Hadirkan Tokoh Adat-Akademisi, AMSY Kupas Patriotisme dan Syiar Islam Syekh Yusuf
Kamis, 26 Mar 2026 10:08
Suasana Dialog Kebudayaan dengan tema Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf yang digelar di Balla Lompoa. Foto: Istimewa
GOWA - Syekh Yusuf merupakan tokoh nasional yang berasal dari Kabupaten Gowa. Dia bukan hanya pahlawan bagi Indonesia tapi jejaknya sampai ke cape town Afrika Selatan.
Untuk itu, Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY) menggelar Dialog Kebudayaan dengan tema Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf yang digelar di Balla Lompoa, Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa Gowa, Rabu, 25 Maret 2026.
Dialog tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat, pemuda, dan akademisi seperti Ketua DMI Sulsel, Mayjen TNI Purn Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki. Ketua Majelis Pemangku Adat tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik. Adi Suryadi Culla Akademisi Unhas, dan Prof Wahyudin Halim Akademisi UIN.
Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY) Arief Rosyid, memaparkan, Syekh Yusuf harus hidup tidak hanya secara pengetahuan tapi juga perilaku. Syekh Yusuf adalah tokoh dengan pengetahuan agama luar biasa. Diakui sebagai mursyid, sekaligus panglima yang memimpin perang di Banten sampai Cirebon. Ini adalah penanda bahwa pengetahuan keagamaan harus juga punya tempat dalam masalah-masalah sosial
Sayangnya lanjut dia, meski Syekh Yusuf punya nama besar, namun kini banyak generasi muda yang mengenal Syekh Yusuf hanya sekadar nama lapangan jogging, nama masjid, atau juga nama rumah sakit.
"Tidak banyak yang mendalami pemikirannya. Makanya kita laksanakan dialog semacam ini. Diskusi seperti ini sangat penting dan fundamental dan itu akan terus kami suarakan sebagai kontekstualisasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Syekh Yusuf Al-Makassari," ungkapnya.
Dia berjanji, pihaknya akan terus membangun narasi-narasi positif terkait legasi Syekh Yusuf tentang keilmuan, tentang sistem yang meritokratis, tentang perjuangan terhadap Hak Asasi Manusia, tentang kejujuran yang tidak silau kekuasaan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pemangku Adat tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh AMSY. Menurutnya, Gowa tidak sama dengan daerah lain di Sulsel. Gowa bekas kerajaan besar sehingga kita punya adat buaya kental.
Kegiatan ini menurutnya, tanda bahwa di Gowa kita masih cinta adat.
"Saya bangga dan mari kita bersama-sama mempertahankan adat. Mari kita duduk bersama untuk melihat apa yang kita bisa lakukan kedepan bukan hanya Syekh Yusuf masih banyak tokoh-tokoh lain di Gowa," paparnya.
Untuk itu, Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY) menggelar Dialog Kebudayaan dengan tema Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf yang digelar di Balla Lompoa, Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa Gowa, Rabu, 25 Maret 2026.
Dialog tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat, pemuda, dan akademisi seperti Ketua DMI Sulsel, Mayjen TNI Purn Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki. Ketua Majelis Pemangku Adat tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik. Adi Suryadi Culla Akademisi Unhas, dan Prof Wahyudin Halim Akademisi UIN.
Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf (AMSY) Arief Rosyid, memaparkan, Syekh Yusuf harus hidup tidak hanya secara pengetahuan tapi juga perilaku. Syekh Yusuf adalah tokoh dengan pengetahuan agama luar biasa. Diakui sebagai mursyid, sekaligus panglima yang memimpin perang di Banten sampai Cirebon. Ini adalah penanda bahwa pengetahuan keagamaan harus juga punya tempat dalam masalah-masalah sosial
Sayangnya lanjut dia, meski Syekh Yusuf punya nama besar, namun kini banyak generasi muda yang mengenal Syekh Yusuf hanya sekadar nama lapangan jogging, nama masjid, atau juga nama rumah sakit.
"Tidak banyak yang mendalami pemikirannya. Makanya kita laksanakan dialog semacam ini. Diskusi seperti ini sangat penting dan fundamental dan itu akan terus kami suarakan sebagai kontekstualisasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Syekh Yusuf Al-Makassari," ungkapnya.
Dia berjanji, pihaknya akan terus membangun narasi-narasi positif terkait legasi Syekh Yusuf tentang keilmuan, tentang sistem yang meritokratis, tentang perjuangan terhadap Hak Asasi Manusia, tentang kejujuran yang tidak silau kekuasaan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pemangku Adat tinggi Kerajaan Gowa, Andi Bau Malik mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh AMSY. Menurutnya, Gowa tidak sama dengan daerah lain di Sulsel. Gowa bekas kerajaan besar sehingga kita punya adat buaya kental.
Kegiatan ini menurutnya, tanda bahwa di Gowa kita masih cinta adat.
"Saya bangga dan mari kita bersama-sama mempertahankan adat. Mari kita duduk bersama untuk melihat apa yang kita bisa lakukan kedepan bukan hanya Syekh Yusuf masih banyak tokoh-tokoh lain di Gowa," paparnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Gowa Jadi Lokasi Riset UNM soal Tata Kelola Dana Desa
Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penelitian mengenai penguatan sistem pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa berbasis digital governance di Kabupaten Gowa.
Rabu, 12 Agu 2026 08:42
News
268 Lulusan Polbangtan Gowa Didorong Bawa Inovasi ke Sektor Pertanian
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mendorong lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menjadi inovator dan penggerak pembangunan pertanian. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda Polbangtan Gowa 2026 di Aula Syekh Yusuf, Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (10/8/2026).
Senin, 10 Agu 2026 15:39
Sulsel
Cegah Kerugian Daerah, Pimpinan OPD Diperingatkan Pentingnya Fungsi Pengawasan
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui penguatan sistem pengawasan serta pencegahan kerugian daerah.
Minggu, 09 Agu 2026 06:17
News
Bupati Gowa Lepas 92 Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026
Ketua Mabicab dan Kwarcab Pramuka Gowa, Sitti Husniah Talenrang melepas 92 peserta dari Kontingen Kwarcab Gowa yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 sekaligus mengukuhkan Pramuka Garuda di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Jumat (7/8).
Jum'at, 07 Agu 2026 21:20
Sulsel
Buka Rakor TPID, Sekda Gowa Tekankan 4 Poin Pengendalian Inflasi Daerah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter menegaskan, pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Gowa.
Rabu, 05 Agu 2026 16:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
4
Sambut Kemerdekaan RI, SELMA Tebar Promo Diskon hingga 60 Persen
5
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar