Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle

Kamis, 18 Jun 2026 11:56
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
Tim dosen dan mahasiswa Politani Negeri Pangkep menggelar agenda Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Pangempangnge, Desa Mandalle, Kabupaten Pangkep, Kamis (18/6/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Pangkajene Kepulauan memperkenalkan berbagai inovasi produk berbasis sumber daya lokal kepada masyarakat Kampung Pangempangnge, Desa Mandalle, Kabupaten Pangkep, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut bertujuan mendiseminasikan hasil penelitian sekaligus mendorong pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan dosen peneliti dan mahasiswa dari Program Studi Agroindustri serta Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan. Hadir pula penggerak PKK Desa Mandalle dan masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Pengabdian tersebut juga menghadirkan dosen dari Politeknik Nilai Negeri Sembilan, Malaysia, sebagai bentuk kolaborasi dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis rumput laut.

Dalam kegiatan itu, tim pengabdian memperkenalkan sejumlah produk hasil penelitian, antara lain sabun batang herbal berbasis rumput laut, dessert dengan isian (filling) rumput laut, saus berbasis Caulerpa sp., serta stik berbahan ikan bandeng, daun kelor, dan rumput laut.

Salah satu anggota tim pengabdian, Dr. Sriwati Malle, mengatakan Kabupaten Pangkep memiliki sumber daya lokal yang melimpah dan berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Rumput laut, ikan bandeng, dan daun kelor merupakan komoditas lokal yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan bermanfaat kesehatan, sekaligus dapat menjadi peluang ekonomi yang besar. Melalui inovasi pengolahan, bahan-bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki daya saing di pasar," paparnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik pengisian filling berbahan rumput laut pada cake dan menyaksikan demonstrasi pengolahan berbagai produk berbasis bahan lokal.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian membagikan buku saku dan leaflet yang berisi panduan pengolahan produk berbasis sumber daya lokal," lanjutnya.

Sriwati mengungkapkan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga dan penggerak PKK Desa Mandalle.

"Hasil-hasil penelitian yang dikembangkan di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berdampak nyata kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka peluang usaha, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri maupun kelompok," ungkapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru