Tak Dihadiri Gubernur, Dewan Sebut Paripurna Hasil Reses Tanpa Ruh
Senin, 14 Apr 2025 16:02
Anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Yeni Rahman. Foto: Istimewa
MAKASSAR - DPRD Sulsel menggelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2024/25 di Gedung Paripurna pada Senin (14/04/2025).
Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina ditemani dua pimpinan lainnya Yasir Machmud dan Fauzi Andi Wawo. Gubernur dan Wagub Sulsel tidak hadir dan hanya diwakili Asisten Satu, Muhammad Arafah.
Rahman Pina mempersilakan satu persatu fraksi untuk menyampaikan laporan hasil pelaksanaan resesnya. Bisa dibacakan poin-poin pentingnya, atau diserahkan langsung ke pimpinan.
"Silakan membacakan poin-poin pentingnya saja, atau bisa langsung diserahkan kepada pimpinan. Ini untuk mengefisienkan waktu," kata RP.
Mayoritas Fraksi DPRD Sulsel tak membacakan laporan hasil pelaksanaan resesnya saat diberikan kesempatan. Beberapa diantaranya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan permohonan maaf usai lebaran dan melempar pantun.
Seperti Ketua Fraksi Gerindra, Fadel Muhammad Tauphan Ansar, Anggota Fraksi PKB, Andi Ayoga Fadel Akbar dan Anggota Fraksi Harapa, drg. Marji Rumpak.
Anggota Fraksi PKS, Yeni Rahman menyoroti ketidakhadiran Gubernur dan Wagub Sulsel. Ia kecewa sebab absennya keduanya juga tidak dihadiri oleh Sekda.
"Saya melihat ini merupakan paripurna tanpa ruh. Saya tidak pernah melihat Gubernur hadir dalam rapat paripurna. Saya 10 tahun di DPRD Makassar tidak pernah ada asisten yang ada diatas (mewakili), minimal sekda. Itupun juga kalau wali kota nya betul-betul tidak bisa hadir," kata Yeni saat memberikan interupsi dalam paripurna.
"Saya berharap, kita tidak usah Paripurna kalau tidak ada Gubernur, karena kita ini kolektif kolegial untuk membangun Sulsel," jelasnya.
Yeni kemudian menyoroti mayoritas fraksi yang tidak menyuarakan aspirasi masyarakat dalam paripurna ini. Sekali pun ia mengaku tidak bisa memaksakan fraksi lain untuk menyampaikan hasil laporan resesnya.
"Karena kita tahu paripurna adalah tempat yang paling istimewa, terlebih lagi yang akan kita dengarkan keluh kesah masyarakat," ungkapnya.
"Saya tdak bisa memaksakan teman-teman fraksi untuk membacakan semua aspirasi masyarakat. Kalau membaca saja kita tidak semangat. Kalau kita hanya menyuarakan minta maaf kalau di paripurna, ini hanya administrasi," lanjutnya.
Politisi PKS ini menyoroti surat edaran yang masuk, bahwa Pemprov Sulsel memberhentikan sementara BPJSnya kepada daerah. Yeni menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan factor yang tidak bisa dinego karena merupakan kebutuhan masyarakat.
"Tahun 2024 kalian (Pemprov) tidak mau bayarkan. Terlalu sibuk di APBN, diotak-atik kiri kanan tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Bantuan keuangan tidak diselesaikan, hutang-hutang," terangnya.
"Kami dari Fraksi PKS berharap, bahwa surat edaran itu segera dicabut. Apalagi kalau sementara, tidak perlu dicabut. Hal ini sudah dilakukan oleh Makassar, tapi mereka tidak berhentikan (BPJSnya)," sambungnya.
Rahman Pina pun menampung aspirasi Yeni Rahman soal ketidakhadiran Gubernur dan Wagub. Ia setuju bila rapat paripurna dihadiri oleh salah satunya, minimal Sekda.
"Saya kira itu penting dan pada kesempatan ini kami sampaikan pada asisten untuk diteruskan pada Gubernur," kuncinya.
Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina ditemani dua pimpinan lainnya Yasir Machmud dan Fauzi Andi Wawo. Gubernur dan Wagub Sulsel tidak hadir dan hanya diwakili Asisten Satu, Muhammad Arafah.
Rahman Pina mempersilakan satu persatu fraksi untuk menyampaikan laporan hasil pelaksanaan resesnya. Bisa dibacakan poin-poin pentingnya, atau diserahkan langsung ke pimpinan.
"Silakan membacakan poin-poin pentingnya saja, atau bisa langsung diserahkan kepada pimpinan. Ini untuk mengefisienkan waktu," kata RP.
Mayoritas Fraksi DPRD Sulsel tak membacakan laporan hasil pelaksanaan resesnya saat diberikan kesempatan. Beberapa diantaranya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan permohonan maaf usai lebaran dan melempar pantun.
Seperti Ketua Fraksi Gerindra, Fadel Muhammad Tauphan Ansar, Anggota Fraksi PKB, Andi Ayoga Fadel Akbar dan Anggota Fraksi Harapa, drg. Marji Rumpak.
Anggota Fraksi PKS, Yeni Rahman menyoroti ketidakhadiran Gubernur dan Wagub Sulsel. Ia kecewa sebab absennya keduanya juga tidak dihadiri oleh Sekda.
"Saya melihat ini merupakan paripurna tanpa ruh. Saya tidak pernah melihat Gubernur hadir dalam rapat paripurna. Saya 10 tahun di DPRD Makassar tidak pernah ada asisten yang ada diatas (mewakili), minimal sekda. Itupun juga kalau wali kota nya betul-betul tidak bisa hadir," kata Yeni saat memberikan interupsi dalam paripurna.
"Saya berharap, kita tidak usah Paripurna kalau tidak ada Gubernur, karena kita ini kolektif kolegial untuk membangun Sulsel," jelasnya.
Yeni kemudian menyoroti mayoritas fraksi yang tidak menyuarakan aspirasi masyarakat dalam paripurna ini. Sekali pun ia mengaku tidak bisa memaksakan fraksi lain untuk menyampaikan hasil laporan resesnya.
"Karena kita tahu paripurna adalah tempat yang paling istimewa, terlebih lagi yang akan kita dengarkan keluh kesah masyarakat," ungkapnya.
"Saya tdak bisa memaksakan teman-teman fraksi untuk membacakan semua aspirasi masyarakat. Kalau membaca saja kita tidak semangat. Kalau kita hanya menyuarakan minta maaf kalau di paripurna, ini hanya administrasi," lanjutnya.
Politisi PKS ini menyoroti surat edaran yang masuk, bahwa Pemprov Sulsel memberhentikan sementara BPJSnya kepada daerah. Yeni menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan factor yang tidak bisa dinego karena merupakan kebutuhan masyarakat.
"Tahun 2024 kalian (Pemprov) tidak mau bayarkan. Terlalu sibuk di APBN, diotak-atik kiri kanan tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Bantuan keuangan tidak diselesaikan, hutang-hutang," terangnya.
"Kami dari Fraksi PKS berharap, bahwa surat edaran itu segera dicabut. Apalagi kalau sementara, tidak perlu dicabut. Hal ini sudah dilakukan oleh Makassar, tapi mereka tidak berhentikan (BPJSnya)," sambungnya.
Rahman Pina pun menampung aspirasi Yeni Rahman soal ketidakhadiran Gubernur dan Wagub. Ia setuju bila rapat paripurna dihadiri oleh salah satunya, minimal Sekda.
"Saya kira itu penting dan pada kesempatan ini kami sampaikan pada asisten untuk diteruskan pada Gubernur," kuncinya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
Kepedulian terhadap warga kurang mampu ditunjukkan Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Hj. Salmawati, bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Suharmin Kilang.
Minggu, 23 Agu 2026 06:57
Sulsel
Ketua Fraksi LBK Ingin Sekretaris Golkar Sulsel Figur yang Lincah Bekerja
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Lukman B Kady menginginkan figur yang lincah untuk mengisi jabatan sekretaris DPD I Golkar Sulsel kedepan. Tujuannya untuk memudahkan kinerja Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai ketua terpilih.
Selasa, 18 Agu 2026 16:57
News
Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Selasa, 11 Agu 2026 16:36
News
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Keandalan Listrik
PT PLN memperkuat sinergi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 08 Agu 2026 13:28
Sulsel
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang belum memiliki sertifikat.
Senin, 03 Agu 2026 14:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
2
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
3
Kejari Lutim Tegaskan Penguatan Integritas dan Tata Kelola Pemerintahan
4
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
5
WA Wabup Luwu Timur Dibajak, Pelaku Minta Pinjaman Rp2 Juta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
2
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
3
Kejari Lutim Tegaskan Penguatan Integritas dan Tata Kelola Pemerintahan
4
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
5
WA Wabup Luwu Timur Dibajak, Pelaku Minta Pinjaman Rp2 Juta