Upaya Berlanjut, SPJM Pasang Fasilitas Safety Baru Di Jembatan Mahakam Samarinda
Kamis, 05 Mar 2026 12:42
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan keseriusan dan kepeduliannya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di wilayah perairan sungai Mahakam. Foto: Istimewa
SAMARINDA - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan keseriusan dan kepeduliannya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di wilayah perairan sungai Mahakam.
Kali ini SPJM memasang 2 (dua) alat yaitu, Port Entry Light (PEL) dan pemasangan alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.
PEL telah mulai dipasang pada bulan September 2024, alat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang digunakan untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan atau alur pelayaran dalam hal ini kolong jembatan, menandai jalur aman, atau menyoroti bahaya, terutama di malam hari atau pada jarak pandang yang terbatas.
Sehingga dengan adanya alat ini diharapkan dapat mencegah dan meminimalisir insiden, menunjukkan jalur pelayaran, menentukan posisi dan arah, dan identifikasi sisi alur.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights (PEL) memang sudah sangat banyak digunakan di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk, memiliki alur pelayaran sempit, atau memiliki lalu lintas padat. Lampu ini menjadi standar keamanan krusial untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam.
Karakteristik pelayanan pemanduan kolong jembatan di Perairan Sungai Mahakam memang cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL sebagai salah satu upaya mempermudah nahkoda kapal dan perwira pandu mengenai posisi mereka di jalur yang benar sehingga dalam melintas dengan aman”, terang Edward DN Napitupulu, Direktur Operasi dan Teknik SPJM.
SPJM juga telah memasang alat sensor monitoring perairan sekitar jembatan Mahakam dan Mahulu pada bulan Januari 2026, alat ini berfungsi memberikan informasi kondisi kecepatan arus sungai dan jarak antara permukaan air ke struktur Jembatan Mahakam (cleraence Jembatan) dan terhubung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam.
Selain itu di Stasiun pandu dekat jembatan Mahulu telah dipasang sensor ketinggian muatan berupa laser range finder. Seluruh sensor tersebut dapat dipantau melalui dashboard monitoring sensor Jembatan (Web Based) yang dapat meberikan informasi aktual (setiap 1 Menit) terkait kecepatan arus sekitar Jembatan Mahakam, clearence Jembatan (Jarak Konstruksi Jembatan ke Permukaan Air Sungai) serta memberikan Notifikasi “alert” jika terdapat muatan kapal melebihi batas yang ditentukan oleh regulasi.
Edward menerangkan, sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak.
"Dengan adanya alat sensor dan monitoring ini juga akan memberikan kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi bagi nahkoda kapal dan perwira pandu, memastikan navigasi pelayaran di perairan terbatas yaitu ruang bawah jembatan Mahakam, sehingga dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar,” kata dia.
Keselamatan berlayar adalah tujuan utama dan akhir, sehingga SPJM terus berkomitmen melakukan improvement/perbaikan berkelanjutan.
Kali ini SPJM memasang 2 (dua) alat yaitu, Port Entry Light (PEL) dan pemasangan alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.
PEL telah mulai dipasang pada bulan September 2024, alat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang digunakan untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan atau alur pelayaran dalam hal ini kolong jembatan, menandai jalur aman, atau menyoroti bahaya, terutama di malam hari atau pada jarak pandang yang terbatas.
Sehingga dengan adanya alat ini diharapkan dapat mencegah dan meminimalisir insiden, menunjukkan jalur pelayaran, menentukan posisi dan arah, dan identifikasi sisi alur.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights (PEL) memang sudah sangat banyak digunakan di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk, memiliki alur pelayaran sempit, atau memiliki lalu lintas padat. Lampu ini menjadi standar keamanan krusial untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam.
Karakteristik pelayanan pemanduan kolong jembatan di Perairan Sungai Mahakam memang cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL sebagai salah satu upaya mempermudah nahkoda kapal dan perwira pandu mengenai posisi mereka di jalur yang benar sehingga dalam melintas dengan aman”, terang Edward DN Napitupulu, Direktur Operasi dan Teknik SPJM.
SPJM juga telah memasang alat sensor monitoring perairan sekitar jembatan Mahakam dan Mahulu pada bulan Januari 2026, alat ini berfungsi memberikan informasi kondisi kecepatan arus sungai dan jarak antara permukaan air ke struktur Jembatan Mahakam (cleraence Jembatan) dan terhubung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam.
Selain itu di Stasiun pandu dekat jembatan Mahulu telah dipasang sensor ketinggian muatan berupa laser range finder. Seluruh sensor tersebut dapat dipantau melalui dashboard monitoring sensor Jembatan (Web Based) yang dapat meberikan informasi aktual (setiap 1 Menit) terkait kecepatan arus sekitar Jembatan Mahakam, clearence Jembatan (Jarak Konstruksi Jembatan ke Permukaan Air Sungai) serta memberikan Notifikasi “alert” jika terdapat muatan kapal melebihi batas yang ditentukan oleh regulasi.
Edward menerangkan, sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak.
"Dengan adanya alat sensor dan monitoring ini juga akan memberikan kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi bagi nahkoda kapal dan perwira pandu, memastikan navigasi pelayaran di perairan terbatas yaitu ruang bawah jembatan Mahakam, sehingga dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar,” kata dia.
Keselamatan berlayar adalah tujuan utama dan akhir, sehingga SPJM terus berkomitmen melakukan improvement/perbaikan berkelanjutan.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) semakin mantap menjalin kemitraan strategis dalam mewujudkan visi ekspansi bisnis
Selasa, 03 Mar 2026 17:14
Ekbis
Patuh Perpajakan, DJP Sulselbatra Kembali Apresiasi Kontribusi SPJM
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dibidang Marine, Equipment, Port Services, Dredgingdan Shipyard (MEPS) kembali menerima penghargaan dari Direktorat Jendral Pajak Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (DJP Wilayah Sulselbatra) atas pencapaian Pajak tahun 2025 perusahaan.
Senin, 02 Mar 2026 11:27
Ekbis
SPJM Berbagi Ramadan, Salurkan Donasi ke Rumah Ibadah
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Rabu, 25 Feb 2026 00:42
Ekbis
Capaian Safety SPJM, 19 Juta Jam Pelayanan Dengan Zero Fatality
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) menunjukkan komitmen tertinggi perusahaan terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),
Jum'at, 20 Feb 2026 13:58
News
SPJM Gencar Tingkatkan Kualitas Layanan di Perairan Sungai Mahakam
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) menyambut antusias pemberlakuan kegiatan pengolongan 24 jam di perairan Sungai Mahakam
Rabu, 18 Feb 2026 15:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
2
Demokrasi “Empirik” Islam
3
Bergantian Kepala Daerah-Legislator Hadiri Bukber HUT RMS, Cermin Kuatnya Jejaring Politik di Sulsel
4
Anggaran Perbaikan Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah Disorot: Bukan Perbaiki, Malah Tambah Bocor
5
Sultan Tajang Soroti Rehab Masjid 99 Kubah: Sudah Dianggarkan Rp4,5 Miliar, Kok Masih Bocor
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
2
Demokrasi “Empirik” Islam
3
Bergantian Kepala Daerah-Legislator Hadiri Bukber HUT RMS, Cermin Kuatnya Jejaring Politik di Sulsel
4
Anggaran Perbaikan Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah Disorot: Bukan Perbaiki, Malah Tambah Bocor
5
Sultan Tajang Soroti Rehab Masjid 99 Kubah: Sudah Dianggarkan Rp4,5 Miliar, Kok Masih Bocor