NH dan Idrus Marham Bahas Dinamika Musda Golkar di Warung Makan Coto Gowa
Jum'at, 14 Nov 2025 11:22
Dua politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid dan Idrus Marham bertemu di Coto Sunggu II, Sungguminasa, Gowa pada Jumat (14/11/2025) pagi. Foto: Muhaimin
GOWA - Dua politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid dan Idrus Marham bertemu di Coto Sunggu II, Sungguminasa, Gowa pada Jumat (14/11/2025) pagi.
NH lebih dulu datang sekira pukul 07.00 WITA. Ia langsung makan coto bersama dengan keluarga dan kerabatnya.
Coto Sungguh II memang merupakan tempat favorit NH makan coto di Gowa.
Satu jam kemudian, Idrus Marham datang saat NH sudah selesai makan coto. Kedatangannya membuat suasana makin cair.
Momentum ini dimanfaatkan awak media yang hadir untuk menanyakan dinamika Musda Golkar Sulsel.
Saat ini, jadwal Musda Golkar Sulsel belum jelas. Sementara jabatan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Sulsel bakal berakhir pada 19 November 2025.
NH mengatakan, DPP punya opsi menyikapi status TP sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Bisa diganti oleh pelaksana tugas (plt), atau kepengurusannya diperpanjang.
"Posisi (peraturan organisasi) Plt harus setingkat di atasnya. Tapi bisa juga DPP mengambil kebijakan untuk memperpanjang (kepengurusan), itu bisa juga," kata NH.
Anggota DPR RI ini menuturkan, banyak senior Golkar asal Sulsel yang bisa menjadi Plt. Seperti Idrus Marham dan Mustafa Raja.
Menurut NH, sebaiknya digelar Musda secepatnya. Kalau pun ada Plt, maka yang bertugas bisa segera membentuk panitia agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
"Sebaiknya memang orang Sulsel yang jadi Plt, agar bisa langsung menyesuaikan. Kalau orang daerah kan, dia sudah tahu kondisi di daerah," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI punya tiga nama yang berpotensi menjadi Ketua Golkar Sulsel. Dia adalah Taufan Pawe, Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina Kartika Sari.
"Sekarang ini yang menurut pengamatan saya itu, yang kuat ada 3 orang. Pak Taufan Pawe sendiri, Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina," jelasnya.
Sementara itu, Idrus Marham mengajak semua calon ketua Golkar Sulsel untuk bersatu. Tidak boleh ada ego masing-masing.
"Jangan merasa ini. Tapi satu kesatuan membangun rumah besar ini, manata rumah besar ini, supaya tujuannya cuma satu. Bagaimana agar supaya Golkar kembali menjadi lumbung beringin," jelas Idrus.
Menurut Idrus, untuk menjadi lumbung beringin perlu ada kolaborasi kader senior dan muda. Dibutuhkan pengalaman dan gerakan baru untuk membesarkan Golkar kedepan.
Idrus menilai, ada tiga nama calon ketua yang dinilainya kuat. "Nama-nama yang muncul seperti Andi Ina, Appi (Munafri Arifuddin) dan Aco (IAS)," jelasnya.
NH lebih dulu datang sekira pukul 07.00 WITA. Ia langsung makan coto bersama dengan keluarga dan kerabatnya.
Coto Sungguh II memang merupakan tempat favorit NH makan coto di Gowa.
Satu jam kemudian, Idrus Marham datang saat NH sudah selesai makan coto. Kedatangannya membuat suasana makin cair.
Momentum ini dimanfaatkan awak media yang hadir untuk menanyakan dinamika Musda Golkar Sulsel.
Saat ini, jadwal Musda Golkar Sulsel belum jelas. Sementara jabatan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Sulsel bakal berakhir pada 19 November 2025.
NH mengatakan, DPP punya opsi menyikapi status TP sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Bisa diganti oleh pelaksana tugas (plt), atau kepengurusannya diperpanjang.
"Posisi (peraturan organisasi) Plt harus setingkat di atasnya. Tapi bisa juga DPP mengambil kebijakan untuk memperpanjang (kepengurusan), itu bisa juga," kata NH.
Anggota DPR RI ini menuturkan, banyak senior Golkar asal Sulsel yang bisa menjadi Plt. Seperti Idrus Marham dan Mustafa Raja.
Menurut NH, sebaiknya digelar Musda secepatnya. Kalau pun ada Plt, maka yang bertugas bisa segera membentuk panitia agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
"Sebaiknya memang orang Sulsel yang jadi Plt, agar bisa langsung menyesuaikan. Kalau orang daerah kan, dia sudah tahu kondisi di daerah," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI punya tiga nama yang berpotensi menjadi Ketua Golkar Sulsel. Dia adalah Taufan Pawe, Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina Kartika Sari.
"Sekarang ini yang menurut pengamatan saya itu, yang kuat ada 3 orang. Pak Taufan Pawe sendiri, Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina," jelasnya.
Sementara itu, Idrus Marham mengajak semua calon ketua Golkar Sulsel untuk bersatu. Tidak boleh ada ego masing-masing.
"Jangan merasa ini. Tapi satu kesatuan membangun rumah besar ini, manata rumah besar ini, supaya tujuannya cuma satu. Bagaimana agar supaya Golkar kembali menjadi lumbung beringin," jelas Idrus.
Menurut Idrus, untuk menjadi lumbung beringin perlu ada kolaborasi kader senior dan muda. Dibutuhkan pengalaman dan gerakan baru untuk membesarkan Golkar kedepan.
Idrus menilai, ada tiga nama calon ketua yang dinilainya kuat. "Nama-nama yang muncul seperti Andi Ina, Appi (Munafri Arifuddin) dan Aco (IAS)," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Teknologi Barcode Amankan Musda Golkar Sulsel, Hanya Peserta Resmi yang Lolos
Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan menerapkan sistem keamanan ketat dengan menggunakan teknologi barcode untuk memverifikasi keabsahan peserta.
Minggu, 05 Apr 2026 20:28
News
Waka Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Nilai BUMN Tambang Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral
Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya penguatan tata kelola sektor pertambangan, khususnya komoditas emas dan mineral strategis, agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Rabu, 01 Apr 2026 19:15
News
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham melontarkan kritik tajam terhadap Menteri dan Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto.
Minggu, 29 Mar 2026 13:36
News
Dari Tanah Suci, Nurdin Halid Ajak Masyarakat Syukuri Ramadan dan Sambut Idulfitri
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci bersama keluarga pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Jum'at, 20 Mar 2026 13:44
News
Prabowo Kantongi Data Intelijen Pengamat Titipan, Idrus Marham: Kritik Harus Jujur dan Tak Bermuatan Kepentingan
Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mengantongi data intelijen terkait pihak-pihak yang diduga membiayai sejumlah pengamat politik yang kerap mengkritik pemerintah.
Selasa, 17 Mar 2026 16:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
150 Tenant UMKM Siap Meriahkan MTQ Sulsel XXXIV di Maros
2
Fadel Tauphan Anshar Dorong Penyatuan KNPI di Daerah, Bulukumba Jadi Awal
3
Himatik FT-UNM Gelar Upgrading, Tingkatkan Kompetensi Pengurus 2025–2026
4
Pimpin FT UMI, Prof St Maryam Prioritaskan Digitalisasi dan Akreditasi Unggul
5
Agya Stylix Makin Digemari Anak Muda, Penjualan Terus Melonjak
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
150 Tenant UMKM Siap Meriahkan MTQ Sulsel XXXIV di Maros
2
Fadel Tauphan Anshar Dorong Penyatuan KNPI di Daerah, Bulukumba Jadi Awal
3
Himatik FT-UNM Gelar Upgrading, Tingkatkan Kompetensi Pengurus 2025–2026
4
Pimpin FT UMI, Prof St Maryam Prioritaskan Digitalisasi dan Akreditasi Unggul
5
Agya Stylix Makin Digemari Anak Muda, Penjualan Terus Melonjak