DLH Maros Usulkan Penambahan Luas Wilayah TPA
Rabu, 14 Jan 2026 16:13
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana akan membebaskan sekitar 2 hektare lahan untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontoramba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin mengatakan, saat ini DLH masih mengusulkan untuk pembebasan lahan untuk perluasan TPA.
"Kita akan mengusulkan untuk 2 hektare tambahan lahan untuk TPA. Biayanya masih dihitung, tapi kami sudah mengusulkan," jelasnya.
Dia mengatakan, kawasan TPA yang dimiliki Pemkab Maros mencapai 4 hektare. Dari lahan ini, masih tersedia sekitar 1 hektare lahan kosong sebagai penampungan sampah.
Dengan luas kawasan TPA yang ada saat ini kata Irfan, mampu menampung sampah hingga tiga tahun ke depan.
"Luas lahan TPA yang ada saat ini sekitar 4 hektare, dan masih tersisa 1 hektar lahan produktif. Dengan luas itu masih bisa digunakan sampai tiga tahun ke depan. Dengan ketinggian sampah sekitar 20 meter," jelasnya kepada wartawan.
Dia mengatakan, dengan kondisi pertambahan penduduk, maka perluasan kawasan TPA juga sangat diperlukan. Mengingat jumlah sampai di Maros cukup besar.
Dia mengatakan, untuk produksi sampah di kabupaten Maros, setiap harinya mencapai 204 ton sampah. Dengan perhitungan satu orang warga Maros itu menghasilkan 0,5 kg sampailh setiap harinya.
"Dengan jumlah penduduk Maros kurang lebih 400.000 jiwa, jika dihitung menggunakan angka pengali 0,5 kg per jiwa, maka total timbunan sampah di Maros mencapai 204 ton per hari," ujarnya.
Dari total 204 ton tersebut kata Irfan, sampah yang masuk ke TPA sekitar 105 ton per hari.
"Selain itu, ada sekitar 40 ton yang berhasil dikelola melalui fasilitas lain. Namun, memang masih ada sekitar 25% atau kurang lebih 50-60 ton per hari yang belum terkelola," jelasnya.
Dia mengatakan, penanganan sampah di Maros juga terbantu dengan hadirnya Fasilitas TPS 3R di Maros. Dari 10 TPS 3R yang ada di Maros, ada sekitar 4 TPS 3R yang aktif.
"Lokasi TPS3R yang aktif saat ini ada di Bantimurung, Baju Bodoa, Simbang," jelasnya.
Dia mengatakan, dari sekian banyaknya sampah, paling banyak yang direduksi sampah itu dari sektor informal atau pengumpul sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin mengatakan, saat ini DLH masih mengusulkan untuk pembebasan lahan untuk perluasan TPA.
"Kita akan mengusulkan untuk 2 hektare tambahan lahan untuk TPA. Biayanya masih dihitung, tapi kami sudah mengusulkan," jelasnya.
Dia mengatakan, kawasan TPA yang dimiliki Pemkab Maros mencapai 4 hektare. Dari lahan ini, masih tersedia sekitar 1 hektare lahan kosong sebagai penampungan sampah.
Dengan luas kawasan TPA yang ada saat ini kata Irfan, mampu menampung sampah hingga tiga tahun ke depan.
"Luas lahan TPA yang ada saat ini sekitar 4 hektare, dan masih tersisa 1 hektar lahan produktif. Dengan luas itu masih bisa digunakan sampai tiga tahun ke depan. Dengan ketinggian sampah sekitar 20 meter," jelasnya kepada wartawan.
Dia mengatakan, dengan kondisi pertambahan penduduk, maka perluasan kawasan TPA juga sangat diperlukan. Mengingat jumlah sampai di Maros cukup besar.
Dia mengatakan, untuk produksi sampah di kabupaten Maros, setiap harinya mencapai 204 ton sampah. Dengan perhitungan satu orang warga Maros itu menghasilkan 0,5 kg sampailh setiap harinya.
"Dengan jumlah penduduk Maros kurang lebih 400.000 jiwa, jika dihitung menggunakan angka pengali 0,5 kg per jiwa, maka total timbunan sampah di Maros mencapai 204 ton per hari," ujarnya.
Dari total 204 ton tersebut kata Irfan, sampah yang masuk ke TPA sekitar 105 ton per hari.
"Selain itu, ada sekitar 40 ton yang berhasil dikelola melalui fasilitas lain. Namun, memang masih ada sekitar 25% atau kurang lebih 50-60 ton per hari yang belum terkelola," jelasnya.
Dia mengatakan, penanganan sampah di Maros juga terbantu dengan hadirnya Fasilitas TPS 3R di Maros. Dari 10 TPS 3R yang ada di Maros, ada sekitar 4 TPS 3R yang aktif.
"Lokasi TPS3R yang aktif saat ini ada di Bantimurung, Baju Bodoa, Simbang," jelasnya.
Dia mengatakan, dari sekian banyaknya sampah, paling banyak yang direduksi sampah itu dari sektor informal atau pengumpul sampah.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Cairkan Rp20,8 Miliar THR dan TPP Guru
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mencairkan lebih dari Rp20,8 miliar untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13, dan Tambahan Penghasilan (Tamsil)
Jum'at, 27 Feb 2026 12:11
Sulsel
Maros Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Menuju Kota Bersih di Rakornas 2026
Bupati Maros, AS Chaidir Syam menerima langsung Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah pada Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup.
Rabu, 25 Feb 2026 12:09
Sulsel
Jasa Upah Dihapus, Puluhan Guru PAUD Datangi Kantor Disdik Maros
Puluhan Guru PAUD se-Kabupaten Maros menggelar aksi demo dan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maros dan melakukan long march ke kantor DPRD Maros, Rabu (25/2/2026).
Rabu, 25 Feb 2026 11:24
Sulsel
Data Aset Tak Sinkron, 10 Sekolah di Maros Disorot BPK
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa 10 sekolah di Kabupaten Maros setelah menemukan persoalan pada pencatatan dan administrasi aset.
Minggu, 22 Feb 2026 14:27
Sulsel
Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
Kepemimpinan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maros tepat berusia setahun. Melalui kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian, capaian keduanya dipaparkan.
Jum'at, 20 Feb 2026 19:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
2
Demokrasi “Normatif” Islam
3
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Ketidakprofesionalan Pengerjaan Proyek Jalan Hertasning
4
InJourney Airports Buka Mudik Gratis, Layani Rute Makassar–Surabaya
5
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dukung BPK dalam Pemeriksaan LKPD, Bupati Jeneponto Minta OPD Kooperatif
2
Demokrasi “Normatif” Islam
3
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Ketidakprofesionalan Pengerjaan Proyek Jalan Hertasning
4
InJourney Airports Buka Mudik Gratis, Layani Rute Makassar–Surabaya
5
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal