ADD Maros Rp76 Miliar Terserap 100 Persen
Rabu, 18 Des 2024 17:04
Bupati Maros AS Chaidir Syam melantik kepala desa beberapa waktu lalu. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, 80 desa di Kabupaten Maros menyerap 100 persen total anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten Maros.
Tahun 2024 ini, total ADD yang diserap mencapai Rp76.810.865.100 atau 100 persen dari anggaran ADD yang ditetapkan oleh Pemkab Maros melalui APBD.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam saat dihubungi menjelaskan, pemerintah desa memiliki 2 sumber transfer anggaran, yakni Dana Desa (DD) dari APBN dan Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari APBD.
ADD sebesar Rp76,8 miliar itu, sebutnya, diambil dari APBD 2024 yang nilainya 10 persen dari nilai Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
"Ini memang pertama kalinya ADD kita diserap 100 persen oleh pemerintah desa. Totalnya Rp76,8 miliar dan itu dicairkan bertahap setiap bulannya," kata Chaidir, Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, total ADD itu sudah termasuk di dalamnya Gaji Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, RT, Imam Desa, Imam Dusun, Imam Masjid, Pendeta dan operasional kantor desa serta Pembangunan.
"Sudah termasuk gaji Kades dan perangkatnya serta pemuka agama. Dan kita pencairannya itu setiap bulan dengan beberapa ketentuan," paparnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes), Idrus menjelaskan, hal yang membuat ADD itu bisa cair 100 persen, tidak terlepas dari komitmen kepala daerah yang terus mendorong kemandirian desa.
Selain itu, prosedur Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) desa juga semakin dipermudah namun tetap dengan pengawasan secara ketat.
"Jadi memang soal komitmen Pak Bupati yang ingin melihat desa-desa kita berkembang. Karena desa juga sudah punya program yang kalau tidak disupport dengan anggaran, yah tidak akan berjalan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Maros, Wahyu Febry menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Maros dan jajarannya yang selama ini sangat memperhatikan warganya melalui Pemerintah Desa.
"Jadi kami sangat berterima kasih atas hal itu. Karena selama ini memang kendala kami di lapangan utamanya soal penganggaran untuk melakukan program," ungkapnya.
Meski demikian, Wahyu meminta kepada Pemkab Maros untuk melakukan audit pekerjaan desa setiap tahunnya, agar serapan anggaran bisa tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pasalnya, kata dia, selama ini Laporan Hasil Pekerjaan (LHP) diserahkan kadang 3 tahun sekali dan banyak pekerjaan malah menjadi temuan inspektorat. Padahal, pekerjaan itu telah selesai tiga tahun sebelumnya.
"Kami sangat berharap, agar LHP itu tiap tahun. Selama ini banyak pekerjaan kami yang jadi temuan karena auditnya dilakukan 2 sampai 3 tahun masa pengerjaan yang sudah selesai," ujarnya.
Tahun 2024 ini, total ADD yang diserap mencapai Rp76.810.865.100 atau 100 persen dari anggaran ADD yang ditetapkan oleh Pemkab Maros melalui APBD.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam saat dihubungi menjelaskan, pemerintah desa memiliki 2 sumber transfer anggaran, yakni Dana Desa (DD) dari APBN dan Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari APBD.
ADD sebesar Rp76,8 miliar itu, sebutnya, diambil dari APBD 2024 yang nilainya 10 persen dari nilai Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
"Ini memang pertama kalinya ADD kita diserap 100 persen oleh pemerintah desa. Totalnya Rp76,8 miliar dan itu dicairkan bertahap setiap bulannya," kata Chaidir, Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, total ADD itu sudah termasuk di dalamnya Gaji Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, RT, Imam Desa, Imam Dusun, Imam Masjid, Pendeta dan operasional kantor desa serta Pembangunan.
"Sudah termasuk gaji Kades dan perangkatnya serta pemuka agama. Dan kita pencairannya itu setiap bulan dengan beberapa ketentuan," paparnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes), Idrus menjelaskan, hal yang membuat ADD itu bisa cair 100 persen, tidak terlepas dari komitmen kepala daerah yang terus mendorong kemandirian desa.
Selain itu, prosedur Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) desa juga semakin dipermudah namun tetap dengan pengawasan secara ketat.
"Jadi memang soal komitmen Pak Bupati yang ingin melihat desa-desa kita berkembang. Karena desa juga sudah punya program yang kalau tidak disupport dengan anggaran, yah tidak akan berjalan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Maros, Wahyu Febry menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Maros dan jajarannya yang selama ini sangat memperhatikan warganya melalui Pemerintah Desa.
"Jadi kami sangat berterima kasih atas hal itu. Karena selama ini memang kendala kami di lapangan utamanya soal penganggaran untuk melakukan program," ungkapnya.
Meski demikian, Wahyu meminta kepada Pemkab Maros untuk melakukan audit pekerjaan desa setiap tahunnya, agar serapan anggaran bisa tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pasalnya, kata dia, selama ini Laporan Hasil Pekerjaan (LHP) diserahkan kadang 3 tahun sekali dan banyak pekerjaan malah menjadi temuan inspektorat. Padahal, pekerjaan itu telah selesai tiga tahun sebelumnya.
"Kami sangat berharap, agar LHP itu tiap tahun. Selama ini banyak pekerjaan kami yang jadi temuan karena auditnya dilakukan 2 sampai 3 tahun masa pengerjaan yang sudah selesai," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
Moch Idham Khalid Pasya, siswa kelas V Kuttab Al-Azka Maros, meraih juara II pada ajang panahan tradisional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 30 Sep 2026 11:27
Sulsel
ASN di Camba Terindikasi Kasus Narkoba, BKPSDM Bentuk Tim Kode Etik
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, terindikasi terlibat dalam kasus narkoba yang diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 14:51
Sulsel
Maros Matangkan Persiapan Penilaian Piala Adipura 2026
Menjelang penilaian piala Adipura 2026 pada Oktober mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai mematangkan berbagai persiapan.
Selasa, 29 Sep 2026 11:44
News
Finalis Duta Anti Narkoba Maros Kampanye Bahaya Narkoba Lewat Seni
Sebanyak 32 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 unjuk gigi mengkampanyekan bahaya Narkoba lewat panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu (27/9/2026) malam.
Senin, 28 Sep 2026 10:55
Sulsel
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 tingkat Kabupaten Maros digelar di Grand Mall Maros, Rabu (23/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 15:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketua Umum PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games
2
MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa, Pemakzulan Husniah Talenrang Berlanjut
3
Transformasi JKN, Pasien Bisa Langsung ke RS Spesifik
4
Prabowo Lantik Rocky Gerung dan 25 Tokoh Lain sebagai Wantimpres
5
OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kepemimpinan dan Pengawasan Sektor Keuangan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketua Umum PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games
2
MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa, Pemakzulan Husniah Talenrang Berlanjut
3
Transformasi JKN, Pasien Bisa Langsung ke RS Spesifik
4
Prabowo Lantik Rocky Gerung dan 25 Tokoh Lain sebagai Wantimpres
5
OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kepemimpinan dan Pengawasan Sektor Keuangan