Tim Medis Unhas Lakukan Tiga Operasi Sesar Korban Bencana di Pidie
Kamis, 04 Des 2025 12:47
Tim Medis Unhas melakukan operasi caesar di tenda penanganan darurat di Aceh, pada Rabu (3/12/2025) malam. Foto: Istimewa
ACEH - Tim Medis Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan komitmen kemanusiaan melalui penanganan darurat di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Tim melakukan tiga operasi sesar darurat terhadap ibu hamil yang membutuhkan penanganan segera di RSUD Pidie Jaya, pada Rabu (3/12/2025) tadi malam. Berkat kesigapan tim, seluruh ibu dan bayi berhasil diselamatkan.
dr Bahrul Fikri yang terlibat langsung dalam penanganan tersebut, menjelaskan bahwa proses penanganan berlangsung dramatis.
Kata dia, salah satu pasien bahkan datang dengan kondisi ketuban pecah dini selama lebih dari 24 jam, sehingga membutuhkan operasi cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
“Ibu pertama kami tangani karena Preeklampsia Berat (PEB), obesitas, dan ketuban pecah dini. Ibu kedua membutuhkan operasi karena riwayat SC sebelumnya dan posisi janin letak lintang. Sementara ibu ketiga juga mengalami PEB,” jelasnya dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa seluruh bayi lahir dalam kondisi selamat dengan Apgar Score 7/9, menunjukkan kondisi stabil setelah kelahiran.
“Dua bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara satu bayi perempuan. Satu bayi lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut saat dibawa ke ruang perawatan,” ujarnya.
dr Bahrul juga mengungkapkan, sebagian dokter kandungan dan dokter anak di RSUD setempat ikut terdampak banjir sehingga kelelahan.
Kemudian, Tim Medis Unhas mengambil peran untuk mendukung pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan pediatri di rumah sakit.
“Kami meminta mereka beristirahat karena mereka pun terdampak musibah. Untuk sementara, sejumlah pasien Obsgin dan anak kami bantu tangani,” tuturnya.
Aksi cepat dan profesional yang dilakukan Tim Medis Unhas menjadi bukti kontribusi signifikan Tim Medis Unhas dalam membantu penanganan bencana di Aceh, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi keluarga korban di tengah situasi krisis.
Tim melakukan tiga operasi sesar darurat terhadap ibu hamil yang membutuhkan penanganan segera di RSUD Pidie Jaya, pada Rabu (3/12/2025) tadi malam. Berkat kesigapan tim, seluruh ibu dan bayi berhasil diselamatkan.
dr Bahrul Fikri yang terlibat langsung dalam penanganan tersebut, menjelaskan bahwa proses penanganan berlangsung dramatis.
Kata dia, salah satu pasien bahkan datang dengan kondisi ketuban pecah dini selama lebih dari 24 jam, sehingga membutuhkan operasi cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
“Ibu pertama kami tangani karena Preeklampsia Berat (PEB), obesitas, dan ketuban pecah dini. Ibu kedua membutuhkan operasi karena riwayat SC sebelumnya dan posisi janin letak lintang. Sementara ibu ketiga juga mengalami PEB,” jelasnya dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa seluruh bayi lahir dalam kondisi selamat dengan Apgar Score 7/9, menunjukkan kondisi stabil setelah kelahiran.
“Dua bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara satu bayi perempuan. Satu bayi lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut saat dibawa ke ruang perawatan,” ujarnya.
dr Bahrul juga mengungkapkan, sebagian dokter kandungan dan dokter anak di RSUD setempat ikut terdampak banjir sehingga kelelahan.
Kemudian, Tim Medis Unhas mengambil peran untuk mendukung pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan pediatri di rumah sakit.
“Kami meminta mereka beristirahat karena mereka pun terdampak musibah. Untuk sementara, sejumlah pasien Obsgin dan anak kami bantu tangani,” tuturnya.
Aksi cepat dan profesional yang dilakukan Tim Medis Unhas menjadi bukti kontribusi signifikan Tim Medis Unhas dalam membantu penanganan bencana di Aceh, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi keluarga korban di tengah situasi krisis.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam penanggulangan bencana.
Rabu, 29 Apr 2026 18:53
Makassar City
BPBD Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus mematangkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026.
Selasa, 28 Apr 2026 23:26
News
Unhas Bikin Sejarah, Kampus Pertama dengan Dapur MBG di Lingkup PTN-BH
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di samping Masjid Ikhtiar, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 16:49
News
Unhas Jadi Tuan Rumah U25 Leaders Forum PTN-BH
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Pembukaan Pertemuan U25 Leaders Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 12:42
News
Rektor Unhas Tegaskan Tak Tolerir Pelaku Kekerasan di Lingkungan Kampus
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan pada periode kepemimpinannya.
Selasa, 28 Apr 2026 09:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa