DPRD Sulsel Fasilitasi Aspirasi Ratusan Tenaga Kesehatan Non-ASN dari Kabupaten/kota
Selasa, 14 Okt 2025 19:21
DPRD Sulsel menggelar RDP bersama ratusan nakes non-ASN dari berbagai kabupaten/kota di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Makassar pada Selasa (14/10/2025). Foto: Humas DPRD Sulsel
MAKASSAR - DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama ratusan tenaga kesehatan (nakes) non-ASN dari berbagai kabupaten/kota di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Makassar pada Selasa (14/10/2025).
RDP tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi; Ketua Komisi A, Andi Anwar Purnomo, dan dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Mizar Roem.
Pertemuan membahas sejumlah isu penting, antara lain status kepegawaian, kesejahteraan, serta persoalan pemecatan dan tidak terdatanya sebagian tenaga non-ASN di pangkalan data BKN.
RDP ini juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer pada tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, beberapa tenaga kesehatan menyampaikan langsung aspirasinya kepada para legislator Sulsel, serta perwakilan BKN Provinsi dan BKAD Pemprov Sulsel.
Salah satu nakes, Andi Astrini dari Kabupaten Luwu Utara, mengungkapkan keluhannya terkait pendataan yang dinilai tidak transparan.
"Aturannya jika sudah ikut tes CPNS, maka tidak bisa lagi tes PPPK. Tetapi ada juga tetap diluluskan ke tahap kedua. Sementara kami di Puskesmas yang berhubungan langsung masyarakat tidak diluluskan," keluh Andi Astrini di hadapan legislator.
"Jadi kami sangat berharap kepada pemerintah provinsi untuk meneruskan aspirasi kami ke komisi III DPR RI, agar kami juga bisa terangkat. Karena ada yang puluhan tahun mengabdi, tapi belum terangkat, sementara ada juga belum dua tahun mengabdi, sudah lulus PPPK," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Mizar Roem menegaskan bahwa seluruh aspirasi tenaga kesehatan akan ditindaklanjuti ke tingkat pusat.
"Semua aspirasi tenaga kesehatan, akan kami tampung untuk kami bawa ke pusat sesuai atauran, karena ini butuh secara faktual makanya harus ada validasi data. Kami minta nakes dari kabupaten kota untuk menyampaikan secara tertulis," ucapnya.
Sementara itu, Andi Rachmatika Dewi menegaskan bahwa DPRD telah menepati janji untuk memfasilitasi persoalan tenaga kesehatan.
"Kehadiran kami di sini untuk memfasilitasi teman-teman dari kabupaten kota dengan berbagai macam persoalan yang di hadapi nakes," tuturnya.
Ia menambahkan, perjuangan ini memerlukan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar aspirasi nakes bisa tersampaikan dengan baik.
"Hari ini dihadiri oleh semua stekholder, sehingga kami berharap aspirasi nakes bisa tersampaikan dengan baik. Ini bagian dari perjuangan kita bersama. Meskipun ini ranah kabupaten kota, tapi harus diperjuangkan, meski saat ini banyak pemotongan anggaran dari pusat," terangnya.
Cicu sapaannya menuturkan, persoalan ini tak boleh melukai para nakes yang sudah mengabdi puluhan tahun. Makanya, ia meminta untuk segera melakukan validasi data agar bisa diteruskan ke pusat.
"Kami juga berharap teman-teman kabupaten kota untuk memberikan support kepada teman-teman nakes. Karena sebenarnya ini bukan kewenangan kami di provinsi, tapi kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan nakes," tutupnya.
RDP tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi; Ketua Komisi A, Andi Anwar Purnomo, dan dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Mizar Roem.
Pertemuan membahas sejumlah isu penting, antara lain status kepegawaian, kesejahteraan, serta persoalan pemecatan dan tidak terdatanya sebagian tenaga non-ASN di pangkalan data BKN.
RDP ini juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer pada tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, beberapa tenaga kesehatan menyampaikan langsung aspirasinya kepada para legislator Sulsel, serta perwakilan BKN Provinsi dan BKAD Pemprov Sulsel.
Salah satu nakes, Andi Astrini dari Kabupaten Luwu Utara, mengungkapkan keluhannya terkait pendataan yang dinilai tidak transparan.
"Aturannya jika sudah ikut tes CPNS, maka tidak bisa lagi tes PPPK. Tetapi ada juga tetap diluluskan ke tahap kedua. Sementara kami di Puskesmas yang berhubungan langsung masyarakat tidak diluluskan," keluh Andi Astrini di hadapan legislator.
"Jadi kami sangat berharap kepada pemerintah provinsi untuk meneruskan aspirasi kami ke komisi III DPR RI, agar kami juga bisa terangkat. Karena ada yang puluhan tahun mengabdi, tapi belum terangkat, sementara ada juga belum dua tahun mengabdi, sudah lulus PPPK," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Mizar Roem menegaskan bahwa seluruh aspirasi tenaga kesehatan akan ditindaklanjuti ke tingkat pusat.
"Semua aspirasi tenaga kesehatan, akan kami tampung untuk kami bawa ke pusat sesuai atauran, karena ini butuh secara faktual makanya harus ada validasi data. Kami minta nakes dari kabupaten kota untuk menyampaikan secara tertulis," ucapnya.
Sementara itu, Andi Rachmatika Dewi menegaskan bahwa DPRD telah menepati janji untuk memfasilitasi persoalan tenaga kesehatan.
"Kehadiran kami di sini untuk memfasilitasi teman-teman dari kabupaten kota dengan berbagai macam persoalan yang di hadapi nakes," tuturnya.
Ia menambahkan, perjuangan ini memerlukan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar aspirasi nakes bisa tersampaikan dengan baik.
"Hari ini dihadiri oleh semua stekholder, sehingga kami berharap aspirasi nakes bisa tersampaikan dengan baik. Ini bagian dari perjuangan kita bersama. Meskipun ini ranah kabupaten kota, tapi harus diperjuangkan, meski saat ini banyak pemotongan anggaran dari pusat," terangnya.
Cicu sapaannya menuturkan, persoalan ini tak boleh melukai para nakes yang sudah mengabdi puluhan tahun. Makanya, ia meminta untuk segera melakukan validasi data agar bisa diteruskan ke pusat.
"Kami juga berharap teman-teman kabupaten kota untuk memberikan support kepada teman-teman nakes. Karena sebenarnya ini bukan kewenangan kami di provinsi, tapi kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan nakes," tutupnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Selasa, 11 Agu 2026 16:36
News
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Keandalan Listrik
PT PLN memperkuat sinergi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 08 Agu 2026 13:28
Sulsel
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang belum memiliki sertifikat.
Senin, 03 Agu 2026 14:10
News
Fatma Wahyuddin Kunjungi Korban Kebakaran Tallo, Bantu Warga Terdampak
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fatma Wahyuddin, meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (1/8/2026).
Minggu, 02 Agu 2026 05:11
Makassar City
PKB Makassar Siapkan Bantuan ke KK untuk Dukung Program Urban Farming Terintegrasi
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo menggelar reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025/26 di Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Makassar pada Rabu (29/07/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 18:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
3
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Asmo Sulsel Tebar Promo Spesial untuk Konsumen Luwu Raya & Toraja