Produksi Beras Maros Naik 5,63 Persen, Tembus 113 Ribu Ton di Tengah El Nino
Rabu, 04 Nov 2026 12:32
Panen akbar di Kabupaten Maros beberapa waktu lalu. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino, produksi beras Kabupaten Maros justru mengalami peningkatan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data produksi beras kabupaten/kota di Sulawesi Selatan periode 2025–2026, produksi beras Maros tercatat mencapai 113.306 ton pada 2026. Angka tersebut meningkat 6.040 ton dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 107.266 ton.
Secara persentase, produksi beras Maros mengalami pertumbuhan sebesar 5,63 persen. Capaian tersebut menempatkan Maros sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil mencatatkan peningkatan produksi beras.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi gambaran positif dari upaya menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Maros.
"Kita patut bersyukur, ditengah kekeringan ekstrem yang melanda Indonesia terkhusus Maros, petani kita masih bisa menghasilkan produksi beras yang signifikan. Ini tentu menjadi hal baik untuk kedepannya, artinya petani kita bisa survive dengan bencana elnino ini," beber mantan Ketua DPRD Maros ini.
Chaidir menilai peningkatan produksi beras menjadi hal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
"Peningkatan produksi ini juga menjadi modal penting bagi Maros untuk terus memperkuat posisi kita sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan," katanya.
Chaidir mengatakan, dari data yang dirilis oleh BPS Maros, tidak banyak kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang mencatatkan pertumbuhan produksi beras pada 2026. Selain Maros, peningkatan juga terjadi di Takalar, Luwu, dan Luwu Utara.
Maros bahkan mencatatkan kenaikan produksi yang cukup signifikan, yakni sebesar 6.040 ton dalam kurun waktu satu tahun.
"Kita tentu harus terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah," pungkasnya.
Berdasarkan data produksi beras kabupaten/kota di Sulawesi Selatan periode 2025–2026, produksi beras Maros tercatat mencapai 113.306 ton pada 2026. Angka tersebut meningkat 6.040 ton dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 107.266 ton.
Secara persentase, produksi beras Maros mengalami pertumbuhan sebesar 5,63 persen. Capaian tersebut menempatkan Maros sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil mencatatkan peningkatan produksi beras.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi gambaran positif dari upaya menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Maros.
"Kita patut bersyukur, ditengah kekeringan ekstrem yang melanda Indonesia terkhusus Maros, petani kita masih bisa menghasilkan produksi beras yang signifikan. Ini tentu menjadi hal baik untuk kedepannya, artinya petani kita bisa survive dengan bencana elnino ini," beber mantan Ketua DPRD Maros ini.
Chaidir menilai peningkatan produksi beras menjadi hal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.
"Peningkatan produksi ini juga menjadi modal penting bagi Maros untuk terus memperkuat posisi kita sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan," katanya.
Chaidir mengatakan, dari data yang dirilis oleh BPS Maros, tidak banyak kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang mencatatkan pertumbuhan produksi beras pada 2026. Selain Maros, peningkatan juga terjadi di Takalar, Luwu, dan Luwu Utara.
Maros bahkan mencatatkan kenaikan produksi yang cukup signifikan, yakni sebesar 6.040 ton dalam kurun waktu satu tahun.
"Kita tentu harus terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Bantuan Beras di Bulukumba Dipertanyakan, Warga Mengaku Terima 2 Karung Meski Difoto 3
Seorang warga Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, bernama H Tutong mengaku hanya menerima dua karung beras, meski dalam dokumentasi penyaluran, dirinya terlihat berdiri di belakang tiga karung beras.
Jum'at, 18 Sep 2026 07:02
News
Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Harga Tembus Rp42 Ribu per Kg
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran.
Kamis, 30 Jul 2026 16:10
News
Prabowo Pastikan Stok Beras Aman dan Distribusi Tepat Sasaran
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan sidak langsung ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia pada Sabtu, (18/04/2026.
Minggu, 19 Apr 2026 17:57
News
Stok Melimpah, Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras nasional mencetak rekor tertinggi dengan capaian sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Minggu, 05 Apr 2026 19:05
Ekbis
Dukung Pelaksanaan Haji, Bulog Mulai Ekspor Beras ke Arab Saudi
Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyepakati rencana ekspor Beras Haji Tahun 2026 yang diusulkan oleh Perum BULOG.
Senin, 09 Feb 2026 20:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
LHP BPKP Tidak Sah Sebagai Bukti Baru Penetapan Tersangka Mantan Pj Gubernur Sulsel
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar