Realisasi PBB Maros 84%, Kecamatan Camba Tertinggi
Selasa, 02 Des 2025 08:52
Wakil Bupati Maros, Muetazim memimpin rapat koordinasi realisasi pajak daerah. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros merilis laporan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) per 26 November 2025.
Dari total penetapan sebesar Rp46,08 miliar, realisasi penerimaan baru mencapai Rp34,24 miliar atau 84 persen.
Wakil Bupati Maros, Muetazim yang langsung memimpin rapat koordinasi itu mengatakan, sejak awal pembahasan yang dikeluhkan camat hanya seputar surat ganda, lahan tidak berpenghuni, dan belum adanya balik nama pemilik lahan dari pihak pengembang perumahan.
Seharusnya kata dia, hal ini sudah harus ada jalan keluar sehingga pencapaian PBB di akhir bulan tahun 2025 ini bisa lebih maksimal.
Dia secara khusus meminta seluruh pemerintah tingkat kecamatan, lurah dan desa untuk lebih sedikit bekerja keras melakukan penagihan PBB 2025.
Data yang dihimpun dari 14 kecamatan menunjukkan, sejumlah wilayah berhasil menorehkan capaian tinggi. Kecamatan Camba menjadi yang tertinggi dengan realisasi 98,75 persen, disusul Mallawa (92,65 persen) dan Mandai (91,93 persen). Kecamatan Cenrana, Bantimurung, dan Simbang juga masuk kategori capaian tinggi.
Sementara itu, kecamatan dengan persentase terendah adalah Moncongloe, yang baru mencapai 38,71 persen dari ketetapan Rp3,88 miliar.
Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, rendahnya capaian di Kecamatan Moncongloe disebabkan oleh banyaknya kawasan perumahan yang sertifikat rumahnya belum balik nama. Hal ini tentu berpengaruh pada pembayaran PBB tidak dapat dilakukan oleh penghuni yang kini menempati rumah tersebut.
"Ini memang kendala administrasi yang cukup mempengaruhi penerimaan. Banyak wajib pajak yang tinggal di perumahan belum bisa membayar karena sertifikatnya masih atas nama pengembang. Namun kami sudah mengambil langkah percepatan," ujarnya, Senin (1/12/2025) saat rapat kordinasi di Kantor Bupati Maros.
Sebagai bentuk pelayanan, Ferdiansyah mengatakan, Bapenda Maros membuka loket pelayanan meski di hari libur untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin membayar PBB. Dia menegaskan, pihaknya tetap bekerja ekstra menjelang akhir tahun.
"Dengan berbagai upaya dan dukungan masyarakat, kami optimis bisa mencapai 100 persen realisasi PBB tahun ini," tambahnya.
Laporan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus strategi peningkatan pendapatan daerah, terutama pada kecamatan yang realisasinya masih rendah.
Dari total penetapan sebesar Rp46,08 miliar, realisasi penerimaan baru mencapai Rp34,24 miliar atau 84 persen.
Wakil Bupati Maros, Muetazim yang langsung memimpin rapat koordinasi itu mengatakan, sejak awal pembahasan yang dikeluhkan camat hanya seputar surat ganda, lahan tidak berpenghuni, dan belum adanya balik nama pemilik lahan dari pihak pengembang perumahan.
Seharusnya kata dia, hal ini sudah harus ada jalan keluar sehingga pencapaian PBB di akhir bulan tahun 2025 ini bisa lebih maksimal.
Dia secara khusus meminta seluruh pemerintah tingkat kecamatan, lurah dan desa untuk lebih sedikit bekerja keras melakukan penagihan PBB 2025.
Data yang dihimpun dari 14 kecamatan menunjukkan, sejumlah wilayah berhasil menorehkan capaian tinggi. Kecamatan Camba menjadi yang tertinggi dengan realisasi 98,75 persen, disusul Mallawa (92,65 persen) dan Mandai (91,93 persen). Kecamatan Cenrana, Bantimurung, dan Simbang juga masuk kategori capaian tinggi.
Sementara itu, kecamatan dengan persentase terendah adalah Moncongloe, yang baru mencapai 38,71 persen dari ketetapan Rp3,88 miliar.
Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, rendahnya capaian di Kecamatan Moncongloe disebabkan oleh banyaknya kawasan perumahan yang sertifikat rumahnya belum balik nama. Hal ini tentu berpengaruh pada pembayaran PBB tidak dapat dilakukan oleh penghuni yang kini menempati rumah tersebut.
"Ini memang kendala administrasi yang cukup mempengaruhi penerimaan. Banyak wajib pajak yang tinggal di perumahan belum bisa membayar karena sertifikatnya masih atas nama pengembang. Namun kami sudah mengambil langkah percepatan," ujarnya, Senin (1/12/2025) saat rapat kordinasi di Kantor Bupati Maros.
Sebagai bentuk pelayanan, Ferdiansyah mengatakan, Bapenda Maros membuka loket pelayanan meski di hari libur untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin membayar PBB. Dia menegaskan, pihaknya tetap bekerja ekstra menjelang akhir tahun.
"Dengan berbagai upaya dan dukungan masyarakat, kami optimis bisa mencapai 100 persen realisasi PBB tahun ini," tambahnya.
Laporan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus strategi peningkatan pendapatan daerah, terutama pada kecamatan yang realisasinya masih rendah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
News
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan agar pemberangkatan jemaah haji asal Maros pada musim haji mendatang dipusatkan di satu lokasi, yakni Masjid Al-Markaz.
Selasa, 08 Sep 2026 15:22
Sulsel
Bapenda Maros Perpanjang Kebijakan Penghapusan Denda PBB-P2
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperpanjang kebijakan penghapusan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 31 Desember 2026.
Kamis, 03 Sep 2026 12:30
News
2.206 Ha Lahan Pertanian Maros Terancam Kekeringan, Bupati Kerahkan Pompa Air
Kekeringan ekstrem mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rabu, 02 Sep 2026 11:38
Sulsel
Pemkab Maros dan BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak
Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Maros memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan bidang pertanahan.
Selasa, 01 Sep 2026 17:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen