Indosat Gandeng Perbankan Perkuat Proteksi Anti Spam/Scam Berbasis AI
Selasa, 18 Nov 2025 07:43
EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, memberikan sambutan pada acara sosialisasi pemanfaatan AI untuk mencegah spam dan scam bersama mitra perbankan. Foto/IST
MAKASSAR - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menggelar sosialisasi bersama mitra perbankan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam upaya pencegahan spam dan scam yang kian marak di layanan telekomunikasi dan keuangan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Indosat dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan, sekaligus memperkuat ekosistem digital yang lebih terlindungi.
Berdasarkan laporan Global Anti Scam Alliance (GASA), kejahatan digital di Indonesia terus meningkat, mulai dari penipuan investasi hingga belanja online palsu. Dampaknya bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga tekanan mental bagi para korban. Hasil studi terhadap 1.000 orang dewasa, 66% responden mengaku pernah menghadapi penipuan, dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun dalam setahun terakhir.
Didukung teknologi AIvolusi5G—yang menggabungkan kecanggihan AI dengan jaringan 5G—Indosat menghadirkan layanan anti-spam dan anti-scam yang bekerja otomatis di tingkat jaringan.
Sistem ini mampu mendeteksi panggilan serta pesan mencurigakan tanpa aplikasi tambahan atau perangkat khusus. Melalui IM3, perlindungan tersebut tersedia dalam fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), sementara pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: AntiSpam/Scam.
Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, sistem Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.
Selain menghadirkan teknologi perlindungan, Indosat juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor. Melalui inisiatif ini, Indosat mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks.
Pada kegiatan kali ini, Indosat menggandeng sejumlah bank, regulator, dan asosiasi keuangan untuk memperkuat sinergi. Hadir dalam acara tersebut Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Arif Machfoed; Manager Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Aditia Gesar; serta Staff Divisi Edukasi dan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga Kantor Perwakilan LPS II, Yuke Fatihaturrahamah.
Dalam sambutannya, EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, menegaskan pentingnya langkah preventif di sektor telekomunikasi.
“Indosat terus membangun sistem keamanan yang makin canggih dan adaptif terhadap pola kejahatan digital, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi para pengguna layanan telekomunikasinya," ujarnya.
Indosat berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara industri telekomunikasi, perbankan, dan regulator, sehingga perlindungan bagi pelanggan dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif.
Fitur SATSPAM IM3 terdiri dari dua jenis: SATSPAM BASIC, yang otomatis aktif untuk seluruh pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif; dan SATSPAM+, yang menawarkan perlindungan lebih canggih berkat kemampuan mendeteksi tautan berbahaya. Fitur ini dapat diakses melalui aplikasi myIM3.
Sementara itu, TRI AI: AntiSpam/Scam hadir dengan deteksi visual tiga kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko. Pelanggan IM3 dan Tri juga bisa mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+.
Fitur ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai mencurigakan. Notifikasi kode warna, peringatan SMS yang lebih jelas, serta ringkasan panggilan juga tersedia dalam aplikasi tersebut. Fitur Tri AI: AntiSpam/Scam dapat dinikmati pelanggan melalui BIMA+.
Berdasarkan laporan Global Anti Scam Alliance (GASA), kejahatan digital di Indonesia terus meningkat, mulai dari penipuan investasi hingga belanja online palsu. Dampaknya bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga tekanan mental bagi para korban. Hasil studi terhadap 1.000 orang dewasa, 66% responden mengaku pernah menghadapi penipuan, dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun dalam setahun terakhir.
Didukung teknologi AIvolusi5G—yang menggabungkan kecanggihan AI dengan jaringan 5G—Indosat menghadirkan layanan anti-spam dan anti-scam yang bekerja otomatis di tingkat jaringan.
Sistem ini mampu mendeteksi panggilan serta pesan mencurigakan tanpa aplikasi tambahan atau perangkat khusus. Melalui IM3, perlindungan tersebut tersedia dalam fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), sementara pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: AntiSpam/Scam.
Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, sistem Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.
Selain menghadirkan teknologi perlindungan, Indosat juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor. Melalui inisiatif ini, Indosat mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks.
Pada kegiatan kali ini, Indosat menggandeng sejumlah bank, regulator, dan asosiasi keuangan untuk memperkuat sinergi. Hadir dalam acara tersebut Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Arif Machfoed; Manager Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Aditia Gesar; serta Staff Divisi Edukasi dan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga Kantor Perwakilan LPS II, Yuke Fatihaturrahamah.
Dalam sambutannya, EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, menegaskan pentingnya langkah preventif di sektor telekomunikasi.
“Indosat terus membangun sistem keamanan yang makin canggih dan adaptif terhadap pola kejahatan digital, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi para pengguna layanan telekomunikasinya," ujarnya.
Indosat berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara industri telekomunikasi, perbankan, dan regulator, sehingga perlindungan bagi pelanggan dapat berjalan lebih efektif dan komprehensif.
Fitur SATSPAM IM3 terdiri dari dua jenis: SATSPAM BASIC, yang otomatis aktif untuk seluruh pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif; dan SATSPAM+, yang menawarkan perlindungan lebih canggih berkat kemampuan mendeteksi tautan berbahaya. Fitur ini dapat diakses melalui aplikasi myIM3.
Sementara itu, TRI AI: AntiSpam/Scam hadir dengan deteksi visual tiga kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko. Pelanggan IM3 dan Tri juga bisa mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+.
Fitur ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai mencurigakan. Notifikasi kode warna, peringatan SMS yang lebih jelas, serta ringkasan panggilan juga tersedia dalam aplikasi tersebut. Fitur Tri AI: AntiSpam/Scam dapat dinikmati pelanggan melalui BIMA+.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Rapor Hijau BSI di Sulsel, DPK & Pembiayaan Tumbuh Dua Digit
Berdasarkan data performa terbaru, market share BSI di Sulsel tumbuh signifikan, bahkan bertumbuh dua digit untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan.
Jum'at, 22 Mei 2026 22:04
Ekbis
Geopolitik Memanas, OJK Pastikan Fundamental & Intermediasi Perbankan Terjaga
OJK memastikan kondisi sektor perbankan nasional tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global yang dipicu gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.
Jum'at, 22 Mei 2026 14:24
Ekbis
Satgas PASTI Hentikan Dugaan Penipuan Berkedok Investasi CANTVR dan YUDIA
Satgas PASTI mengambil langkah tegas terhadap dua entitas yang diduga menjalankan praktik penipuan berkedok investasi dan penawaran pekerjaan daring, yakni CANTVR dan YUDIA.
Jum'at, 22 Mei 2026 10:56
Ekbis
Kolaborasi Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Target Cetak 1 Juta Talenta Digital Berbasis AI
Melalui kerja sama ini, ekosistem pelatihan akan diperluas hingga mencakup 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker RI.
Kamis, 21 Mei 2026 11:13
Ekbis
OJK Dorong Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet di Perbankan
Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong terciptanya iklim perbankan yang sehat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri.
Jum'at, 15 Mei 2026 11:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Empat Ranperda Kabupaten Sidrap Lalui Tahapan Harmonisasi
2
Sambut Milad ke-34, FK UMI Edukasi Warga Makassar Soal Bantuan Hidup Dasar
3
OJK Minta Klarifikasi Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan
4
Hari Lingkungan Hidup, PT Vale Dorong Gerakan Bersama Hadapi Perubahan Iklim
5
Beli Token di PLN Mobile, Pelanggan Berpeluang Dapat Voucher Listrik Rp10 Ribu
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Empat Ranperda Kabupaten Sidrap Lalui Tahapan Harmonisasi
2
Sambut Milad ke-34, FK UMI Edukasi Warga Makassar Soal Bantuan Hidup Dasar
3
OJK Minta Klarifikasi Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan
4
Hari Lingkungan Hidup, PT Vale Dorong Gerakan Bersama Hadapi Perubahan Iklim
5
Beli Token di PLN Mobile, Pelanggan Berpeluang Dapat Voucher Listrik Rp10 Ribu