Respon IAS, Danny dan Sudirman soal Kotak Kosong di Pilgub Sulsel 2024
Selasa, 23 Jul 2024 07:00
Kolase foto Danny, Sudirman dan IAS. Ilustrasi: Sindo Makassar
MAKASSAR - Wacana kotak kosong makin menguat di Pilgub Sulsel 2024. Pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi santer dikabarkan tak punya lawan yang bisa mencukupkan minimal 17 kursi, jelang pendaftaran ke KPU pada Agustus mendatang.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat ini baru mengumpulkan 15 kursi. Rinciannya PPP 8 kursi, PDIP 6 kursi dan Hanura 1 kursi. Danny butuh 2 kursi lagi untuk bisa mendaftar ke KPU.
Adapun Ilham Arief Sirajuddin (IAS) lebih parah, karena baru mengamankan 1 kursi Hanura. Selebihnya, IAS belum mendapat surat tugas dari partai manapun.
Sementara paket Sudirman-Fatma telah mengantongi 24 kursi. Rinciannya Nasdem 17 kursi dan Demokrat 7 kursi. Bahkan, Gerindra juga segera menetapkan pasangan ini untuk diusung.
IAS angkat bicara menanggapi isu kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Menurutnya, kolom kosong merupakan suatu kemunduran demokrasi dan merusak proses pendidikan politik di Sulsel.
“Isu kecenderungan mempersiapkan agenda politik kontestasi kotak kosong ini, suatu proses pembodohan publik,” kata IAS saat ditemui usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan PKS Sulsel di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar pada Senin 22 Juli 2024.
IAS mengungkapkan, masyarakat di Kota Makassar sudah memiliki pengalaman kotak kosong. Dimana kandidat yang diusung koalisi gemuk terpaksa harus menelan pil pahit, karena kalah melawan kotak kosong.
“Kita punya pengalaman kotak kosong kemarin, bagaimana bisa memuaskan hati pilihan masyarakat kalau tidak ada ruangnya. Dan ketika kotak kosong yang kebetulan kotak kosong yang banyak dipilih oleh masyarakat. Saya kira ini menjadi suatu pelajaran yang baik dan jangan sampai terulang,” ujar Mantan Wali Kota Makassar ini.
Danny juga ikut memberi tanggapan soal kotak kosong. Ia bilang, fenomena kotak kosong sudah pernah terjadi bagi warga Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
"Dan itu salah satu proses, walau pun banyak orang bilang, bukan saya yah, bahwa itu tidak sehat tapi itu sah saja dalam perjalanan mekanisme ini. Bisa terjadi itu ya, karena banyak kekuatan yang membuat menjadi kotak kosong. Tapi ingat, di Makassar itu kotak kosong menang," ungkap Danny usai mengikuti fit and proper test PKS Sulsel, kemarin.
Bagi Danny, ia tidak punya upaya untuk melawan kotak kosong. Namun ia menyayangkan jika dalam sebuah kontestasi hanya satu orang yang bertanding, tapi tidak punya lawan.
"Tidak ada upaya kalau dari saya tidak ada. Itu upaya kita semua, apakah kita melihat kondisi saat ini Sulsel sudah kekurangan pemimpin. Untuk apa bertanding, seperti coba kita lihat kalau arena pertandingan, masa satu ji maju," bebernya.
Danny bilang, sejatinya demokrasi harus dibarengi dengan berbagai pengujian terhadap kandidat tersebut. Namun hal itu tidak berlaku jika kondisinya kotak kosong.
"Itu jadi hal yang misterius, karena kotak kosong itu akan mengumpul semua kekuatan-kekuatan yang tentunya tidak setuju dengan apa namanya, kondisi-kondisi yang membuat Sulawesi Selatan ini. Pengujian-pengujian yang terbaik itu tidak tidak melalui mekanisme yang yang biasanya dilihat oleh rakyat," jelasnya.
Sementara itu, Andi Sudirman menanggapi wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Wacana ini berhembus kuat, usai Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi mendapat mandat dari DPP Demokrat untuk maju di gelanggang politik 5 tahunan itu.
"Kami tidak tahu tentang hal itu. Karena itu (soal dukungan parpol di pilkada), partai menentukan. Kalau kebetulan (isu kotak kosong itu dialamatkan kepada kami), itu tidak by (order) hal lain," ucap Andi Sudirman usai mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon gubernur, di Kantor DPW PAN Sulsel, pada Senin (22/7/2024).
Memang, tak dipungkiri, isu kotak kosong itu menyasar ke pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi. Wacana yang mencuat, Sudirman-Fatmawati dianggap akan 'memborong' semua parpol dan hanya menyisakan parpol yang secara matematis tidak bisa mengusung kandidat di pilgub.
"Kalau misalnya memang partai menginginkan (kotak kosong), kita tidak bisa (larang atau menolak). Istilahnya kalau komunikasinya (antar parpol dan kandidat) baik, masak dilarang?," tutup mantan Gubernur Sulsel itu.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat ini baru mengumpulkan 15 kursi. Rinciannya PPP 8 kursi, PDIP 6 kursi dan Hanura 1 kursi. Danny butuh 2 kursi lagi untuk bisa mendaftar ke KPU.
Adapun Ilham Arief Sirajuddin (IAS) lebih parah, karena baru mengamankan 1 kursi Hanura. Selebihnya, IAS belum mendapat surat tugas dari partai manapun.
Sementara paket Sudirman-Fatma telah mengantongi 24 kursi. Rinciannya Nasdem 17 kursi dan Demokrat 7 kursi. Bahkan, Gerindra juga segera menetapkan pasangan ini untuk diusung.
IAS angkat bicara menanggapi isu kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Menurutnya, kolom kosong merupakan suatu kemunduran demokrasi dan merusak proses pendidikan politik di Sulsel.
“Isu kecenderungan mempersiapkan agenda politik kontestasi kotak kosong ini, suatu proses pembodohan publik,” kata IAS saat ditemui usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan PKS Sulsel di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar pada Senin 22 Juli 2024.
IAS mengungkapkan, masyarakat di Kota Makassar sudah memiliki pengalaman kotak kosong. Dimana kandidat yang diusung koalisi gemuk terpaksa harus menelan pil pahit, karena kalah melawan kotak kosong.
“Kita punya pengalaman kotak kosong kemarin, bagaimana bisa memuaskan hati pilihan masyarakat kalau tidak ada ruangnya. Dan ketika kotak kosong yang kebetulan kotak kosong yang banyak dipilih oleh masyarakat. Saya kira ini menjadi suatu pelajaran yang baik dan jangan sampai terulang,” ujar Mantan Wali Kota Makassar ini.
Danny juga ikut memberi tanggapan soal kotak kosong. Ia bilang, fenomena kotak kosong sudah pernah terjadi bagi warga Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
"Dan itu salah satu proses, walau pun banyak orang bilang, bukan saya yah, bahwa itu tidak sehat tapi itu sah saja dalam perjalanan mekanisme ini. Bisa terjadi itu ya, karena banyak kekuatan yang membuat menjadi kotak kosong. Tapi ingat, di Makassar itu kotak kosong menang," ungkap Danny usai mengikuti fit and proper test PKS Sulsel, kemarin.
Bagi Danny, ia tidak punya upaya untuk melawan kotak kosong. Namun ia menyayangkan jika dalam sebuah kontestasi hanya satu orang yang bertanding, tapi tidak punya lawan.
"Tidak ada upaya kalau dari saya tidak ada. Itu upaya kita semua, apakah kita melihat kondisi saat ini Sulsel sudah kekurangan pemimpin. Untuk apa bertanding, seperti coba kita lihat kalau arena pertandingan, masa satu ji maju," bebernya.
Danny bilang, sejatinya demokrasi harus dibarengi dengan berbagai pengujian terhadap kandidat tersebut. Namun hal itu tidak berlaku jika kondisinya kotak kosong.
"Itu jadi hal yang misterius, karena kotak kosong itu akan mengumpul semua kekuatan-kekuatan yang tentunya tidak setuju dengan apa namanya, kondisi-kondisi yang membuat Sulawesi Selatan ini. Pengujian-pengujian yang terbaik itu tidak tidak melalui mekanisme yang yang biasanya dilihat oleh rakyat," jelasnya.
Sementara itu, Andi Sudirman menanggapi wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Wacana ini berhembus kuat, usai Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi mendapat mandat dari DPP Demokrat untuk maju di gelanggang politik 5 tahunan itu.
"Kami tidak tahu tentang hal itu. Karena itu (soal dukungan parpol di pilkada), partai menentukan. Kalau kebetulan (isu kotak kosong itu dialamatkan kepada kami), itu tidak by (order) hal lain," ucap Andi Sudirman usai mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon gubernur, di Kantor DPW PAN Sulsel, pada Senin (22/7/2024).
Memang, tak dipungkiri, isu kotak kosong itu menyasar ke pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi. Wacana yang mencuat, Sudirman-Fatmawati dianggap akan 'memborong' semua parpol dan hanya menyisakan parpol yang secara matematis tidak bisa mengusung kandidat di pilgub.
"Kalau misalnya memang partai menginginkan (kotak kosong), kita tidak bisa (larang atau menolak). Istilahnya kalau komunikasinya (antar parpol dan kandidat) baik, masak dilarang?," tutup mantan Gubernur Sulsel itu.
(UMI)
Berita Terkait
Makassar City
Wali Kota Appi Kedepankan Etik Politik, Mundur dari Golkar Secara Baik-baik
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin akhirnya memutuskan sikap politiknya. Appi memilih keluar dari Partai Golkar terhitung pada Senin, 5 Oktober 2026.
Senin, 05 Okt 2026 22:14
News
IAS Disambut Empat Calon Ketua Golkar Bulukumba Saat Singgah dari Selayar
IAS singgah di Bulukumba dalam perjalanan kembali ke Makassar usai menyelesaikan agenda roadshow dan konsolidasi Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Minggu, 04 Okt 2026 20:54
Sulsel
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin, menyambut kedatangan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), saat tiba di Pelabuhan Bira, Bulukumba, Sabtu (3/10/2026) malam.
Sabtu, 03 Okt 2026 20:18
News
Di Hadapan Tomas Selayar, IAS: Laporkan Legislator yang Abai Dengar Aspirasi
Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) meminta tokoh masyarakat (tomas) Selayar jangan ragu menyampaikan aspirasi langsung ke kantor Golkar Selayar.
Sabtu, 03 Okt 2026 17:33
News
IAS Instruksikan Fraksi Golkar Kawal Pengembangan Pariwisata Selayar
IAS meminta jajaran legislator Partai Golkar di tingkat provinsi maupun Kabupaten Kepulauan Selayar tidak menutup mata terhadap potensi pariwisata daerah.
Sabtu, 03 Okt 2026 07:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Eks Anggota DPRD Sulsel Andi Nurhidayati Dilantik jadi Ketua PAN Soppeng
5
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Eks Anggota DPRD Sulsel Andi Nurhidayati Dilantik jadi Ketua PAN Soppeng
5
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan