Pemkab Gowa Susun Renstra Green Economy 2025-2029
Kamis, 11 Des 2025 12:07
Suasana Bimbingan Teknis Penyusunan Renstra Green Economy Kabupaten Gowa 2025-2029, Rabu kemarin. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Renstra Green Economy Kabupaten Gowa 2025-2029 dalam rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Hotel Wthree Style Makassar, Rabu (10/12).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat membuka kegiatan ini mengatakan bahwa konsep green economic atau ekonomi hijau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjadi hal yang sangat penting di era saat ini.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi secara konvensional seringkali terkendala dengan sumber daya manusia, kondisi lingkungan akibat degradasi sumber daya alam dan ketidak setaraan akses sosial dan ekonomi.
“Ekonomi hijau bukan sekedar isu lingkungan, melainkan sebuah strategi ekonomi baru. Ini adalah cara pandang yang menempatkan efisiensi sumber daya, energi bersih dan inovasi teknologi sebagai pendorong utama penciptaan lapangan kerja di sektor ekonomi hijau peningkatan investasi dan pengurangan risiko iklim,” ungkapnya.
Andy Azis menjelaskan bahwa dalam penyusunan Renstra Ekonomi Hijau Kabupaten Gowa tahun 2025-2029 perlu dirumuskan arah kebijakan yang konkret dan terukur, misalnya dalam perencanaannya mencakup penguatan ekosistem energi bersih, peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pendekatan ramah lingkungan dan pengelolaan ruang dan sumber daya alam yang lebih terintegrasi.
Selain itu, lanjut Sekda Gowa perlu juga ditetapkan indikator kinerja yang jelas, strategi pendanaan hijau, pemanfaatan inovasi dan digitalisasi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi dan masyarakat.
“Dengan perencanaan ekonomi hijau yang matang, kita dapat memastikan bahwa pembangunan Kabupaten Gowa serta tuntutan modernisasi industri dan pertanian” ujarnya.
Dirinya berharap dengan penyusunan kerangka Renstra Green Economy menjadi peta jalan kebijakan dan program pemerintah untuk mencapai target-target pembangunan terutama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa lima tahun kedepan.
“Fokus pembangunan kedepan bukan lagi seberapa besar potensi yang dimiliki daerah, melainkan pada seberapa besar potensi tersebut dapat dikonversi menjadi nilai kinerja yang memberikan nilai tambah bagi perenonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara dalam laporannya, Kepala Bidang Perekonomian, SDA Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Gowa, Nur Inzana Gaus mengatakan bahwa kegitan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas perencana dalam penyusunan Rencana Strategis Green Economy 2025-2029, menyelaraskan dokumen resntra OPD dengan arah kebijakan ekonomi hijau daerah dan menghasilkan draft kerangka Renstra Green Economy 2025-2026 sektor prioritas.
“Kegitan ini diikuti 22 OPD yang mendukung pertumbuhan perekonomian daerah Kabupaten Gowa dengan output yang ingin kita capai tersedianya draft kerangka Renstra Green Economy 2025-2029 OPD dektor ekonomi dan SDM perencana kompeten dalama pengarusutamaan ekonomi hijau,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat membuka kegiatan ini mengatakan bahwa konsep green economic atau ekonomi hijau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjadi hal yang sangat penting di era saat ini.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi secara konvensional seringkali terkendala dengan sumber daya manusia, kondisi lingkungan akibat degradasi sumber daya alam dan ketidak setaraan akses sosial dan ekonomi.
“Ekonomi hijau bukan sekedar isu lingkungan, melainkan sebuah strategi ekonomi baru. Ini adalah cara pandang yang menempatkan efisiensi sumber daya, energi bersih dan inovasi teknologi sebagai pendorong utama penciptaan lapangan kerja di sektor ekonomi hijau peningkatan investasi dan pengurangan risiko iklim,” ungkapnya.
Andy Azis menjelaskan bahwa dalam penyusunan Renstra Ekonomi Hijau Kabupaten Gowa tahun 2025-2029 perlu dirumuskan arah kebijakan yang konkret dan terukur, misalnya dalam perencanaannya mencakup penguatan ekosistem energi bersih, peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pendekatan ramah lingkungan dan pengelolaan ruang dan sumber daya alam yang lebih terintegrasi.
Selain itu, lanjut Sekda Gowa perlu juga ditetapkan indikator kinerja yang jelas, strategi pendanaan hijau, pemanfaatan inovasi dan digitalisasi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi dan masyarakat.
“Dengan perencanaan ekonomi hijau yang matang, kita dapat memastikan bahwa pembangunan Kabupaten Gowa serta tuntutan modernisasi industri dan pertanian” ujarnya.
Dirinya berharap dengan penyusunan kerangka Renstra Green Economy menjadi peta jalan kebijakan dan program pemerintah untuk mencapai target-target pembangunan terutama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa lima tahun kedepan.
“Fokus pembangunan kedepan bukan lagi seberapa besar potensi yang dimiliki daerah, melainkan pada seberapa besar potensi tersebut dapat dikonversi menjadi nilai kinerja yang memberikan nilai tambah bagi perenonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara dalam laporannya, Kepala Bidang Perekonomian, SDA Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Gowa, Nur Inzana Gaus mengatakan bahwa kegitan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas perencana dalam penyusunan Rencana Strategis Green Economy 2025-2029, menyelaraskan dokumen resntra OPD dengan arah kebijakan ekonomi hijau daerah dan menghasilkan draft kerangka Renstra Green Economy 2025-2026 sektor prioritas.
“Kegitan ini diikuti 22 OPD yang mendukung pertumbuhan perekonomian daerah Kabupaten Gowa dengan output yang ingin kita capai tersedianya draft kerangka Renstra Green Economy 2025-2029 OPD dektor ekonomi dan SDM perencana kompeten dalama pengarusutamaan ekonomi hijau,” tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Lewat Aplikasi SIAP PAKDE, Pemkab Gowa Digitalisasi Layanan dan Data Desa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menghadiri Peringatan HDN Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Gowa yang dirangkaikan dengan One Day One District di Desa Bontobiraeng Selatan.
Kamis, 15 Jan 2026 17:26
Sulsel
Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
BMKG merilis prakiraan cuaca di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Gowa menjadi daerah dengan status curah hujan tinggi.
Kamis, 15 Jan 2026 06:44
News
Datang ke Maros, Ketua PAN Sulsel Resmikan Bedah Rumah dan Toko Harapan
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel), Husniah Talenrang, menyambangi Kabupaten Maros, Rabu (14/1/2026).
Rabu, 14 Jan 2026 19:47
Sulsel
Ratusan UMKM Gowa Dapat Suntikan Alat Produksi Baru
Pemkab Gowa menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 221 pelaku UMKM Kabupaten Gowa di Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, kemarin.
Rabu, 14 Jan 2026 10:25
Sulsel
Pemkab Gowa Dapat Dukungan Rontgen untuk Deteksi TB
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menerima Kunjungan Kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus di Desa Siaga TB, Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Selasa (13/1).
Rabu, 14 Jan 2026 10:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mutasi Pejabat Eselon II, Sinyal Penyegaran Serius Pemkab Jeneponto
2
Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Perumda Pasar
3
Bunda Pintar 2025 Rampung, XLSMART & KemenPPPA Perkuat Literasi Digital Ibu
4
Kuliah Praktisi ITB Nobel Bekali Mahasiswa Alur Tambang Nikel dari Pit hingga Kapal
5
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Tegaskan Kepastian Operasional dan Keberlanjutan Investasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mutasi Pejabat Eselon II, Sinyal Penyegaran Serius Pemkab Jeneponto
2
Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Perumda Pasar
3
Bunda Pintar 2025 Rampung, XLSMART & KemenPPPA Perkuat Literasi Digital Ibu
4
Kuliah Praktisi ITB Nobel Bekali Mahasiswa Alur Tambang Nikel dari Pit hingga Kapal
5
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Tegaskan Kepastian Operasional dan Keberlanjutan Investasi