai Juni sudah mencapai 50%. Namun, rata-rata yang saya lihat saat ini masih di bawah 30%," ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
Azwar meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh SKPD mempercepat pelaksanaan program agar target penyerapan anggaran dapat tercapai dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Hal ini harus segera dimaksimalkan karena jika serapan anggaran tersebut terlambat, tentu masyarakat yang akan dirugikan. Jangan sampai nanti di akhir tahun kita terburu-buru. Memang ada yang beranggapan, 'Misalkan sisa waktu 6 bulan lagi, itu masih bisa terkejar," jelasnya.
Ia menyebut hingga kini belum ada satu pun SKPD mitra Komisi C yang mencatatkan serapan anggaran maksimal.
"Hampir semua. Rata-rata semuanya masih rendah dan itu semua mitra Komisi C," singkatnya kepada wartawan.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Wali Kota Appi Sebut Ada Lurahnya Lebih Sibuk Urus Bisnis dan Sering di Warkop
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada jajaran lurah yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan.
Jum'at, 28 Agu 2026 17:46
Makassar City
Makassar Masuk 10 Kota Hub GSIH Global 2026
Kota Makassar menjadi salah satu dari 10 kota hub dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026.
Kamis, 27 Agu 2026 06:10
Makassar City
1.157 Peserta Ikuti MTQ VIII KORPRI Nasional, Makassar-Pangkep Tuan Rumah
Sebanyak 1.157 peserta dari 117 kafilah mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.
Selasa, 25 Agu 2026 07:19
Sulsel
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pemkot Makassar memastikan kesiapan menyambut ribuan kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 dan menjadi salah satu pusat pelaksanaan sekaligus lokasi pembukaan hajatan nasional tersebut.
Senin, 24 Agu 2026 06:16
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa