Ajak Buka Puasa dengan Gambar Babi, BMI Laporkan Anggota DPRD Sulsel ke Polda
Kamis, 21 Mar 2024 12:00
Kolase foto laporan BMI Sulsel dan tangkapan layar ajak buka puasa pakai gambar babi. Foto: IST
MAKASSAR - Anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan (JRM) resmi dilaporkan ke Polda Sulsel pada Rabu (20/03/2024) kemarin. Laporan ini buntut dari kiriman gambar babi guling dengan caption 'Buka puasa yuk' di grup WhatsApp (WA) PILKADA & PILEG TORAJA.
Pelapor, Muh Zulkifli S mengatakan ia melapor karena melihat postingan yang viral di grup dan tersebar di mana-mana, kemudian ada juga statement JRM yang dinilainya mencoba mencari pembenaran.
"Yang mau saya sampaikan, tidak ada istilah buka puasa di umat Kristiani, yang ada itu cuma di muslim," kata Zulkifli yang juga Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel ini saat dihubungi, kemarin.
"Kedua, kalau dia katakan terkait ada puasa umat Kristen di hari Jumat, itu sangat keliru, panjang sekali kalau berpuasa. Itu tergantung keinginannya, kapan dia mau dan tidak ada yang namanya buka puasa bersama, karena itu masing-masing orang ya kan," lanjutnya.
"Ketiga, kalau dia bilang lagi puasa pra Paskah, itu 40 hari 40 malam. Berarti jangan diposting di hari Senin lo, harusnya diposting di hari terakhir Paskah. Itu pun dalam konteks, perjamuan kalau tidak salah kan, bukan buka puasa," sambungnya.
Zulkifli menganggap, JRM sebagai anggota DPRD Sulsel harusnya menjadi contoh dalam tolenrasi umat beragama. Bukan malah mengeluarkan statement yang menginjak-injak toleransi antar umat beragama.
"Saya tidak mau ada aksi-aksi demo apalagi di bulan Ramadan kan. Jangan ada konflik SARA, kemudian jangan ada masalah karena kita ini pasca perhitungan suara, pengumuman. Jangan ada ribut-ribut, ini yang membuat saya mengambil langkah untuk membuat laporan ke Polda. Kita berharap Polda ini segera melakukan proses hukum," kuncinya.
Sementara itu, JRM yang coba dikonfirmasi soal adanya laporan masuk ke Polda Sulsel, enggan menjawabnya. Dia mengaku, untuk sekarang ingin fokus untuk kunjungan ke MUI dan umat Islam di Tana Toraja.
"Jangan dulu dinda saya bahas itu, karena saya harus silahturahim dengan Ketua MUI dan seluruh orang tua dan saudara-saudara saya muslim di Toraja, serta mengklarifikasi secara langsung dan mohon maaf atas ketersinggungan saudara-saudara saya muslim," jelasnya.
Dalam hak jawabnya, JRM menceritakan bahwa awalnya mereka membahas survey baik poling dan survey di Group WA menyangkut Pilkada. Pembahasan itu kemudian dibawa dalam candaan bersamaan 7 orang, dimana candaan itu cair dan hidup.
"Lalu saya kirim (foto) babi guling dan tulis buka puasa, tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim. Karena puasa dikenal dan dilaksanakan juga di agama Kristen, apalagi dalam suasana menyambut Paskah," ujarnya.
JRM menyampaikan, pihaknya sebagai orang Kristen juga menjalankan puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal puasa 40 hari yakni tanggal 14 Februari hingga tanggal 30 Maret. Dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta, sedangkan Protestan banyak juga yang laksanakan, ada juga yang laksanakan puasa mingguan dan bulanan.
"Tapi saat kami diskusi, tiba-tiba ada satu anggota muncul marah, padahal beliau tidak mengikuti percakapan kami/candaan kami. Tapi saya masih bilang 'kok tiba-tiba nongol langsung marah?' tutur JRM.
"Saya menjawab juga, bahwa kalau tersinggung saya minta maaf. Tapi jujur, saya tidak ada niat ke situ? Dan ingat puasa bukan cuman kaum muslimin, tapi di Kristen juga. Apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini, banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah," bebernya.
Politisi Golkar ini mengklaim, telah menjelaskan maksudnya dalam Grup WA. JRM juga memberikan pemahaman kepada orang yang keberatan itu melalui obrolan pribadi agar mengerti.
Menurut JRM, orang tersebut sudah paham, dan ia menganggap sudah clear.
"Tapi jujur saya juga kaget percakapan yang kami lakukan dalam group terbatas yang kita sama-sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk ranah UU ITE. Berbeda dengan FB, X, atau IG. WhatsApp dianggap sebagai group privat," terangnya.
Kendati begitu, JRM tetap tak ingin memperpanjang persoalan ini. Makanya lewat hak jawabnya, ia memberikan permohonan maaf secara terbuka.
"Dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menyambut Paskah, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya. Harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua," harapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama, karena apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab untuk membangun kebersamaan.
"Dan saya pribadi masih bayak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini. Semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan," jelasnya.
"Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-saudaraku dan orang tuaku yang beragama muslim. Dan Selamat menjalankan ibadah puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga damai sejahtera, selalu bagi kita semua," kuncinya.
Sementara itu, Ketua MUI Tana Toraja, Zainal Muttaqin mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat merespon hal tersebut. Sejumlah ormas islam hingga pihak terkait termasuk Kemenag diundang.
"Sikap MUI dengan tegas sekali, menyayangkan bahwa itu sangat tidak bijaksana dan itu bisa mencerminkan memicu terjadinya konflik," kata Zainal.
"Kedua harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka, karena ini yang disakiti bukan hanya MUI, tetapi masyarakat Islam baik di dalam maupun di luar Toraja. Jadi tidak cukup hanya mohon maaf, kalau mohon maaf kepada saya, bisa. Tapi harus mengeluarkan pernyataan secara terbuka," jelas Zainal.
Dia mengakui, banyak pihak yang mendesak MUI Tana Toraja untuk melaporkan JRM ke pihak berwajib. Namun menurut Zainal, pihaknya tak bisa melaporkan, tapi bisa menjadi saksi ahli.
"Karena ini perkembangannya sudah panas dan sebagainya, tetapi harus diupayakan dipertanggungjawabkan di bidang hukum. Banyak yang mendesak kami untuk membawanya ke hukum, tapi kami hanya bisa menjadi saksi ahli," paparnya.
Pelapor, Muh Zulkifli S mengatakan ia melapor karena melihat postingan yang viral di grup dan tersebar di mana-mana, kemudian ada juga statement JRM yang dinilainya mencoba mencari pembenaran.
"Yang mau saya sampaikan, tidak ada istilah buka puasa di umat Kristiani, yang ada itu cuma di muslim," kata Zulkifli yang juga Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel ini saat dihubungi, kemarin.
"Kedua, kalau dia katakan terkait ada puasa umat Kristen di hari Jumat, itu sangat keliru, panjang sekali kalau berpuasa. Itu tergantung keinginannya, kapan dia mau dan tidak ada yang namanya buka puasa bersama, karena itu masing-masing orang ya kan," lanjutnya.
"Ketiga, kalau dia bilang lagi puasa pra Paskah, itu 40 hari 40 malam. Berarti jangan diposting di hari Senin lo, harusnya diposting di hari terakhir Paskah. Itu pun dalam konteks, perjamuan kalau tidak salah kan, bukan buka puasa," sambungnya.
Zulkifli menganggap, JRM sebagai anggota DPRD Sulsel harusnya menjadi contoh dalam tolenrasi umat beragama. Bukan malah mengeluarkan statement yang menginjak-injak toleransi antar umat beragama.
"Saya tidak mau ada aksi-aksi demo apalagi di bulan Ramadan kan. Jangan ada konflik SARA, kemudian jangan ada masalah karena kita ini pasca perhitungan suara, pengumuman. Jangan ada ribut-ribut, ini yang membuat saya mengambil langkah untuk membuat laporan ke Polda. Kita berharap Polda ini segera melakukan proses hukum," kuncinya.
Sementara itu, JRM yang coba dikonfirmasi soal adanya laporan masuk ke Polda Sulsel, enggan menjawabnya. Dia mengaku, untuk sekarang ingin fokus untuk kunjungan ke MUI dan umat Islam di Tana Toraja.
"Jangan dulu dinda saya bahas itu, karena saya harus silahturahim dengan Ketua MUI dan seluruh orang tua dan saudara-saudara saya muslim di Toraja, serta mengklarifikasi secara langsung dan mohon maaf atas ketersinggungan saudara-saudara saya muslim," jelasnya.
Dalam hak jawabnya, JRM menceritakan bahwa awalnya mereka membahas survey baik poling dan survey di Group WA menyangkut Pilkada. Pembahasan itu kemudian dibawa dalam candaan bersamaan 7 orang, dimana candaan itu cair dan hidup.
"Lalu saya kirim (foto) babi guling dan tulis buka puasa, tapi tidak ada bahasa saya tentang saudara saya muslim. Karena puasa dikenal dan dilaksanakan juga di agama Kristen, apalagi dalam suasana menyambut Paskah," ujarnya.
JRM menyampaikan, pihaknya sebagai orang Kristen juga menjalankan puasa apalagi dalam menyambut hari Paskah dikenal puasa 40 hari yakni tanggal 14 Februari hingga tanggal 30 Maret. Dan yang paling tertib laksanakan adalah umat Katolik dan Pantekosta, sedangkan Protestan banyak juga yang laksanakan, ada juga yang laksanakan puasa mingguan dan bulanan.
"Tapi saat kami diskusi, tiba-tiba ada satu anggota muncul marah, padahal beliau tidak mengikuti percakapan kami/candaan kami. Tapi saya masih bilang 'kok tiba-tiba nongol langsung marah?' tutur JRM.
"Saya menjawab juga, bahwa kalau tersinggung saya minta maaf. Tapi jujur, saya tidak ada niat ke situ? Dan ingat puasa bukan cuman kaum muslimin, tapi di Kristen juga. Apalagi dalam suasana menyambut Paskah ini, banyak orang Kristen Puasa menyambut Paskah," bebernya.
Politisi Golkar ini mengklaim, telah menjelaskan maksudnya dalam Grup WA. JRM juga memberikan pemahaman kepada orang yang keberatan itu melalui obrolan pribadi agar mengerti.
Menurut JRM, orang tersebut sudah paham, dan ia menganggap sudah clear.
"Tapi jujur saya juga kaget percakapan yang kami lakukan dalam group terbatas yang kita sama-sama ketahui bahwa group WA adalah percakapan terbatas yang tidak masuk ranah UU ITE. Berbeda dengan FB, X, atau IG. WhatsApp dianggap sebagai group privat," terangnya.
Kendati begitu, JRM tetap tak ingin memperpanjang persoalan ini. Makanya lewat hak jawabnya, ia memberikan permohonan maaf secara terbuka.
"Dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menyambut Paskah, saya secara pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kehilafan saya yang membuat saudara dan orang tua saya kaum muslim memunculkan amarah pada saya. Harapan saya semoga ini pembelajaran yang sangat berharga bagi saya dan kita semua," harapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama, karena apapun alasannya masih bayak tugas dan tanggung jawab untuk membangun kebersamaan.
"Dan saya pribadi masih bayak tugas dan tanggung jawab saya untuk menyelesaikan janji politik saya hingga berakhir di tahun ini. Semoga janji politik saya untuk memperjuangkan masih beberapa rumah ibadah termasuk masjid akan saya tuntaskan," jelasnya.
"Akhir kata selamat menjalankan bulan Suci Ramadan bagi seluruh saudara-saudaraku dan orang tuaku yang beragama muslim. Dan Selamat menjalankan ibadah puasa 40 hari menyambut Paskah bagi umat Kristiani semoga damai sejahtera, selalu bagi kita semua," kuncinya.
Sementara itu, Ketua MUI Tana Toraja, Zainal Muttaqin mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat merespon hal tersebut. Sejumlah ormas islam hingga pihak terkait termasuk Kemenag diundang.
"Sikap MUI dengan tegas sekali, menyayangkan bahwa itu sangat tidak bijaksana dan itu bisa mencerminkan memicu terjadinya konflik," kata Zainal.
"Kedua harus minta maaf kepada umat Islam secara terbuka, karena ini yang disakiti bukan hanya MUI, tetapi masyarakat Islam baik di dalam maupun di luar Toraja. Jadi tidak cukup hanya mohon maaf, kalau mohon maaf kepada saya, bisa. Tapi harus mengeluarkan pernyataan secara terbuka," jelas Zainal.
Dia mengakui, banyak pihak yang mendesak MUI Tana Toraja untuk melaporkan JRM ke pihak berwajib. Namun menurut Zainal, pihaknya tak bisa melaporkan, tapi bisa menjadi saksi ahli.
"Karena ini perkembangannya sudah panas dan sebagainya, tetapi harus diupayakan dipertanggungjawabkan di bidang hukum. Banyak yang mendesak kami untuk membawanya ke hukum, tapi kami hanya bisa menjadi saksi ahli," paparnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda
DPD I Golkar Sulsel dibawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi memperpanjang masa bakti Nirwan Arifuddin sebagai Ketua DPD II Golkar Bulukumba.
Kamis, 01 Okt 2026 19:19
Sulsel
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
DPD I Golkar Sulsel memperpanjang kepengurusan 22 DPD II kabupaten/kota yang telah habis masa kepengurusannya. Sementara dua daerah lainnya yakni Bone dan Maros ditunjuk pelaksana tugas.
Kamis, 01 Okt 2026 18:01
Sulsel
4 Paket MYP Sulsel Tertinggal, Muhammad Sadar Desak Percepatan Pengerjaan
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, menyoroti progres pengerjaan proyek Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel yang belum mencapai target pada sebagian besar paket pekerjaan hingga September 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 15:38
Sulsel
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bone yang baru ditunjuk, menemui mantan Ketua DPD II Golkar Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi di kediamannya, Jalan Makmur, Kota Watampone, Minggu (27/9/2026).
Minggu, 27 Sep 2026 13:23
News
Ratusan Ojol Datangi DPRD Sulsel, Tolak Perubahan Status Mitra Menjadi Pekerja
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi Ojol Bersatu Sulawesi Selatan mendatangi Kantor DPRD Sulsel, Jumat (25/9/2026).
Jum'at, 25 Sep 2026 20:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng