Kuota Haji Kabupaten Maros 2027 Berkurang 165 Orang

Rabu, 15 Jul 2026 15:27
Kuota Haji Kabupaten Maros 2027 Berkurang 165 Orang
Kegiatan penerimaan jemaah haji 2026 sekaligus bimbingan jemaah haji 2027 yang digelar di Masjid Agung Maros, Rabu (15/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Kuota haji reguler Kabupaten Maros untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi turun.

Sebelumnya, di tahun 2026 ini, kuota haji Kabupaten Maros mencapai 628 orang. Sementara tahun 2027 mendatang kuota haji hanya sekitar 463. Jumlah tersebut berkurang 165 orang.

Penurunan kuota itu disampaikan dalam kegiatan penerimaan jemaah haji 2026 sekaligus bimbingan jemaah haji 2027 yang digelar di Masjid Agung Maros, Rabu (15/6/2026).

Acara tersebut dibuka Bupati Maros Chaidir Syam dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros Ahmad Ihyadin.

Para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci tampak kompak mengenakan batik berwarna biru, sedangkan calon jemaah haji 2027 hadir dengan busana serba putih.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail mengatakan, kuota haji Maros tahun depan memang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, dia menegaskan jumlah tersebut belum bersifat final karena masih berpeluang bertambah seiring proses penetapan kuota nasional yang masih berlangsung.

Menurut Ikbal, pembagian kuota kini sepenuhnya mengacu pada jumlah daftar tunggu atau waiting list di setiap daerah.

"Siapa yang daftar tunggunya lebih banyak, maka kuotanya juga lebih tinggi," ujarnya.

Dia menjelaskan, kuota haji Sulawesi Selatan secara keseluruhan tetap sebanyak 9.630 jemaah.

Namun, distribusi kuota di tingkat kabupaten dan kota mengalami penyesuaian berdasarkan jumlah calon jemaah dalam daftar tunggu.

Selain kuota reguler, Kabupaten Maros juga memperoleh alokasi khusus bagi jemaah lanjut usia.

“Tahun depan Maros mendapat kuota 10 jemaah lansia. Kuota lansia tetap menjadi prioritas sebesar lima persen,” jelasnya.

Ikbal mengatakan, pihaknya telah memulai persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 lebih awal.

Langkah tersebut dilakukan karena tahapan penyelenggaraan dari Pemerintah Arab Saudi dimulai lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kami sudah meminta seluruh Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota mempersiapkan jemaahnya. Dalam waktu dekat juga akan masuk proses pelunasan," tuturnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan ibadah haji 2026 secara umum berjalan baik.
Mayoritas jemaah asal Sulawesi Selatan mengaku puas terhadap pelayanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan, terutama pada aspek kesehatan jemaah.

Selama musim haji 2026 tercatat sebanyak 25 jemaah asal Sulawesi Selatan meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat dibanding musim haji sebelumnya yang mencapai 22 orang.

“Evaluasi kami ke depan adalah memperketat istitaah kesehatan agar jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi syarat kesehatan,” katanya.

Dia juga mengimbau calon jemaah haji 2027 mulai mempersiapkan diri sejak sekarang dengan menjaga kesehatan, menyiapkan biaya pelunasan, serta meluruskan niat beribadah.

"Ibadah haji adalah ibadah fisik. Karena itu jaga kesehatan mulai sekarang, siapkan dana pelunasan ketika waktunya tiba, dan perbaiki niat sejak dini," ujarnya.

Terkait usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027, Ikbal menegaskan angka yang beredar saat ini masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan pemerintah.

Menurutnya, besaran BPIH masih akan dibahas bersama DPR RI sebelum ditetapkan secara resmi.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji asal Maros yang telah kembali ke Tanah Air.

Dia berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, kami bersyukur jemaah haji Kabupaten Maros telah kembali dengan selamat. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," imbuhnya.

Terkait kuota haji Maros yang menurun pada 2027, Chaidir berharap jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah pemerintah menetapkan kuota haji secara nasional.

"Namun apa pun keputusan pemerintah nantinya, kami mengajak seluruh calon jemaah untuk terus mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, memperdalam manasik, dan bersabar menunggu jadwal keberangkatan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin mengatakan dari total 628 jemaah haji Maros yang diberangkatkan pada musim haji 2026, sebanyak 626 kembali ke daerah.

"Dari jumlah itu, 408 laki-laki dan 218 perempuan. Dua jemaah meninggal dunia di Makkah setelah pelaksanaan wukuf," katanya.

Dia menambahkan, kuota jemaah lanjut usia Maros pada musim haji 2027 sebanyak 10 orang. Jemaah lansia tertua berusia 91 tahun, sedangkan yang termuda berusia 84 tahun.

Ihyadin mengatakan, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji tahun depan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, manasik haji 2027 akan dilaksanakan sebanyak 40 kali pertemuan, terdiri atas 20 kali secara daring melalui Zoom dan 20 kali secara tatap muka di Masjid Agung Maros maupun Aula PLHUT.

"Jika pekan ini dilaksanakan secara tatap muka, maka pekan berikutnya dilakukan secara daring. Pola ini agar jemaah tidak merasa kelelahan karena harus hadir setiap minggu," katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru