Generasi Muda Didorong Melek Finansial untuk Hadapi Masa Depan
Sabtu, 20 Jun 2026 16:52
OJK Sulselbar, PAI dan Unhas menggelar Seminar Edukasi Keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Edukasi Keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Rabu (17/6) lalu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari sinergi OJK dan PAI dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PAI. Seminar menghadirkan regulator, akademisi, dan praktisi aktuaris untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya persiapan dana pensiun sejak usia produktif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, Deputi Direktur Senior Departemen Aktuaris OJK Arie Munandar, Direktorat Keuangan Unhas Jumiati Nurung yang mewakili Rektor Unhas, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas Muhammad Zakir, Ketua PAI Paul Setio Kartono, Wakil Ketua PAI Teguh Permana, Direktur Eksekutif PAI Deddy Maryadi Yoeshar, serta akademisi dan mahasiswa peserta seminar.
Saat membuka acara, Moch. Muchlasin menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan literasi keuangan sejak dini, termasuk pemahaman mengenai pengelolaan keuangan jangka panjang dan dana pensiun, menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan finansial masyarakat.
Menurutnya, perencanaan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda agar masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif. Ia juga menyoroti pentingnya peran profesi aktuaris dalam pengelolaan dana pensiun, manajemen risiko, dan menjaga keberlanjutan sistem keuangan.
“Persiapan masa depan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda. Kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini akan membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif,” ujar Muchlasin.
Ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi di sektor jasa keuangan telah menghadirkan beragam pilihan produk dan layanan keuangan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara tepat, memahami manfaat dan risiko produk keuangan, serta terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
Dalam seminar tersebut, narasumber dari OJK dan PAI membahas sejumlah materi, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan dana pensiun sejak usia produktif, pengenalan profesi aktuaris dalam pengelolaan risiko keuangan, hingga upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus keuangan ilegal.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, tetapi juga mampu membangun kebiasaan merencanakan keuangan jangka panjang dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan yang legal, aman, dan bertanggung jawab. Generasi muda juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan literasi keuangan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
Seminar ini merupakan bagian dari dukungan OJK terhadap implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha jasa keuangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta memperkuat ketahanan finansial sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK Sulselbar berkomitmen terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program edukasi keuangan yang inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan sektor jasa keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari sinergi OJK dan PAI dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PAI. Seminar menghadirkan regulator, akademisi, dan praktisi aktuaris untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya persiapan dana pensiun sejak usia produktif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, Deputi Direktur Senior Departemen Aktuaris OJK Arie Munandar, Direktorat Keuangan Unhas Jumiati Nurung yang mewakili Rektor Unhas, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas Muhammad Zakir, Ketua PAI Paul Setio Kartono, Wakil Ketua PAI Teguh Permana, Direktur Eksekutif PAI Deddy Maryadi Yoeshar, serta akademisi dan mahasiswa peserta seminar.
Saat membuka acara, Moch. Muchlasin menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan literasi keuangan sejak dini, termasuk pemahaman mengenai pengelolaan keuangan jangka panjang dan dana pensiun, menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan finansial masyarakat.
Menurutnya, perencanaan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda agar masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif. Ia juga menyoroti pentingnya peran profesi aktuaris dalam pengelolaan dana pensiun, manajemen risiko, dan menjaga keberlanjutan sistem keuangan.
“Persiapan masa depan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda. Kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini akan membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif,” ujar Muchlasin.
Ia menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi di sektor jasa keuangan telah menghadirkan beragam pilihan produk dan layanan keuangan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara tepat, memahami manfaat dan risiko produk keuangan, serta terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
Dalam seminar tersebut, narasumber dari OJK dan PAI membahas sejumlah materi, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan dana pensiun sejak usia produktif, pengenalan profesi aktuaris dalam pengelolaan risiko keuangan, hingga upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus keuangan ilegal.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, tetapi juga mampu membangun kebiasaan merencanakan keuangan jangka panjang dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan yang legal, aman, dan bertanggung jawab. Generasi muda juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan literasi keuangan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
Seminar ini merupakan bagian dari dukungan OJK terhadap implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha jasa keuangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta memperkuat ketahanan finansial sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK Sulselbar berkomitmen terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program edukasi keuangan yang inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan sektor jasa keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Sulbar
Cetak Generasi Melek Finansial, OJK Edukasi Mahasiswa - Pelajar di Sulbar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Senin, 15 Jun 2026 21:04
Ekbis
OJK Edukasi Nelayan & UMKM, Dorong Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
Program ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir.
Senin, 15 Jun 2026 08:12
Sulbar
OJK Sulselbar Dorong Inklusi Keuangan Warga Pesisir Desa Sumare
OJK bersama industri jasa keuangan syariah serta TPAKD Kabupaten Mamuju terus memperluas upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir.
Sabtu, 13 Jun 2026 17:12
Ekbis
Kolaborasi LPS - Unhas Cetak Generasi Muda Melek Finansial di Era Digital
Farid mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sabtu, 13 Jun 2026 09:02
Ekbis
LPS Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, dalam kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kemandirian Generasi Muda” di Kampus Unhas.
Jum'at, 12 Jun 2026 13:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelajahi Sulsel Lebih Nyaman Bersama Hyundai New CRETA
2
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Lebih Tertib
3
Andi Syahrum Pimpin Langsung Normalisasi Saluran Air Baku Abdesir-Manggala
4
Novotel Makassar Bersihkan Pantai, Komitmen Berkelanjutan untuk Laut dan Iklim yang Sehat
5
PLN UIP Sulawesi Gandeng Media Kawal Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelajahi Sulsel Lebih Nyaman Bersama Hyundai New CRETA
2
Pertamina Apresiasi Patroli Polda Sulsel, Antrean Biosolar di Jalur Makassar-Maros Lebih Tertib
3
Andi Syahrum Pimpin Langsung Normalisasi Saluran Air Baku Abdesir-Manggala
4
Novotel Makassar Bersihkan Pantai, Komitmen Berkelanjutan untuk Laut dan Iklim yang Sehat
5
PLN UIP Sulawesi Gandeng Media Kawal Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan