Kredit dan DPK Naik, Sektor Keuangan Sulsel Tetap Solid
Senin, 25 Mei 2026 13:59
OJK Sulselbar menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 tetap solid dengan pertumbuhan yang positif di berbagai lini. Foto/Ilustrasi/Istimewa
MAKASSAR - Kantor Otoritas Jasa Keuangan alias OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 tetap solid dengan pertumbuhan yang positif di berbagai lini. Kondisi ini turut menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung penguatan aktivitas ekonomi daerah.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi Sulawesi Selatan yang pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,78 persen (yoy).
Hingga Maret 2026, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan tren pertumbuhan positif. Total aset perbankan tumbuh 4,12 persen (yoy) menjadi Rp213,44 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,33 persen (yoy) menjadi Rp147,41 triliun.
Komposisi DPK masih didominasi tabungan dengan porsi 61,45 persen, diikuti deposito 22,70 persen dan giro 15,85 persen. Di sisi penyaluran kredit, perbankan mencatat pertumbuhan 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,76 persen (Maret 2025), mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan masyarakat.
Berdasarkan penggunaannya, kredit produktif memiliki porsi 52,69 persen dengan pertumbuhan 2,79 persen (yoy), sementara kredit konsumtif tumbuh lebih tinggi sebesar 8,00 persen (yoy). Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima kredit terbesar dengan porsi 22,00 persen dari total penyaluran.
Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 118,30 persen dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 3,73 persen.
Perbankan syariah mencatat kinerja yang lebih agresif pada periode yang sama. Total aset tumbuh 30,18 persen (yoy) menjadi Rp22,82 triliun, DPK naik 23,31 persen (yoy) menjadi Rp15,10 triliun, dan pembiayaan meningkat 24,16 persen (yoy) menjadi Rp18,54 triliun.Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 122,77 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,77 persen, yang menunjukkan kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Meski pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, trennya terus meningkat. Pangsa aset naik dari sekitar 7 persen pada 2023 menjadi 10,69 persen pada Maret 2026.
Selain itu, perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada aset, DPK, dan pembiayaan dibandingkan perbankan konvensional, yang menunjukkan akselerasi kontribusinya dalam industri keuangan di Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi Sulawesi Selatan yang pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,78 persen (yoy).
Hingga Maret 2026, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan tren pertumbuhan positif. Total aset perbankan tumbuh 4,12 persen (yoy) menjadi Rp213,44 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,33 persen (yoy) menjadi Rp147,41 triliun.
Komposisi DPK masih didominasi tabungan dengan porsi 61,45 persen, diikuti deposito 22,70 persen dan giro 15,85 persen. Di sisi penyaluran kredit, perbankan mencatat pertumbuhan 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,76 persen (Maret 2025), mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan masyarakat.
Berdasarkan penggunaannya, kredit produktif memiliki porsi 52,69 persen dengan pertumbuhan 2,79 persen (yoy), sementara kredit konsumtif tumbuh lebih tinggi sebesar 8,00 persen (yoy). Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima kredit terbesar dengan porsi 22,00 persen dari total penyaluran.
Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 118,30 persen dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 3,73 persen.
Perbankan syariah mencatat kinerja yang lebih agresif pada periode yang sama. Total aset tumbuh 30,18 persen (yoy) menjadi Rp22,82 triliun, DPK naik 23,31 persen (yoy) menjadi Rp15,10 triliun, dan pembiayaan meningkat 24,16 persen (yoy) menjadi Rp18,54 triliun.Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 122,77 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,77 persen, yang menunjukkan kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Meski pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, trennya terus meningkat. Pangsa aset naik dari sekitar 7 persen pada 2023 menjadi 10,69 persen pada Maret 2026.
Selain itu, perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada aset, DPK, dan pembiayaan dibandingkan perbankan konvensional, yang menunjukkan akselerasi kontribusinya dalam industri keuangan di Sulawesi Selatan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sulawesi Selatan untuk penguatan modal dan daya saing.
Kamis, 04 Jun 2026 07:57
Ekbis
OJK Perkuat BPR/BPRS agar Lebih Tangguh dan Berdaya Saing
OJK terus mendorong penguatan industri BPR dan BPRS agar menjadi lembaga yang berintegritas, tangguh, dan berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses keuangan, khususnya bagi UMKM dan masyarakat daerah.
Selasa, 02 Jun 2026 16:51
News
OJK Perkuat Budaya Integritas & Governance Generasi Muda Lewat SPARK CAMP 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan budaya integritas, tata kelola, dan manajemen risiko di lingkungan pendidikan tinggi.
Sabtu, 23 Mei 2026 07:31
Ekbis
Geopolitik Memanas, OJK Pastikan Fundamental & Intermediasi Perbankan Terjaga
OJK memastikan kondisi sektor perbankan nasional tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global yang dipicu gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.
Jum'at, 22 Mei 2026 14:24
Ekbis
Kinerja Solid, BPD Catat Pertumbuhan Aset dan Kredit yang Terjaga
Di tengah meningkatnya kompetisi dalam industri perbankan nasional, BPD tetap menunjukkan kinerja yang stabil, sehat, dan mampu bertahan menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang.
Kamis, 21 Mei 2026 11:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi
2
Kejurnas Kempo Rektor Unhas Cup XVIII 2026 Bakal Diikuti 402 Peserta dari 13 Provinsi
3
Pemkot Makassar Dorong Pemilahan Sampah Lewat Aksi Plogging HLH Sedunia 2026
4
Pemuda di Makassar Curi Emas Orang Tuanya Demi Judi Online dan Narkoba
5
FK UMI Gelar Studium Generale, Siapkan S2 Biomedik dan Prodi Spesialis Baru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi
2
Kejurnas Kempo Rektor Unhas Cup XVIII 2026 Bakal Diikuti 402 Peserta dari 13 Provinsi
3
Pemkot Makassar Dorong Pemilahan Sampah Lewat Aksi Plogging HLH Sedunia 2026
4
Pemuda di Makassar Curi Emas Orang Tuanya Demi Judi Online dan Narkoba
5
FK UMI Gelar Studium Generale, Siapkan S2 Biomedik dan Prodi Spesialis Baru