Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal
Minggu, 18 Okt 2026 16:41
PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui Matappa Academy menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Peluang masyarakat lokal untuk bekerja di sektor pertambangan perlu ditopang keterampilan dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Upaya itulah yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui Matappa Academy, program pengembangan sumber daya manusia yang mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Sarmuji mengunjungi peserta Pelatihan dan Sertifikasi Traineeship Program MDA di Politeknik ATI Makassar, Sabtu (17/10/2026). Program yang memasuki angkatan kedua atau Batch 2 ini diikuti 76 peserta dari berbagai wilayah di sekitar operasional perusahaan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Melalui pelatihan tersebut, MDA berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan yang memenuhi standar industri sekaligus memperluas kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam pengembangan Awak Mas Project.
Dalam kunjungan itu, Sarmuji didampingi jajaran Kementerian Perindustrian dan disambut Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, beserta sivitas akademika. Setelah meninjau sejumlah fasilitas kampus dan menyapa mahasiswa, ia mengunjungi lokasi pelatihan calon tenaga kerja MDA.
Di hadapan peserta, Sarmuji memberikan motivasi sekaligus mengapresiasi kolaborasi antara MDA dan Politeknik ATI Makassar. Kerja sama tersebut dinilai mencerminkan penerapan konsep link and match, yakni keselarasan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri.
Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan nonteknis (soft skill) yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menjadi salah satu bentuk kontribusi pendidikan vokasi dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.
"Melalui pelatihan dan sertifikasi, calon karyawan dibekali keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha, sehingga kesiapan kerja mereka terukur melalui pengakuan kompetensi yang mereka miliki," jelas Basri.
Harapan dari Desa Lingkar Tambang
Kunjungan Menteri Perindustrian menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Selain memperoleh pembekalan keterampilan, mereka juga mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan pejabat negara yang memberikan motivasi untuk terus mengembangkan diri.
Salah satunya Yulgres Bakker, peserta asal Dusun Minanga, Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Wilayah tersebut merupakan salah satu desa di sekitar operasional Awak Mas Project.
Lulusan SMA Negeri 2 Walenrang itu mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan sekaligus bertemu langsung dengan Menteri Perindustrian. Ia berharap program tersebut dapat memberinya bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa bertemu langsung dengan Bapak Menteri Perindustrian. Harapan saya, pelatihan ini dapat memberikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kami sebagai peserta," ungkap Yulgres.
Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan agar lebih siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan.
"Saya ingin meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan agar menjadi sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan. Semoga kesempatan ini menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif," lanjutnya.
Harapan serupa disampaikan Sigit Irwanto, peserta asal Desa Pongsamelung, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, yang dipercaya menjadi ketua kelas dalam pelatihan tersebut.
Sigit sebelumnya telah memiliki pengalaman di sektor industri, termasuk sebagai operator dump truck. Namun, ia menilai pelatihan ini tetap penting untuk memperdalam keterampilan dan memperkuat kompetensinya agar sesuai dengan tuntutan industri yang terus berkembang.
"Saya sangat antusias dengan kunjungan Bapak Menteri Perindustrian. Kapan lagi kami bisa mendapatkan arahan dan motivasi secara langsung dari seorang menteri. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai peserta," ujar Sigit.
Menurut dia, program peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan keterampilan yang memadai, warga setempat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja industri di daerahnya sendiri.
"Harapan saya, program pelatihan ini terus mendapatkan dukungan sehingga masyarakat yang berada di sekitar PT Masmindo Dwi Area semakin siap bekerja secara profesional. Kami ingin tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang memadai agar semakin banyak kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh masyarakat dari daerah sendiri," harapnya.
Matappa Academy, Investasi Kompetensi untuk Luwu
Bagi MDA, pengembangan sumber daya manusia lokal merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar Awak Mas Project.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi seperti Politeknik ATI Makassar menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan dan sertifikasi, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan sekaligus pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Berlanjutnya Traineeship Program ke angkatan kedua menunjukkan upaya MDA membangun pengembangan kompetensi secara berkesinambungan. Melalui Matappa Academy, perusahaan membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan di sektor pertambangan.
Kunjungan Menteri Perindustrian juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ke depan, penguatan kompetensi melalui Matappa Academy diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan kesiapan tenaga kerja dari Kabupaten Luwu, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Sarmuji mengunjungi peserta Pelatihan dan Sertifikasi Traineeship Program MDA di Politeknik ATI Makassar, Sabtu (17/10/2026). Program yang memasuki angkatan kedua atau Batch 2 ini diikuti 76 peserta dari berbagai wilayah di sekitar operasional perusahaan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Melalui pelatihan tersebut, MDA berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan yang memenuhi standar industri sekaligus memperluas kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam pengembangan Awak Mas Project.
Dalam kunjungan itu, Sarmuji didampingi jajaran Kementerian Perindustrian dan disambut Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, beserta sivitas akademika. Setelah meninjau sejumlah fasilitas kampus dan menyapa mahasiswa, ia mengunjungi lokasi pelatihan calon tenaga kerja MDA.
Di hadapan peserta, Sarmuji memberikan motivasi sekaligus mengapresiasi kolaborasi antara MDA dan Politeknik ATI Makassar. Kerja sama tersebut dinilai mencerminkan penerapan konsep link and match, yakni keselarasan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri.
Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan nonteknis (soft skill) yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menjadi salah satu bentuk kontribusi pendidikan vokasi dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.
"Melalui pelatihan dan sertifikasi, calon karyawan dibekali keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha, sehingga kesiapan kerja mereka terukur melalui pengakuan kompetensi yang mereka miliki," jelas Basri.
Harapan dari Desa Lingkar Tambang
Kunjungan Menteri Perindustrian menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Selain memperoleh pembekalan keterampilan, mereka juga mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan pejabat negara yang memberikan motivasi untuk terus mengembangkan diri.
Salah satunya Yulgres Bakker, peserta asal Dusun Minanga, Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Wilayah tersebut merupakan salah satu desa di sekitar operasional Awak Mas Project.
Lulusan SMA Negeri 2 Walenrang itu mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan sekaligus bertemu langsung dengan Menteri Perindustrian. Ia berharap program tersebut dapat memberinya bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa bertemu langsung dengan Bapak Menteri Perindustrian. Harapan saya, pelatihan ini dapat memberikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kami sebagai peserta," ungkap Yulgres.
Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan agar lebih siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan.
"Saya ingin meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan agar menjadi sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan. Semoga kesempatan ini menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif," lanjutnya.
Harapan serupa disampaikan Sigit Irwanto, peserta asal Desa Pongsamelung, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, yang dipercaya menjadi ketua kelas dalam pelatihan tersebut.
Sigit sebelumnya telah memiliki pengalaman di sektor industri, termasuk sebagai operator dump truck. Namun, ia menilai pelatihan ini tetap penting untuk memperdalam keterampilan dan memperkuat kompetensinya agar sesuai dengan tuntutan industri yang terus berkembang.
"Saya sangat antusias dengan kunjungan Bapak Menteri Perindustrian. Kapan lagi kami bisa mendapatkan arahan dan motivasi secara langsung dari seorang menteri. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai peserta," ujar Sigit.
Menurut dia, program peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan keterampilan yang memadai, warga setempat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja industri di daerahnya sendiri.
"Harapan saya, program pelatihan ini terus mendapatkan dukungan sehingga masyarakat yang berada di sekitar PT Masmindo Dwi Area semakin siap bekerja secara profesional. Kami ingin tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang memadai agar semakin banyak kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh masyarakat dari daerah sendiri," harapnya.
Matappa Academy, Investasi Kompetensi untuk Luwu
Bagi MDA, pengembangan sumber daya manusia lokal merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar Awak Mas Project.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi seperti Politeknik ATI Makassar menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan dan sertifikasi, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan sekaligus pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Berlanjutnya Traineeship Program ke angkatan kedua menunjukkan upaya MDA membangun pengembangan kompetensi secara berkesinambungan. Melalui Matappa Academy, perusahaan membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan di sektor pertambangan.
Kunjungan Menteri Perindustrian juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ke depan, penguatan kompetensi melalui Matappa Academy diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan kesiapan tenaga kerja dari Kabupaten Luwu, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
MDA Dukung Pemulihan Akses Jalan Rante Balla demi Aktivitas Ekonomi Warga
Pemulihan akses jalan yang terhambat menjadi langkah penting untuk mengembalikan mobilitas warga dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu.
Jum'at, 16 Okt 2026 15:59
Sulsel
RDP DPRD Luwu Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
DPRD Kabupaten Luwu merekomendasikan pembukaan kembali akses Rante Balla yang telah diblokade lebih dari sepekan. Semua itu dem mencegah konflik meluas.
Jum'at, 16 Okt 2026 13:54
News
Maddika Ponrang Tegaskan Kedatuan Luwu Tak Pernah Terbitkan SKTA
Di tengah polemik klaim tanah adat di Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kedatuan Luwu menegaskan tidak pernah menerbitkan Surat Keterangan Tanah Adat (SKTA) sebagai dasar pengakuan hak atas tanah.
Kamis, 15 Okt 2026 18:13
News
Sepekan Akses Ranteballa Diblokade, Ratusan Karyawan Resah & Turun Demo
Merasa dirugikan, ratusan pekerja bersama Aliansi Masyarakat Luwu (AMAL) menggelar demonstrasi di tiga lokasi pada Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Okt 2026 15:11
Makassar City
Antisipasi Karhutla, MDA dan BPBD Luwu Petakan Titik Rawan dan Sumber Air
Mengantisipasi potensi karhutla, MDA bersama BPBD Luwu, serta sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Rabu, 07 Okt 2026 13:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI dan USIM Perkuat Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Remaja
2
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
3
Sekjen Golkar Sarmuji Ingatkan Anggota DPRD Tetap Loyal dan Selalu Hadir untuk Rakyat
4
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
5
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI dan USIM Perkuat Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Remaja
2
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
3
Sekjen Golkar Sarmuji Ingatkan Anggota DPRD Tetap Loyal dan Selalu Hadir untuk Rakyat
4
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
5
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar