MDA Perkuat Kesiapsiagaan Warga Rante Balla Hadapi Bencana
Jum'at, 14 Agu 2026 09:30
PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi situasi darurat semisal bencana melalui Program Jaga Keselamatan Desa di Desa Rante Balla, Kabupaten Luwu. Foto/Istimewa
LUWU - Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak berhenti pada kemampuan menyelamatkan diri. Masyarakat juga perlu mampu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak ketika kondisi darurat terjadi. Hal inilah yang diperkuat PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui Program Jaga Keselamatan Desa di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.
Bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), MDA menggelar penguatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan fokus pada pengelolaan dapur umum. Kegiatan ini melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Palang Merah Indonesia (PMI), Pusat Penelitian Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Emergency Response Team (ERT) MDA, serta masyarakat setempat.
Dalam simulasi, warga tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fungsi dapur umum, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai tahapan pengelolaannya. Mulai dari pembagian peran dan koordinasi personel, pengelolaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi makanan kepada masyarakat terdampak.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Rusdin, mengatakan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari ketangguhan desa dalam menghadapi bencana.
“Ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat menyelamatkan diri dari ancaman bencana, tetapi juga dari kemampuannya memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar setelah bencana terjadi. Dapur umum adalah salah satu bentuk nyata dari kesadaran sosial tersebut ketika keselamatan tidak lagi dimaknai sebagai keselamatan diri sendiri, tetapi sebagai tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup bersama,” ujar Rusdin.
Menurut Rusdin, keterlibatan pemerintah, masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan perusahaan dalam simulasi juga penting untuk membangun koordinasi sebelum kondisi darurat terjadi. Dengan latihan bersama, setiap pihak dapat memahami peran dan tanggung jawabnya ketika bencana terjadi.
Ketua PUSPENA UNCP, Ichwan Muis, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pengetahuan teknis mengenai kebencanaan. Kemampuan warga mengenali risiko, mengorganisasikan diri, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa juga menjadi faktor penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.
“Desa Tangguh Bencana dibentuk untuk mengenali risiko, mengorganisasikan masyarakat, dan menciptakan kesadaran sosial untuk menjaga keselamatan desa,” ujar Ichwan.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari Program Jaga Keselamatan Desa. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kondisi darurat terjadi agar masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja secara terorganisir.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Melalui latihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memahami perannya, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja bersama, mengelola sumber daya yang tersedia, dan merespons situasi secara lebih terorganisir. Inilah yang ingin terus kami kuatkan melalui Jaga Keselamatan Desa,” ujar Mustafa.
Simulasi dapur umum di Rante Balla menjadi bagian dari rangkaian penguatan DESTANA yang dijalankan MDA bersama PUSPENA dan para pemangku kepentingan terkait. Melalui program ini, kapasitas dan pengalaman yang dibangun diharapkan dapat melekat di tingkat desa sehingga masyarakat lebih siap memenuhi kebutuhan dasar dan merespons kondisi darurat secara terkoordinasi ketika bencana terjadi.
Bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), MDA menggelar penguatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan fokus pada pengelolaan dapur umum. Kegiatan ini melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Palang Merah Indonesia (PMI), Pusat Penelitian Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Emergency Response Team (ERT) MDA, serta masyarakat setempat.
Dalam simulasi, warga tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fungsi dapur umum, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai tahapan pengelolaannya. Mulai dari pembagian peran dan koordinasi personel, pengelolaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi makanan kepada masyarakat terdampak.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Rusdin, mengatakan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari ketangguhan desa dalam menghadapi bencana.
“Ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat menyelamatkan diri dari ancaman bencana, tetapi juga dari kemampuannya memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar setelah bencana terjadi. Dapur umum adalah salah satu bentuk nyata dari kesadaran sosial tersebut ketika keselamatan tidak lagi dimaknai sebagai keselamatan diri sendiri, tetapi sebagai tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup bersama,” ujar Rusdin.
Menurut Rusdin, keterlibatan pemerintah, masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan perusahaan dalam simulasi juga penting untuk membangun koordinasi sebelum kondisi darurat terjadi. Dengan latihan bersama, setiap pihak dapat memahami peran dan tanggung jawabnya ketika bencana terjadi.
Ketua PUSPENA UNCP, Ichwan Muis, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pengetahuan teknis mengenai kebencanaan. Kemampuan warga mengenali risiko, mengorganisasikan diri, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa juga menjadi faktor penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.
“Desa Tangguh Bencana dibentuk untuk mengenali risiko, mengorganisasikan masyarakat, dan menciptakan kesadaran sosial untuk menjaga keselamatan desa,” ujar Ichwan.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari Program Jaga Keselamatan Desa. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kondisi darurat terjadi agar masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja secara terorganisir.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Melalui latihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memahami perannya, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja bersama, mengelola sumber daya yang tersedia, dan merespons situasi secara lebih terorganisir. Inilah yang ingin terus kami kuatkan melalui Jaga Keselamatan Desa,” ujar Mustafa.
Simulasi dapur umum di Rante Balla menjadi bagian dari rangkaian penguatan DESTANA yang dijalankan MDA bersama PUSPENA dan para pemangku kepentingan terkait. Melalui program ini, kapasitas dan pengalaman yang dibangun diharapkan dapat melekat di tingkat desa sehingga masyarakat lebih siap memenuhi kebutuhan dasar dan merespons kondisi darurat secara terkoordinasi ketika bencana terjadi.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
MDA Dorong 42 UMKM Desa di Luwu Naik Kelas Lewat Resota UMKM
Sebanyak 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) Kabupaten Luwu mendapat penguatan kapasitas usaha melalui program Resota UMKM 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 10:36
News
MDA - UNCP Dampingi 6 Desa di Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Risiko Bencana
Enam desa tangguh bencana di Luwu mendapat pendampingan melalui kolaborasi BPBD Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).
Rabu, 23 Sep 2026 13:33
Sulsel
Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
News
Tim ERT MDA Bergabung dalam Misi ESDM Siaga Bencana di NTT
PT Masmindo Dwi Area (MDA) mengirim tiga personel Emergency Response Team (ERT) untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ESDM Siaga Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jum'at, 21 Agu 2026 21:13
Sulsel
HUT RI ke-81, MDA Salurkan Bantuan untuk RSUD & Veteran Luwu
Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Masmindo Dwi Area (MDA) memberikan dukungan bagi pelayanan kesehatan sekaligus penghormatan kepada para veteran di Kabupaten Luwu.
Kamis, 20 Agu 2026 10:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Makassar Siapkan Sistem Peningkatan Kapasitas Lurah
2
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
3
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
4
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
5
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wali Kota Makassar Siapkan Sistem Peningkatan Kapasitas Lurah
2
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
3
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
4
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
5
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial