Pemkab Luwu Rancang Perbup Penurunan Stunting
Rabu, 30 Agu 2023 20:24
Rapat evaluasi dan perencanaan program penurunan stunting di Ruang Sekda Luwu. Foto: Chaeruddin/Sindo Makassar
LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu tengah merancang Peraturan Bupati (Perbup) penurunan stunting. Rencana ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, H Sulaiman dalam rapat di ruang kerjanya pada Rabu (30/8).
Perbup ini diharapkan mampu mendorong dan mewujudkan percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Luwu.
H Sulaiman mengatakan penurunan angka stunting menjadi program nasional pemerintah Republik Indonesia yang wajib didukung oleh seluruh pemerintah daerah termasuk Kabupaten Luwu.
“Ini telah menjadi program nasional. Apalagi di Kabupaten Luwu angka stunting masih tinggi sehingga dibutuhkan keseriusan dalam penanganannya," katanya.
"Kita berkumpul di sini untuk membahas rancangan Peraturan Bupati percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Luwu," lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr Rosnawary Basir menyampaikan penurunan stunting merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan nasional. Dan menjadi target pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia sejak dini
“Percepatan penurunan stunting terintegrasi dimaksudkan sebagai panduan dalam melaksanakan intervensi terintegrasi untuk percepatan penurunan stunting terintegrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan," sebutnya.
"Selain itu, menjadi pedoman intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui peningkatan mutu gizi perorangan, keluarga, dan masyarakat serta strategi komunikasi perubahan perilaku,” tambah dr Rosnawary.
Di kesempatan ini, dr Rosnawary juga memperkenalkan aplikasi “Satuhatiku” merupakan akronim dari Satu Pintu Cegah dan Atasi Stunting di Kabupaten Luwu.
Satuhatiku berupa gerakan penurunan stunting terpadu dan konvergen dengan seluruh stakeholder serta upaya penurunan stunting dalam bentuk aplikasi yang mencakup informasi terkait upaya stunting, data sasaran ibu hamil, bayi serta balita stunting secara keseluruhan, lengkap dengan nama dan titik koordinat alamat sasaran tersebut.
“Aplikasi ini juga berisi upaya intervensi yang dilakukan oleh setiap OPD dan pihak lain sehingga upaya intervensi akan lebih tepat sasaran serta tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dan kasus stunting dapat dicegah dan diatasi di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Informasi yang diberikan melalui aplikasi Satuhatiku dapat diakses dengan mudah oleh pengambil kebijakan dan OPD terkait serta masyarakat, sehingga hal ini sangat penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan monitoring serta evaluasi kasus stunting yang ada di Kabupaten Luwu sebagai upaya program prioritas nasional pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan penurunan stunting.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bappelitbangda, Moch. Arsal Arsyad, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Husain, Kepala Dinas Kominfo, H. Muhammad dan perwakilan dari OPD terkait.
Perbup ini diharapkan mampu mendorong dan mewujudkan percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Luwu.
H Sulaiman mengatakan penurunan angka stunting menjadi program nasional pemerintah Republik Indonesia yang wajib didukung oleh seluruh pemerintah daerah termasuk Kabupaten Luwu.
“Ini telah menjadi program nasional. Apalagi di Kabupaten Luwu angka stunting masih tinggi sehingga dibutuhkan keseriusan dalam penanganannya," katanya.
"Kita berkumpul di sini untuk membahas rancangan Peraturan Bupati percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Luwu," lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr Rosnawary Basir menyampaikan penurunan stunting merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan nasional. Dan menjadi target pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia sejak dini
“Percepatan penurunan stunting terintegrasi dimaksudkan sebagai panduan dalam melaksanakan intervensi terintegrasi untuk percepatan penurunan stunting terintegrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan," sebutnya.
"Selain itu, menjadi pedoman intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui peningkatan mutu gizi perorangan, keluarga, dan masyarakat serta strategi komunikasi perubahan perilaku,” tambah dr Rosnawary.
Di kesempatan ini, dr Rosnawary juga memperkenalkan aplikasi “Satuhatiku” merupakan akronim dari Satu Pintu Cegah dan Atasi Stunting di Kabupaten Luwu.
Satuhatiku berupa gerakan penurunan stunting terpadu dan konvergen dengan seluruh stakeholder serta upaya penurunan stunting dalam bentuk aplikasi yang mencakup informasi terkait upaya stunting, data sasaran ibu hamil, bayi serta balita stunting secara keseluruhan, lengkap dengan nama dan titik koordinat alamat sasaran tersebut.
“Aplikasi ini juga berisi upaya intervensi yang dilakukan oleh setiap OPD dan pihak lain sehingga upaya intervensi akan lebih tepat sasaran serta tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dan kasus stunting dapat dicegah dan diatasi di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Informasi yang diberikan melalui aplikasi Satuhatiku dapat diakses dengan mudah oleh pengambil kebijakan dan OPD terkait serta masyarakat, sehingga hal ini sangat penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan monitoring serta evaluasi kasus stunting yang ada di Kabupaten Luwu sebagai upaya program prioritas nasional pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan penurunan stunting.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bappelitbangda, Moch. Arsal Arsyad, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Husain, Kepala Dinas Kominfo, H. Muhammad dan perwakilan dari OPD terkait.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
Upaya membangun keluarga berkualitas terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra Komisi IX DPR RI
Sabtu, 26 Sep 2026 17:54
Sulsel
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
Upaya mencegah stunting di Kabupaten Maros terus diperkuat melalui gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, tokoh agama, masyarakat, hingga berbagai mitra pembangunan.
Rabu, 26 Agu 2026 11:26
Sulsel
HUT RI ke-81, MDA Salurkan Bantuan untuk RSUD & Veteran Luwu
Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Masmindo Dwi Area (MDA) memberikan dukungan bagi pelayanan kesehatan sekaligus penghormatan kepada para veteran di Kabupaten Luwu.
Kamis, 20 Agu 2026 10:24
Sulsel
Fatmawati Rusdi Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting di Parepare
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor saat melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare, Rabu (22/7/2026).
Kamis, 23 Jul 2026 09:44
Sulsel
Pemkab Luwu - MDA Dukung FORDES MATAPPA Jadi Wadah Aspirasi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat peran Forum Desa (FORDES) MATAPPA sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Selasa, 14 Jul 2026 08:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketua Umum PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games
2
Garuda Mengamuk! Bangladesh Dibantai 9-2, Indonesia ke Final Asean Cup 2026
3
Polisi Panggil Kadisdik Bantaeng Usai DPO Polres Jeneponto Diamankan di Kediamannya
4
Kapolres Lutim Turun Langsung Padamkan Kebakran Lahan di Perbukitan
5
OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kepemimpinan dan Pengawasan Sektor Keuangan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketua Umum PB Perkemi Dorong Kempo Kembali Dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games
2
Garuda Mengamuk! Bangladesh Dibantai 9-2, Indonesia ke Final Asean Cup 2026
3
Polisi Panggil Kadisdik Bantaeng Usai DPO Polres Jeneponto Diamankan di Kediamannya
4
Kapolres Lutim Turun Langsung Padamkan Kebakran Lahan di Perbukitan
5
OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kepemimpinan dan Pengawasan Sektor Keuangan