Empat Desa, Empat Inovasi: Mahasiswa FISIP Unhas Gelar Pameran Kewirausahaan
Kamis, 20 Nov 2025 13:30
FISIP Unhas menggelar pameran produk kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat di pelataran FISIP Unhas, Selasa (18/11/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menggelar pameran produk kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat di pelataran FISIP Unhas, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat Departemen Ilmu Pemerintahan.
Pameran ini dibimbing oleh tim dosen pengampu, yakni Prof Rabina Yunus, Irwan Ade Saputra dan Zulham Arief. Kegiatan tersebut menjadi puncak pembelajaran yang memadukan teori perkuliahan dengan pendampingan langsung di lapangan.
Empat kelompok mahasiswa memamerkan produk olahan berbasis potensi lokal dari empat desa pada dua kabupaten.
Masing-masing adalah Purple Puff Roll — Lumpia ubi ungu, Desa Bontoala, Kabupaten Gowa. Brixcel.Co — Briket tempurung kelapa ramah lingkungan, Desa Panciro, Kabupaten Gowa.
Kemudian Bontaste — Abon ikan nila dengan cita rasa khas Makassar, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Dan Payapure.id— Selai pepaya organik, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Selain memproduksi olahan, mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan mulai dari pengolahan bahan, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran. Sebelum turun ke lapangan, mereka dibekali materi kewirausahaan, teori pemberdayaan masyarakat, konsep SDGs, dan pendekatan pemasaran.
FISIP Unhas berharap kegiatan ini dapat memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi desa dan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Joaquin Farrell Mantino, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan sekaligus Ketua Kelas Mata Kuliah Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari materi pembelajaran yang dikembangkan menjadi program praktik lapangan.
Menurut Joaquin, pameran empat produk — abon ikan nila, selai pepaya, lumpia ubi ungu, dan briket — bertujuan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi masing-masing kelompok, menguji respons pasar, serta mengasah keterampilan promosi, branding, dan komunikasi.
Ia mengatakan bahwa respon masyarakat selama kegiatan cek lokasi sangat positif. Produk pangan dinilai menarik dan mencerminkan identitas kuliner lokal, sementara briket mendapat apresiasi karena memberi solusi pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Joaquin menambahkan bahwa kegiatan ini bukan program rutin, melainkan proyek pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Meski begitu, kegiatan dapat dikembangkan menjadi program lanjutan jika diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan empat desa didasarkan pada potensi lokal yang beragam, kesiapan masyarakat untuk dibina, serta kesesuaian antara karakteristik desa dengan jenis produk yang dikembangkan mahasiswa. Pertimbangan aksesibilitas dan dukungan mitra lokal turut memastikan pendampingan berjalan efektif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat Departemen Ilmu Pemerintahan.
Pameran ini dibimbing oleh tim dosen pengampu, yakni Prof Rabina Yunus, Irwan Ade Saputra dan Zulham Arief. Kegiatan tersebut menjadi puncak pembelajaran yang memadukan teori perkuliahan dengan pendampingan langsung di lapangan.
Empat kelompok mahasiswa memamerkan produk olahan berbasis potensi lokal dari empat desa pada dua kabupaten.
Masing-masing adalah Purple Puff Roll — Lumpia ubi ungu, Desa Bontoala, Kabupaten Gowa. Brixcel.Co — Briket tempurung kelapa ramah lingkungan, Desa Panciro, Kabupaten Gowa.
Kemudian Bontaste — Abon ikan nila dengan cita rasa khas Makassar, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Dan Payapure.id— Selai pepaya organik, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Selain memproduksi olahan, mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan mulai dari pengolahan bahan, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran. Sebelum turun ke lapangan, mereka dibekali materi kewirausahaan, teori pemberdayaan masyarakat, konsep SDGs, dan pendekatan pemasaran.
FISIP Unhas berharap kegiatan ini dapat memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi desa dan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Joaquin Farrell Mantino, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan sekaligus Ketua Kelas Mata Kuliah Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari materi pembelajaran yang dikembangkan menjadi program praktik lapangan.
Menurut Joaquin, pameran empat produk — abon ikan nila, selai pepaya, lumpia ubi ungu, dan briket — bertujuan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi masing-masing kelompok, menguji respons pasar, serta mengasah keterampilan promosi, branding, dan komunikasi.
Ia mengatakan bahwa respon masyarakat selama kegiatan cek lokasi sangat positif. Produk pangan dinilai menarik dan mencerminkan identitas kuliner lokal, sementara briket mendapat apresiasi karena memberi solusi pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Joaquin menambahkan bahwa kegiatan ini bukan program rutin, melainkan proyek pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Meski begitu, kegiatan dapat dikembangkan menjadi program lanjutan jika diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan empat desa didasarkan pada potensi lokal yang beragam, kesiapan masyarakat untuk dibina, serta kesesuaian antara karakteristik desa dengan jenis produk yang dikembangkan mahasiswa. Pertimbangan aksesibilitas dan dukungan mitra lokal turut memastikan pendampingan berjalan efektif.
(UMI)
Berita Terkait
Makassar City
Bawa Nama Indonesia ke Singapura, Delegasi Mahasiswa Unhas Didukung Penuh Wali Kota Makassar
Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung sebagai Delegasi Indonesia pada Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Senin, 29 Jun 2026 17:16
Ekbis
Kolaborasi LPS - Unhas Cetak Generasi Muda Melek Finansial di Era Digital
Farid mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sabtu, 13 Jun 2026 09:02
Ekbis
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dalam kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kemandirian Generasi Muda” di Kampus Unhas.
Jum'at, 12 Jun 2026 13:20
News
DJKI Dorong Hilirisasi Inovasi Melalui Desain Industri di Universitas Hasanuddin
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Konsultasi Teknis Optimalisasi Layanan Pasca Pendaftaran Desain Industri di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, (9/06/2026)
Selasa, 09 Jun 2026 20:11
News
Puncak Peringatan Dies Natalis ke 74 FH Unhas, Momentum Bangkitkan Ikatan Alumni
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendukung penuh Puncak Perayaan Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 16:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Atlet Makassar Raih Prestasi di Kejurnas Atletik 2026
3
Kalla Land & Property Hadirkan Oase Tanjung, Hunian Modern Berbasis Green Township
4
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
5
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jika Tidak Ada Tindaklanjut, Kasus Islamic Center Malili Bakal Dilaporkan ke Kejati Sulsel
2
Atlet Makassar Raih Prestasi di Kejurnas Atletik 2026
3
Kalla Land & Property Hadirkan Oase Tanjung, Hunian Modern Berbasis Green Township
4
Pemkot Makassar Usut Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
5
Ratusan Relawan SPPG Datangi DPRD Parepare, Tuntut Program MBG Tidak Dihentikan