Atasi Persoalan Sampah, Anggota Kodim 1406 Wajo Ubah Sampah Plastik Jadi Batako

Jum'at, 18 Sep 2026 13:44
Atasi Persoalan Sampah, Anggota Kodim 1406 Wajo Ubah Sampah Plastik Jadi Batako
Babinsa Danramil Tanasitolo, Sertu Suardi melakukan sebuah terobosan inovasi. Ia mengubah berbagai jenis sampah menjadi berbagai macam karya. Diantaranya Batako dari bahan sampah plastik, tas, kursi.
Comment
Share
WAJO - Sampah merupakan persoalan klasik yang kerap menjadi masalah dikalangan masyarakat di Kabupaten Wajo. Fenomena itu tentu harus mendapat solusi konkret. Sebab jika tidak dikelola dengan baik maka akan memicu pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.

Melihat persoalan itu, personel Kodim 1406 Wajo berinisiatif mengubah masalah itu menjadi sebuah karya yang inovatif.

Babinsa Danramil Tanasitolo, Sertu Suardi melakukan sebuah terobosan inovasi. Ia mengubah berbagai jenis sampah menjadi berbagai macam karya. Diantaranya Batako dari bahan sampah plastik, tas dan kursi.

"Alhamdulillah, persoalan sampah yang kerap memicu konflik di tengah masyarakat mampu kita atasi dengan mendaur ulang sampah tersebut menjadi sebuah karya," kata Sertu Suardi saat di Konfirmasi Sindo Makassar Jumat (18/9/2026).

Suardi mengakui, inovasi itu telah ia lakukan sejak 3 bulan yang lalu. Berkolaborasi dengan Pemerintah Desa. Dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Tanasitolo. Ia baru mampu menyasar satu desa yakni Desa Pakkanna.

"Inovasi yang saya lakukan tidak terlepas dari peranan, dukungan dan kerjasama yang dilakukan oleh TNI dan Pemerintah Desa Pakkanna. Pak Desa banyak membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal sampah rumah tangga," katanya.

Sejak mengubah sampah, terutama sampah plastik menjadi Batako, jalan tani yang ada di Desa Pakkanna sebagian sudah mulus dilewati kendaraan.

Tidak hanya itu, sampah plastik yang dikumpulkan masyarakat tidak diambil secara gratis, Pemerintah Desa membeli sampah plastik itu dari masyakatnya dengan harga yang sudah disepakati untuk dijadikan bahan baku.

"Ada satu jalan tani yang sudah kami pasangi Batako dari bahan sampah plastik. Jalan itu merupakan jalan percontohan dari keberhasilan TNI dan Pemerintah Desa Pakkanna mengubah sampah menjadi bahan baku Batako," jelasnya.

Menurut Suardi, saat ini produksi Batako dari sampah plastik masih terbilang minim, sebab alat yang dipakai untuk melakukan daur ulang sampah masih menggunakan alat seadanya.

"Seandainya kami memiliki dukungan alat, seperti mesin caca plastik, maka produksi Batako dari sampah plastik akan jauh lebih banyak,"ujarnya.

Olehnya itu ia berharap, inovasi yang ia lakukan dapat dilirik oleh pemangku kebijakan."Tentu saya berharap ada bantuan peralatan untuk meningkatkan produksinya. Kita ubah sampah menjadi sebuah karya yang mampu memberikan manfaat untuk masyarakat," tandasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru