Jurnalis Komisi F DPRD Sulsel Gaungkan Gerakan Anti-Hoaks dalam Raker di Malino
Minggu, 30 Nov 2025 12:34
Jurnalis Komisi F DPRD Sulsel menggelar Rapat Kerja di Villa dan Cafe Week End Malino, Kabupaten Gowa pada Ahad (30/11/2025). Foto: Istimewa
GOWA - Sejumlah jurnalis tergabung dalam komunitas Komisi F berposko di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar bincang-bincang tentang upaya menangkal berita hoaks sebagai rangkaian dari Rapat Kerja (Raker) Komisi F di Villa dan Cafe Week End Malino, Kabupaten Gowa pada Ahad (30/11/2025).
"Ada banyak berita yang liput teman-teman di DPRD Sulsel, tentunya perlu verifikasi agar tidak salah tafsir dalam pemberitaan," kata Ketua Komunitas Komisi F DPRD Sulsel, Arif Situju.
Jurnalis senior ini menekankan agar setiap informasi dari narasumber utamanya anggota dewan dengan mitra kerjanya Pemerintah Provinsi sebaiknya diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahan yang berujung hoaks.
Sementara itu, anggota komunitas Komisi F, Nasrun Nur menambahkan, kehadiran jurnalis yang berposko di kantor dewan tentu memiliki peran penting guna menyebaran setiap informasi yang keluar ke publik.
"Peran media penting dalam setiap penyebaran informasi. Jurnalis memiliki kontribusi besar dalam hal pemberitaan yang berimbang, memberi kritik, saran masukan atas kerja-kerja anggota DPRD," paparnya.
Berdasarkan hasil Raker komunitas Komisi F selama dua hari Sabtu (29/11) dan Ahad (30/11) telah menerbitkan rekomedasi yang nantinya menjadi masukan kepada pihak Sekretariat DPRD Sulsel.
Rekomendasi tersebut, yakni keterbukaan informasi bagi publik terhadap keputusan yang menjadi produk hukum DPRD Sulsel. Kerja sama peliputan kerja-kerja anggota seperti reses, kunjungan kerja, serta hal dianggap penting untuk diberitakan.
Ketua Komunitas Komisi F Situjua mewakili seluruh anggota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan DPRD Sulsel yang mendukung kegiatan tersebut. Dia juga meminta seluruh jurnalis yang bertugas di DPRD Sulsel menjaga soliditas dan kebersamaan.
"Ada banyak berita yang liput teman-teman di DPRD Sulsel, tentunya perlu verifikasi agar tidak salah tafsir dalam pemberitaan," kata Ketua Komunitas Komisi F DPRD Sulsel, Arif Situju.
Jurnalis senior ini menekankan agar setiap informasi dari narasumber utamanya anggota dewan dengan mitra kerjanya Pemerintah Provinsi sebaiknya diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahan yang berujung hoaks.
Sementara itu, anggota komunitas Komisi F, Nasrun Nur menambahkan, kehadiran jurnalis yang berposko di kantor dewan tentu memiliki peran penting guna menyebaran setiap informasi yang keluar ke publik.
"Peran media penting dalam setiap penyebaran informasi. Jurnalis memiliki kontribusi besar dalam hal pemberitaan yang berimbang, memberi kritik, saran masukan atas kerja-kerja anggota DPRD," paparnya.
Berdasarkan hasil Raker komunitas Komisi F selama dua hari Sabtu (29/11) dan Ahad (30/11) telah menerbitkan rekomedasi yang nantinya menjadi masukan kepada pihak Sekretariat DPRD Sulsel.
Rekomendasi tersebut, yakni keterbukaan informasi bagi publik terhadap keputusan yang menjadi produk hukum DPRD Sulsel. Kerja sama peliputan kerja-kerja anggota seperti reses, kunjungan kerja, serta hal dianggap penting untuk diberitakan.
Ketua Komunitas Komisi F Situjua mewakili seluruh anggota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan DPRD Sulsel yang mendukung kegiatan tersebut. Dia juga meminta seluruh jurnalis yang bertugas di DPRD Sulsel menjaga soliditas dan kebersamaan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024, Syaharuddin Alrif ikut angkat bicara terkait isu dugaan korupsi bibit nanas yang sedang dikerjakan Kejati Sulsel.
Sabtu, 18 Apr 2026 20:54
Sulsel
Andi Ina dan Ni'matullah Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
Eks Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024, Andi Ina Kartika Sari, bersama sejumlah mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemanggilannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar.
Sabtu, 18 Apr 2026 06:05
Sulsel
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap laporan kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan LKPJ Gubernur Sulsel Tahun Anggaran 2025, Kamis (16/4/2026).
Jum'at, 17 Apr 2026 10:36
Sulsel
DPRD Sulsel Bentuk Panja LKPJ 2025, Dipimpin Politisi Nasdem dan Gerindra
DPRD Provinsi Sulawesi Selatan resmi membentuk dan mengesahkan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.
Kamis, 16 Apr 2026 18:24
Sulsel
Belanja Rumah Tangga Pimpinan DPRD Sulsel Sesuai Aturan, Bukan Konsumsi Pribadi
Belanja rumah tangga Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta bukan merupakan konsumsi pribadi.
Kamis, 16 Apr 2026 17:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
300 Peserta Ramaikan Fun Run Dation 3 SIT Darul Fikri Makassar
2
626 Calon Jemaah Haji Maros Dilepas di Lapangan Pallantikang
3
Kumpulkan 560 Poin, Maros Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel
4
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
5
Hati-hati! Penipu Mengaku Wawali Makassar Minta Uang Sumbangan Masjid
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
300 Peserta Ramaikan Fun Run Dation 3 SIT Darul Fikri Makassar
2
626 Calon Jemaah Haji Maros Dilepas di Lapangan Pallantikang
3
Kumpulkan 560 Poin, Maros Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel
4
Eks Waka DPRD Sulsel Syahar Tegaskan Tak Ada Pembahasan Bibit Nanas di APBD 2024
5
Hati-hati! Penipu Mengaku Wawali Makassar Minta Uang Sumbangan Masjid