Pemkab Gowa Perkuat Penurunan Zero Dose dengan Pendekatan Data dan Kolaborasi

Kamis, 02 Apr 2026 11:18
Pemkab Gowa Perkuat Penurunan Zero Dose dengan Pendekatan Data dan Kolaborasi
Penandatanganan komitmen penguatan program imunisasi dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional, kemarin. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperkuat intervensi penurunan anak zero dose melalui pendekatan berbasis data, integrasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor. Upaya ini ditegaskan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional tingkat Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan pentingnya pemutakhiran data sasaran, perluasan jangkauan layanan imunisasi, serta optimalisasi peran puskesmas dan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan. Ia menyebut, pendekatan jemput bola menjadi prioritas untuk menjangkau kelompok rentan, terutama di wilayah dengan akses terbatas.

“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” ujar Talenrang.

Ia juga mendorong penguatan peran kecamatan, desa, dan kelurahan dalam fungsi pemantauan wilayah. Menurutnya, kader posyandu dan PKK memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi yang kontekstual dan berkelanjutan.

“Layanan tidak boleh bersifat pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan,” lanjutnya.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, penanganan zero dose dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan risiko penyakit menular dan gangguan tumbuh kembang anak. Sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diperkuat untuk memastikan informasi terkait imunisasi tersampaikan secara akurat.

“Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak dapat meningkat secara terukur,” pungkas Talenrang.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang tidak valid terkait vaksin. Ia juga mendorong konsolidasi seluruh elemen Pemkab Gowa untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak benar. Kita butuh kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah agar target intervensi ini bisa tercapai sesuai rencana,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, menjelaskan bahwa intervensi penurunan zero dose dilaksanakan dengan target terukur dan jadwal yang ketat. Total sasaran mencapai 5.787 anak, dengan target intervensi awal sebesar 50 persen atau sekitar 2.894 anak.

“Target kita 5.787 anak, dengan capaian awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu. Pelaksanaan dimulai hari ini sampai 7 April, kemudian masuk tahap monitoring nasional pada 7 sampai 9 April,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan utama masih pada persepsi sebagian orang tua terhadap imunisasi. Oleh karena itu, pendekatan edukasi berbasis kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Penjangkauan dilakukan secara aktif hingga ke wilayah sulit diakses dengan melibatkan camat, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, serta kader PKK, guna memastikan seluruh sasaran by name by address dapat ditemukan dan dilayani secara efektif.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan PKK Pusat, Safriati Safrizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, serta Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah. Hadir pula para kepala SKPD, pemerintah wilayah, dan unsur masyarakat se-Kabupaten Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru