Kasus Merica Hilang di Mahalona, Polisi Amankan Dua Warga Towuti
Selasa, 13 Jan 2026 09:33
Polres Luwu Timur mengamankan dua orang terduga pelaku terkait dugaan pencurian merica yang terjadi di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Senin (12/01/26). Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Polres Luwu Timur mengamankan dua orang terduga pelaku terkait dugaan pencurian merica yang terjadi di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Senin (12/01/26).
Kedua terduga pelaku berinisial MW (28) dan MY (50), warga SP 1 Desa Libukan Mandiri, Kecamatan Towuti.
Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, mengatakan peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di lokasi perendaman merica SP 4 Desa Mahalona.
"Pada hari Senin kemarin sekira pukul 09.00 Wita, diduga telah terjadi pencurian merica di lokasi perendaman merica SP 4 Desa Mahalona," ujar Taufik, Selasa (13/01/26).
Menurutnya, kejadian bermula ketika MY didatangi warga saat sedang menjemur merica di rumahnya. Warga mempertanyakan asal merica tersebut.
"Kemudian dijawab oleh MY bahwa merica tersebut milik MW hanya disuruh untuk mencuci dan menjemur merica tersebut," jelasnya.
MY kemudian menghubungi MW untuk datang ke lokasi. Setelah MW tiba, penjelasan diberikan kepada warga yang mulai curiga.
“MY memberikan penjelasan bahwa kemungkinan MY yang salah mengambil merica di perendaman tersebut untuk dicuci dan dijemur sehingga masyarakat yang ada di TKP menjadi curiga bahwa kehilangan merica di perendaman adalah perbuatan MY,” lanjut Taufik.
Informasi yang beredar di media sosial membuat situasi semakin ramai.
“Karena adanya informasi melalui media sosial bahwa adanya pencuri merica di SP 1 Desa Libukan Mandiri sehingga masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut,” katanya.
Merica yang dilaporkan hilang diketahui milik Iksan Kado, warga Dusun Balandai, Desa Mahalona.
“Merica yang hilang di perendaman adalah milik Iksan Kado, warga Dusun Balandai Desa Mahalona,” ungkapnya.
Sementara itu, MW mengaku bahwa merica yang dicuci dan dijemur MY merupakan hasil kebunnya di wilayah Petea.
“Saat ini kedua orang yang diduga pelaku diamankan di Polsek Towuti serta menunggu korban Iksan Kado untuk membuat laporan polisi,” tutup Taufik.
Kedua terduga pelaku berinisial MW (28) dan MY (50), warga SP 1 Desa Libukan Mandiri, Kecamatan Towuti.
Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, mengatakan peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di lokasi perendaman merica SP 4 Desa Mahalona.
"Pada hari Senin kemarin sekira pukul 09.00 Wita, diduga telah terjadi pencurian merica di lokasi perendaman merica SP 4 Desa Mahalona," ujar Taufik, Selasa (13/01/26).
Menurutnya, kejadian bermula ketika MY didatangi warga saat sedang menjemur merica di rumahnya. Warga mempertanyakan asal merica tersebut.
"Kemudian dijawab oleh MY bahwa merica tersebut milik MW hanya disuruh untuk mencuci dan menjemur merica tersebut," jelasnya.
MY kemudian menghubungi MW untuk datang ke lokasi. Setelah MW tiba, penjelasan diberikan kepada warga yang mulai curiga.
“MY memberikan penjelasan bahwa kemungkinan MY yang salah mengambil merica di perendaman tersebut untuk dicuci dan dijemur sehingga masyarakat yang ada di TKP menjadi curiga bahwa kehilangan merica di perendaman adalah perbuatan MY,” lanjut Taufik.
Informasi yang beredar di media sosial membuat situasi semakin ramai.
“Karena adanya informasi melalui media sosial bahwa adanya pencuri merica di SP 1 Desa Libukan Mandiri sehingga masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut,” katanya.
Merica yang dilaporkan hilang diketahui milik Iksan Kado, warga Dusun Balandai, Desa Mahalona.
“Merica yang hilang di perendaman adalah milik Iksan Kado, warga Dusun Balandai Desa Mahalona,” ungkapnya.
Sementara itu, MW mengaku bahwa merica yang dicuci dan dijemur MY merupakan hasil kebunnya di wilayah Petea.
“Saat ini kedua orang yang diduga pelaku diamankan di Polsek Towuti serta menunggu korban Iksan Kado untuk membuat laporan polisi,” tutup Taufik.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Diduga Karena Konflik Asmara, Satu Unit Rumah Dilempar Bom Molotov di Luwu Timur
Sebuah rumah warga di Jalan Andi Jemma, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Jumat malam (16/05).
Minggu, 17 Mei 2026 09:22
Sulsel
Bupati Irwan Ajak Rider se-Nusantara Ramaikan Malili Explore: Bumi Batara Guru
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama komunitas MALTRAC resmi mengumumkan pelaksanaan event trail adventure bertajuk “Malili Explore: Bumi Batara Guru” yang akan digelar pada 20 Juni 2026 mendatang.
Jum'at, 15 Mei 2026 15:46
Sulsel
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila H. Pulungan, secara khusus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Selasa, 12 Mei 2026 16:24
Sulsel
Dari AI hingga Sekolah Gratis, Luwu Timur Gas Pol Transformasi Pendidikan
Arah baru pendidikan di Luwu Timur mulai terlihat jelas. Bukan hanya soal sekolah, tapi bagaimana menyiapkan generasi yang siap menghadapi dunia berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Rabu, 06 Mei 2026 13:55
Sulsel
Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar untuk Pasien Rujukan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Kamis, 16 Apr 2026 17:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
5
Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Dipastikan Sesuai HET
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
5
Penebusan Pupuk Bersubsidi di Amali dan Cina Dipastikan Sesuai HET