Dari Semangat Kartini, Perempuan Gowa Diajak Lebih Berani Memimpin
Minggu, 26 Apr 2026 14:17
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang berfoto dengan peserta dialog peringatan Hari Kartini. Foto: Istimewa
GOWA - Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Gowa harus dimanfaatkan untuk mendorong penguatan peran dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4).
“Semangat Kartini harus dihidupkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. Hari ini, kita tidak sekadar memperingati tanggal lahir seorang tokoh besar bangsa. Kita sedang menyalakan kembali api perjuangan, api keberanian, api keteguhan, dan api harapan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, perjuangan R. A. Kartini lahir dari keterbatasan, tekanan budaya, dan sempitnya ruang bagi perempuan untuk bersuara. Namun, dari kondisi tersebut justru lahir gagasan besar tentang keberanian, kesetaraan, dan kepemimpinan perempuan.
“Dari keterbatasan itu tumbuh keberanian untuk berkata, perempuan harus bangkit, perempuan harus berpikir, dan perempuan harus memimpin,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.
Lebih lanjut, Bupati Talenrang mengaku menjadi perempuan, terlebih sebagai pemimpin, bukanlah hal yang mudah. Berbagai ujian, baik yang terlihat maupun tidak, kerap dihadapi, termasuk opini, prasangka, hingga tudingan yang tidak berdasar.
“Saya berdiri di sini bukan tanpa ujian, saya merasakan bagaimana kerasnya badai dan tajamnya penilaian. Namun kita tidak boleh kalah oleh isu, tidak boleh runtuh oleh fitnah, dan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, bupati perempuan pertama di Gowa ini juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat, serta tidak terjebak pada hal-hal yang dapat melemahkan energi.
“Pemerintahan membutuhkan kerja nyata, dan fokus pada kepentingan rakyat. Mari kita buktikan bahwa perempuan bisa memimpin dengan integritas, bertahan dalam tekanan, dan membawa perubahan nyata,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Gowa untuk memperkuat nilai dan prinsip dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kelembutan dan empati, tetapi juga pada keteguhan hati dan keberanian untuk tetap berdiri saat diuji.
“Jadilah perempuan yang kuat dalam nilai, teguh dalam prinsip, dan tidak mudah goyah oleh opini yang tidak benar. Perempuan yang kuat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang mampu bangkit setiap kali dijatuhkan,” ajak Bupati Talenrang.
Di tempat yang sama, Kepala DP3A Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyampaikan peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Bangkit dari Keterpurukan untuk Ketahanan Keluarga”.
Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan Kartini, memberikan ruang dialog bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi, serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai daerah ramah perempuan dan anak.
“Kita ingin menguatkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak. Sehingga perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, namun diisi dengan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga serta dialog publik bersama perempuan inspiratif,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu narasumber, Tia, seorang ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang juga merupakan penyintas kekerasan dalam rumah tangga, membagikan kisah inspiratifnya dalam bangkit dari keterpurukan.
Tia mengajak perempuan untuk fokus pada kehidupan saat ini dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran.
“Pesan saya kita sebagai perempuan jangan hanya mau tinggal di rumah, perempuan harus berdaya dan bangkit. Kita jangan bergantung terhadap laki-laki apalagi kita sebagai ibu yang memiliki tanggungjawab juga terhadap anak,” pesannya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas pimpinan SKPD perempuan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, organisasi wanita se-Kabupaten Gowa, serta pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4).
“Semangat Kartini harus dihidupkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. Hari ini, kita tidak sekadar memperingati tanggal lahir seorang tokoh besar bangsa. Kita sedang menyalakan kembali api perjuangan, api keberanian, api keteguhan, dan api harapan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, perjuangan R. A. Kartini lahir dari keterbatasan, tekanan budaya, dan sempitnya ruang bagi perempuan untuk bersuara. Namun, dari kondisi tersebut justru lahir gagasan besar tentang keberanian, kesetaraan, dan kepemimpinan perempuan.
“Dari keterbatasan itu tumbuh keberanian untuk berkata, perempuan harus bangkit, perempuan harus berpikir, dan perempuan harus memimpin,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.
Lebih lanjut, Bupati Talenrang mengaku menjadi perempuan, terlebih sebagai pemimpin, bukanlah hal yang mudah. Berbagai ujian, baik yang terlihat maupun tidak, kerap dihadapi, termasuk opini, prasangka, hingga tudingan yang tidak berdasar.
“Saya berdiri di sini bukan tanpa ujian, saya merasakan bagaimana kerasnya badai dan tajamnya penilaian. Namun kita tidak boleh kalah oleh isu, tidak boleh runtuh oleh fitnah, dan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, bupati perempuan pertama di Gowa ini juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat, serta tidak terjebak pada hal-hal yang dapat melemahkan energi.
“Pemerintahan membutuhkan kerja nyata, dan fokus pada kepentingan rakyat. Mari kita buktikan bahwa perempuan bisa memimpin dengan integritas, bertahan dalam tekanan, dan membawa perubahan nyata,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Gowa untuk memperkuat nilai dan prinsip dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kelembutan dan empati, tetapi juga pada keteguhan hati dan keberanian untuk tetap berdiri saat diuji.
“Jadilah perempuan yang kuat dalam nilai, teguh dalam prinsip, dan tidak mudah goyah oleh opini yang tidak benar. Perempuan yang kuat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang mampu bangkit setiap kali dijatuhkan,” ajak Bupati Talenrang.
Di tempat yang sama, Kepala DP3A Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyampaikan peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Bangkit dari Keterpurukan untuk Ketahanan Keluarga”.
Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan Kartini, memberikan ruang dialog bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi, serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai daerah ramah perempuan dan anak.
“Kita ingin menguatkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak. Sehingga perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, namun diisi dengan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga serta dialog publik bersama perempuan inspiratif,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu narasumber, Tia, seorang ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang juga merupakan penyintas kekerasan dalam rumah tangga, membagikan kisah inspiratifnya dalam bangkit dari keterpurukan.
Tia mengajak perempuan untuk fokus pada kehidupan saat ini dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran.
“Pesan saya kita sebagai perempuan jangan hanya mau tinggal di rumah, perempuan harus berdaya dan bangkit. Kita jangan bergantung terhadap laki-laki apalagi kita sebagai ibu yang memiliki tanggungjawab juga terhadap anak,” pesannya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas pimpinan SKPD perempuan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, organisasi wanita se-Kabupaten Gowa, serta pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Kepesertaan JKN Gowa Capai 99 Persen, Pemkab Diganjar Penghargaan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Makassar pada Rapat Rekonsiliasi Data Iuran JKN Pemerintah Daerah Triwulan I Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Celebes Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Jumat (24/4).
Jum'at, 24 Apr 2026 18:26
Sulsel
Lantik 124 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Gowa Tekankan Profesionalisme
Pemerintah Kabupaten Gowa melantik 124 pejabat pengawas dan administrator atau eselon III dan IV di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (23/4/2026).
Jum'at, 24 Apr 2026 13:33
Sulsel
Lepas 387 JCH Kloter Pertama, Bupati Gowa Titip Doa untuk Kemajuan Daerah
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter melepas pemberangkatan JCH Kloter pertama Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kamis (23/4/).
Kamis, 23 Apr 2026 17:42
Ekbis
Kartini Masa Kini di PT Vale: Perempuan Kian Berdaya di Industri Tambang
PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan tren positif dalam membuka ruang lebih luas bagi pekerja perempuan, baik dari sisi jumlah maupun peran strategis.
Kamis, 23 Apr 2026 16:38
Lifestyle
Rayakan Semangat Hari Kartini, Vasaka Hotel Makassar Gelar Pound Fit Bersama Karyawan
Dalam rangka memperingati semangat emansipasi wanita di Hari Kartini, Vasaka Hotel Makassar menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Pound Fit yang melibatkan para karyawan
Kamis, 23 Apr 2026 08:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025
2
Berat Hampir 1 Kg, Paket Sabu yang Ditemukan di Pangkep Ditaksir Senilai Rp1 M
3
Buntut Bentrokan di UMI, Alumni Sastra Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kampus
4
Temuan Paket Mencurigakan di Pangkep Ternyata Sabu, Beratnya Hampir 1 Kg
5
Sebanyak 15.804 Jemaah Haji Makassar Nikmati Layanan Makkah Route
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025
2
Berat Hampir 1 Kg, Paket Sabu yang Ditemukan di Pangkep Ditaksir Senilai Rp1 M
3
Buntut Bentrokan di UMI, Alumni Sastra Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Kampus
4
Temuan Paket Mencurigakan di Pangkep Ternyata Sabu, Beratnya Hampir 1 Kg
5
Sebanyak 15.804 Jemaah Haji Makassar Nikmati Layanan Makkah Route