Kadis Kesehatan Jeneponto Bantah Terlibat Dugaan Pungli Dana Kapitasi Nakes
Rabu, 11 Des 2024 13:15
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Susanti A Mansyur. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Susanti A Mansyur membantah terlibat dalam kasus dugaan pemotongan dana kapitasi yang diduga dilakukan Kepala Puskesmas (Kapus) Bontoramba.
Sebelumnya, Susanti A Mansyur disebut namanya memerintahkan oknum kapus dalam hal pemotongan dana kapitasi bagi sejumlah perawat. Praktik itu diduga sudah berlangsung lama di hampir semua Puskesmas Jeneponto.
Susanti mengaku, Kapus Bontoramba Ida Suraida sudah memberikan klarifikasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terkait dugaan pemotongan dana Kapitasi.
"Kapusnya sudah memberikan klarifikasi, dan sudah dilakukan pengambilan keterangan oleh kejaksaan," ungkap Susanti A. Mansyur dihubungi SINDO Makassar, Rabu siang.
Saat dirinya disebut terlibat memerintahkan oknum kapus, Susanti, A Mansyur membantah. "Tidak ada perintah terkait hal tersebut," bantahnya.
Ia juga membantah tidak ada pemotongan, karena dana masuk ke rekening masing-masing PKM.
"Tidak ada pemotongan karena dana masuk ke rekening PKM masing-masing, seperti yang disampaikan oleh kapus," tegas Susanti.
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jeneponto, mengaku telah menindaklanjuti kasus dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Puskesmas Bontoramba.
"Sementara kami tindak lanjuti," ungkap Kasi Intel Kejari Jeneponto, Muh Zahroel Ramadhana dihubungi, SINDO Makassar, Rabu pagi.
Kasi Intel Kejari Jeneponto, Muh Zahroel Ramadhana mengaku telah memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintai klarifikasi dalam kasus dugaan pemotongan dana kapitasi perawat.
"Dan sudah dari hari Senin, Kami lakukan klarifikasi kepada para pihak terkait," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Ida Suraida diduga melakukan praktik pungutan liar (Pungli).
Ida Suraida diduga melakukan pemotongan dana insentif Kapitasi terhadap tenaga medis, paramedis, bidan dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya.
Besaran dana kapitasi yang diduga dipotong Ida Suraida bervariasi, mulai dari 45 hingga 36 persen.
"Iya dana kapitasi kami pernah dipotong 45 persen tapi setelah saya protes turun menjadi 36 persen," ungkap salah seorang Perawat Puskemas Bontoramba yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menyebut, pemotongan dana insentif kapitasi sudah berlangsung lama sejak diberlakukannya anggaran jasa kapitasi dengan dalih permintaan beberapa oknum tingkatan jabatan.
"Bagiannya untuk Kepala Puskesmas, bagiannya untuk bendahara, bagiannya untuk Kepala Dinas Kesehatan. Memang ada suruhan dari atas, katanya Kepala Dinas Kesehatan yang perintahkan sehingga pemotongan ini dilakukan sejak adanya anggaran jasa kapitasi," ujarnya.
Anehnya lagi kata dia, pemotongan ini dilakukan setelah pembayaran dilakukan melalui sistem transfer non tunai (TNT). Kemudian, Kepala Puskesmas memerintahkan untuk melakukan pemotongan.
"Na-TF dulu karaeng, baru di setor langsung kareng," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontoramba, Ida Suraida yang berusaha dikonfirmasi, belum memberikan klarifikasinya terkait hal tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDO Makassar, bahwa pemotongan dana Kapitasi tersebut diduga terjadi semua Puskesmas yang ada di Jeneponto.
Sebelumnya, Susanti A Mansyur disebut namanya memerintahkan oknum kapus dalam hal pemotongan dana kapitasi bagi sejumlah perawat. Praktik itu diduga sudah berlangsung lama di hampir semua Puskesmas Jeneponto.
Susanti mengaku, Kapus Bontoramba Ida Suraida sudah memberikan klarifikasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terkait dugaan pemotongan dana Kapitasi.
"Kapusnya sudah memberikan klarifikasi, dan sudah dilakukan pengambilan keterangan oleh kejaksaan," ungkap Susanti A. Mansyur dihubungi SINDO Makassar, Rabu siang.
Saat dirinya disebut terlibat memerintahkan oknum kapus, Susanti, A Mansyur membantah. "Tidak ada perintah terkait hal tersebut," bantahnya.
Ia juga membantah tidak ada pemotongan, karena dana masuk ke rekening masing-masing PKM.
"Tidak ada pemotongan karena dana masuk ke rekening PKM masing-masing, seperti yang disampaikan oleh kapus," tegas Susanti.
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jeneponto, mengaku telah menindaklanjuti kasus dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Puskesmas Bontoramba.
"Sementara kami tindak lanjuti," ungkap Kasi Intel Kejari Jeneponto, Muh Zahroel Ramadhana dihubungi, SINDO Makassar, Rabu pagi.
Kasi Intel Kejari Jeneponto, Muh Zahroel Ramadhana mengaku telah memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintai klarifikasi dalam kasus dugaan pemotongan dana kapitasi perawat.
"Dan sudah dari hari Senin, Kami lakukan klarifikasi kepada para pihak terkait," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Ida Suraida diduga melakukan praktik pungutan liar (Pungli).
Ida Suraida diduga melakukan pemotongan dana insentif Kapitasi terhadap tenaga medis, paramedis, bidan dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya.
Besaran dana kapitasi yang diduga dipotong Ida Suraida bervariasi, mulai dari 45 hingga 36 persen.
"Iya dana kapitasi kami pernah dipotong 45 persen tapi setelah saya protes turun menjadi 36 persen," ungkap salah seorang Perawat Puskemas Bontoramba yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menyebut, pemotongan dana insentif kapitasi sudah berlangsung lama sejak diberlakukannya anggaran jasa kapitasi dengan dalih permintaan beberapa oknum tingkatan jabatan.
"Bagiannya untuk Kepala Puskesmas, bagiannya untuk bendahara, bagiannya untuk Kepala Dinas Kesehatan. Memang ada suruhan dari atas, katanya Kepala Dinas Kesehatan yang perintahkan sehingga pemotongan ini dilakukan sejak adanya anggaran jasa kapitasi," ujarnya.
Anehnya lagi kata dia, pemotongan ini dilakukan setelah pembayaran dilakukan melalui sistem transfer non tunai (TNT). Kemudian, Kepala Puskesmas memerintahkan untuk melakukan pemotongan.
"Na-TF dulu karaeng, baru di setor langsung kareng," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontoramba, Ida Suraida yang berusaha dikonfirmasi, belum memberikan klarifikasinya terkait hal tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDO Makassar, bahwa pemotongan dana Kapitasi tersebut diduga terjadi semua Puskesmas yang ada di Jeneponto.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Sinergi PLN & Kejari Jeneponto Kawal Proyek SUTT 150 kV Punagaya–Bantaeng
PLN UIP Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Selatan menjalin kerja sama dengan Kejari Jeneponto guna mendukung kelancaran pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng.
Rabu, 17 Jun 2026 10:21
News
Dugaan Korupsi SPAM Rp8 M Jeneponto Belum Terungkap, Penyidik Lengkapi Bukti
Penanganan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum pada Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto masih terus berproses di Kejari Jeneponto.
Jum'at, 12 Jun 2026 11:30
News
Beroperasi 2 Tahun, Mie Gacoan Maros Diduga Tak Pernah Setor Retribusi Parkir
Gerai Mie Gacoan di Kabupaten Maros yang telah beroperasi selama dua tahun diduga melakukan pungutan liar (pungli) parkir.
Senin, 08 Jun 2026 14:13
News
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
Kepala Desa Labuaja, Asdar Nasir, dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam program redistribusi tanah di Desa Labuaja tahun 2023.
Rabu, 15 Apr 2026 13:48
Sulsel
Spanduk Misterius Usut Korupsi Pupuk Subsidi Rp6 Miliar Terpasang di Kejari Jeneponto
Sebuah spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Korupsi Pupuk Subsidi Rp6.000.000.000 #SV Anjas Puskud” terpasang di pagar Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, Senin (6/4/2026) malam.
Senin, 06 Apr 2026 20:52
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
2
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
3
Apresiasi Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan, Kapolda Sulsel Beri Motor Patroli
4
POP MART Perluas Jangkauan ke Indonesia Timur dengan Pembukaan Gerai Baru di TSM Makassar
5
Pasokan Biosolar Parepare Aman, Pertamina Perkuat Pengawasan Layanan SPBU
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
2
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
3
Apresiasi Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan, Kapolda Sulsel Beri Motor Patroli
4
POP MART Perluas Jangkauan ke Indonesia Timur dengan Pembukaan Gerai Baru di TSM Makassar
5
Pasokan Biosolar Parepare Aman, Pertamina Perkuat Pengawasan Layanan SPBU