BKKBN Sulsel dan AAS Foundation Salurkan Bantuan Gizi Cegah Stunting di Makassar
Jum'at, 14 Agu 2026 18:41
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pojok GENTING bersama AAS Foundation dengan menyalurkan bantuan Sedekah GENTING kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Bonto Duri.
MAKASSAR - Upaya mencegah stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan. Di balik kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting, terdapat persoalan kesehatan, pengasuhan, hingga perencanaan keluarga yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
Semangat itu diperkuat Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pojok GENTING bersama AAS Foundation dengan menyalurkan bantuan Sedekah GENTING kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut merupakan wujud kolaborasi dalam memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sekaligus memastikan keluarga sasaran mendapat dukungan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati turut turun langsung mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat. Di rumah sederhana tersebut, ia bertemu dengan seorang ibu yang memiliki delapan orang anak, dengan anak bungsunya baru berusia satu bulan.
Kunjungan itu tidak sekadar menyerahkan bantuan. Fatmawati melihat langsung kondisi keluarga sekaligus berdialog mengenai kebutuhan kesehatan dan pengasuhan anak.
“Kita tidak ingin bantuan ini berhenti sebagai bantuan saja. Yang lebih penting adalah memastikan keluarga mendapatkan pendampingan, memahami kebutuhan kesehatan dan gizi anak, serta mampu merencanakan keluarganya dengan baik,” kata Dr Fatmawati.
Dalam dialog tersebut, Fatmawati juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, termasuk penggunaan kontrasepsi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi tenaga kesehatan.Menurutnya, perencanaan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang secara optimal.
“Ketika seorang ibu masih memiliki bayi, kesehatan ibu harus menjadi perhatian. Kita perlu memastikan jarak kelahiran terencana, agar ibu tetap sehat dan anak-anak mendapatkan pengasuhan yang optimal,” ujarnya.
Fatmawati mendorong agar ibu tersebut memperoleh pendampingan lebih lanjut sehingga dapat mengakses pelayanan KB sesuai kondisi kesehatan dan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan.
“KB bukan sekadar soal jumlah anak, tetapi bagaimana keluarga dapat merencanakan kehidupan yang lebih sehat, memberikan pengasuhan yang baik, dan memenuhi kebutuhan setiap anak,” tambahnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan GENTING. Bantuan gizi diberikan untuk menjawab kebutuhan keluarga saat ini, sementara edukasi dan pendampingan menjadi upaya untuk memperkuat kemampuan keluarga dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraannya.
Melalui kolaborasi bersama AAS Foundation, Pojok GENTING BKKBN Sulsel juga membuka ruang partisipasi bagi berbagai pihak untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan perhatian dan pendampingan.
“Pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial dan berbagai pihak bergerak bersama, maka semakin banyak keluarga yang bisa kita dampingi,” kata Dr Fatmawati.
Mencegah stunting bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang hadir, mendampingi, dan memastikan keluarga mampu membangun masa depan yang lebih baik. Bantuan menjadi awal, pendampingan menjadi penguat, dan gotong royong menjadi kekuatan untuk mewujudkan keluarga sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Semangat itu diperkuat Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pojok GENTING bersama AAS Foundation dengan menyalurkan bantuan Sedekah GENTING kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut merupakan wujud kolaborasi dalam memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sekaligus memastikan keluarga sasaran mendapat dukungan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati turut turun langsung mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat. Di rumah sederhana tersebut, ia bertemu dengan seorang ibu yang memiliki delapan orang anak, dengan anak bungsunya baru berusia satu bulan.
Kunjungan itu tidak sekadar menyerahkan bantuan. Fatmawati melihat langsung kondisi keluarga sekaligus berdialog mengenai kebutuhan kesehatan dan pengasuhan anak.
“Kita tidak ingin bantuan ini berhenti sebagai bantuan saja. Yang lebih penting adalah memastikan keluarga mendapatkan pendampingan, memahami kebutuhan kesehatan dan gizi anak, serta mampu merencanakan keluarganya dengan baik,” kata Dr Fatmawati.
Dalam dialog tersebut, Fatmawati juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, termasuk penggunaan kontrasepsi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi tenaga kesehatan.Menurutnya, perencanaan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang secara optimal.
“Ketika seorang ibu masih memiliki bayi, kesehatan ibu harus menjadi perhatian. Kita perlu memastikan jarak kelahiran terencana, agar ibu tetap sehat dan anak-anak mendapatkan pengasuhan yang optimal,” ujarnya.
Fatmawati mendorong agar ibu tersebut memperoleh pendampingan lebih lanjut sehingga dapat mengakses pelayanan KB sesuai kondisi kesehatan dan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan.
“KB bukan sekadar soal jumlah anak, tetapi bagaimana keluarga dapat merencanakan kehidupan yang lebih sehat, memberikan pengasuhan yang baik, dan memenuhi kebutuhan setiap anak,” tambahnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan GENTING. Bantuan gizi diberikan untuk menjawab kebutuhan keluarga saat ini, sementara edukasi dan pendampingan menjadi upaya untuk memperkuat kemampuan keluarga dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraannya.
Melalui kolaborasi bersama AAS Foundation, Pojok GENTING BKKBN Sulsel juga membuka ruang partisipasi bagi berbagai pihak untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan perhatian dan pendampingan.
“Pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial dan berbagai pihak bergerak bersama, maka semakin banyak keluarga yang bisa kita dampingi,” kata Dr Fatmawati.
Mencegah stunting bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang hadir, mendampingi, dan memastikan keluarga mampu membangun masa depan yang lebih baik. Bantuan menjadi awal, pendampingan menjadi penguat, dan gotong royong menjadi kekuatan untuk mewujudkan keluarga sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi Lima Program Prioritas dengan Pemkab Toraja Utara
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, melakukan audiensi dengan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong.
Rabu, 30 Sep 2026 15:32
Sulsel
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
Upaya memastikan alat dan obat kontrasepsi (Alkon) tersedia dan dapat digunakan secara tepat dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus diperkuat.
Rabu, 30 Sep 2026 13:03
News
PIK-R Sekolah Rakyat Dorong Remaja Jadi Penggerak Generasi Unggul
Upaya memperkuat ketahanan remaja dan membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki perencanaan masa depan terus dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Senin, 28 Sep 2026 18:00
Sulsel
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
Upaya membangun keluarga berkualitas terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra Komisi IX DPR RI
Sabtu, 26 Sep 2026 17:54
News
Perkuat Akuntabilitas melalui Pengendalian Penilaian Intern Pelaporan Keuangan
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat penerapan Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) guna memastikan pengelolaan dan pelaporan keuangan berjalan lebih tertib, akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selasa, 22 Sep 2026 15:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel