DPRD Sulsel Kunjungi Gudang Bulog Makassar, Mutu Beras Layak Konsumsi
Kamis, 04 Sep 2025 17:57
Komisi B DPRD Sulsel berkunjung ke Gudang Bulog Makassar pada Kamis (04/09/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi B DPRD Sulsel berkunjung ke Gudang Bulog Makassar pada Kamis (04/09/2025). Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud dan Ketua Komisi B, Azizah Irma Wahyudiyati.
Mereka diterima langsung oleh Kepala Bulog Sulselbar, Fahrurozi dan Kepala Cabang Makassar, Karmila Hasmin Marunta.
Yasir menyampaikan kunjungan ini dalam rangka melakukan pemantauan serta pengawasan terkait ketersediaan stok beras dan kesiapan Gudang Bulog dalam menampung produksi gabah dan beras petani di Sulawesi Selatan.
"Pengecekan ke Gudang seperti ini penting untuk memastikan cadangan pangan kita aman dan distribusinya berjalan baik," ucap legislator Partai Gerindra ini.
Selain memastikan kualitas beras, Yasir juga menekankan pentingnya peran Bulog dalam melakukan intervensi harga pasar sesuai dengan Harga Eceran Tertentu (HET).
Ia juga meminta media untuk ikut serta menyuarakan jika ada pihak-pihak yang memainkan harga. "Media juga harus membantu menyuarakan jika ada pihak-pihak yang bermain harga," terangnya.
Sementara itu, Azizah Irma menambahkan kunjungan kerja ini sebagai bentuk dukungan sekaligus melakukan pengawasan agar program Presiden dapat berjalan dengan baik dengan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan.
"Komisi B mendukung penuh program penyerapan gabah dan beras oleh Bulog Sulsel dengan memberikan masukan serta informasi di daerah mana saja yang belum terserap hasil pertaniannya, sehingga masyarakat dapat kepastian terhadap hasil panennya," jelasnya.
Pada kesempatan ini, Fahrurozi menyambut baik kunjungan pengawasan para legislator DPRD Sulsel.
"Bulog Sulselbar siap menampung gabah dan beras petani, dengan target yang telah ditentukan pemerintah, sepanjang tahun 2025, sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional," tegas Fahrurozi.
Lebih lanjut, ia menuturkan terkait antisipasi lonjakan produksi gabah dan beras. Maka Bulog mengantisipai keterbatasan gudang, dengan menyewa gudang tambahan di beberapa lokasi yang ada di Sulawesi Selatan.
Hasil kunjungan ini didapakan informasi bahwa di Sulawesi Selatan, tidak terdapat beras yang rusak atau tidak layak konsumsi yang ada di gudang Perum Bulog Sulsel. Sehingga mutu beras layak diproduksi dan dikonsumsi.
Adapun kunjungan kerja ini dihadiri oleh para Anggota Komisi B DPRD Sulsel yakni, Alimuddin, Bahtiar, Heriwawan, Andi Saiful Misbahuddin, Yuniana Mulyana, drg. Marji Rumpak dan Marthen Rantetondok.
Mereka diterima langsung oleh Kepala Bulog Sulselbar, Fahrurozi dan Kepala Cabang Makassar, Karmila Hasmin Marunta.
Yasir menyampaikan kunjungan ini dalam rangka melakukan pemantauan serta pengawasan terkait ketersediaan stok beras dan kesiapan Gudang Bulog dalam menampung produksi gabah dan beras petani di Sulawesi Selatan.
"Pengecekan ke Gudang seperti ini penting untuk memastikan cadangan pangan kita aman dan distribusinya berjalan baik," ucap legislator Partai Gerindra ini.
Selain memastikan kualitas beras, Yasir juga menekankan pentingnya peran Bulog dalam melakukan intervensi harga pasar sesuai dengan Harga Eceran Tertentu (HET).
Ia juga meminta media untuk ikut serta menyuarakan jika ada pihak-pihak yang memainkan harga. "Media juga harus membantu menyuarakan jika ada pihak-pihak yang bermain harga," terangnya.
Sementara itu, Azizah Irma menambahkan kunjungan kerja ini sebagai bentuk dukungan sekaligus melakukan pengawasan agar program Presiden dapat berjalan dengan baik dengan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan.
"Komisi B mendukung penuh program penyerapan gabah dan beras oleh Bulog Sulsel dengan memberikan masukan serta informasi di daerah mana saja yang belum terserap hasil pertaniannya, sehingga masyarakat dapat kepastian terhadap hasil panennya," jelasnya.
Pada kesempatan ini, Fahrurozi menyambut baik kunjungan pengawasan para legislator DPRD Sulsel.
"Bulog Sulselbar siap menampung gabah dan beras petani, dengan target yang telah ditentukan pemerintah, sepanjang tahun 2025, sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional," tegas Fahrurozi.
Lebih lanjut, ia menuturkan terkait antisipasi lonjakan produksi gabah dan beras. Maka Bulog mengantisipai keterbatasan gudang, dengan menyewa gudang tambahan di beberapa lokasi yang ada di Sulawesi Selatan.
Hasil kunjungan ini didapakan informasi bahwa di Sulawesi Selatan, tidak terdapat beras yang rusak atau tidak layak konsumsi yang ada di gudang Perum Bulog Sulsel. Sehingga mutu beras layak diproduksi dan dikonsumsi.
Adapun kunjungan kerja ini dihadiri oleh para Anggota Komisi B DPRD Sulsel yakni, Alimuddin, Bahtiar, Heriwawan, Andi Saiful Misbahuddin, Yuniana Mulyana, drg. Marji Rumpak dan Marthen Rantetondok.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Komisi B Pasang Badan, DPRD Sulsel Minta Sanksi Pabrik Sawit yang Tak Patuh Harga TBS
Komisi B DPRD Sulsel mengeluarkan rekomendasi tegas menyikapi ketidakpatuhan sejumlah pabrik kelapa sawit terhadap penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Senin, 19 Jan 2026 19:24
Sulsel
Pernah Tangani Proyek Bersoal! DPRD Sulsel Tak Mau Orang Bermasalah Tangani Proyek Irigasi
Komisi D DPRD Sulsel merekomendasikan pergantian team leader yang mengerjakan paket irigasi multi years 2025-2027. Rekomendasi ini disampaikan dalam rapat kerja bersama pemenang tender managemen konstruksi (MK) di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar pada Senin (19/01/2026).
Senin, 19 Jan 2026 18:15
Sulsel
Temukan Perbedaan Laporan Deviden, DPRD Sulsel Minta GMTD Siapkan Data Lengkap
Komisi D menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Kantor DPRD Sulsel sementara pada Rabu (14/01/2026).
Rabu, 14 Jan 2026 19:41
News
GMTD Tegaskan Status Hukum hingga Kontribusi ke Daerah di RDP DPRD Sulsel
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menghormati pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Jan 2026 18:20
Sulsel
DPRD Sulsel Tindaklanjuti Aduan Non-ASN dan Guru Terkait PPPK Paruh Waktu
Komisi E DPRD Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti aduan masyarakat yang disampaikan Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) terkait nasib tenaga administrasi non-ASN dan guru.
Kamis, 08 Jan 2026 19:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Menuju Setahun Kepemimpinan SAR-Kanaah, Sidrap sebagai Barometer Baru Ekonomi Sulsel
3
Jenazah Florencia Lolita Wibisono Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
4
AKBP Widi Setiawan Pamit, AKBP Haryo Basuki Ambil Alih Kepemimpinan Polres Jeneponto
5
Jenazah Pertama Korban ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi via Udara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
2
Menuju Setahun Kepemimpinan SAR-Kanaah, Sidrap sebagai Barometer Baru Ekonomi Sulsel
3
Jenazah Florencia Lolita Wibisono Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
4
AKBP Widi Setiawan Pamit, AKBP Haryo Basuki Ambil Alih Kepemimpinan Polres Jeneponto
5
Jenazah Pertama Korban ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi via Udara