Refleksi Setahun MULIA, Appi Tekankan Dampak Nyata Program
Sabtu, 21 Feb 2026 05:08
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan sambutan pada Refleksi Satu Tahun Pemerintahan MULIA di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (20/2/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan program pemerintah tidak sekadar bersifat simbolik pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam pemerintahan MULIA.
Hal tersebut disampaikan Munafri dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Pemerintahan MULIA (Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham) di Tribun Lapangan Karebosi, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (20/2/2026).
Munafri mengungkapkan, tahun pertama pembangunan Makassar difokuskan pada pengujian arah kebijakan, dampak perubahan bagi masyarakat, serta pemetaan akar masalah program yang belum berjalan optimal.
"Jika pertanyaan ini tidak bisa terjawab, konsekuensinya adalah legitimasi akan turun, nilai kepercayaan publik akan turun, walaupun programnya dibangun sangat banyak," katanya.
Ia menjelaskan, tahun pertama pemerintahan MULIA terbagi dalam beberapa fase pembangunan. Tahap awal difokuskan pada konsolidasi birokrasi dan penguatan manajerial pemerintahan.
"Fase adaptasi karakternya adalah penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dengan realitas yang ada. Fase ketiga uji implementasi, yaitu bagaimana program ini mulai berjalan, dan fase keempat uji kepercayaan publik, yaitu bagaimana masyarakat menilai apa yang telah dilakukan selama satu tahun ini," tambah Munafri.
Munafri menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sejak awal kepemimpinan. Ia menyebut kegagalan menunjukkan kapasitas kerja pada tahun pertama berisiko menurunkan legitimasi pemerintah.
"Alhamdulillah hasil survei menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap publik terkami di atas 80%. Ini merupakan sebuah proses yang tidak berjalan sendirian, tetapi ini proses berjalan atas kerjasama dan kolaborasi kita semua," ucapnya.
Munafri menilai keberhasilan tahun pertama pemerintahannya juga didukung peran DPRD Kota Makassar melalui fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
"Setiap kita kerja, itu sudah memberikan dampak yang baik. Akan tetapi, apa yang ada di dalam tata kelola pemerintahan memberikan gambaran bahwa kinerja yang banyak, dampaknya belum tentu maksimal. Artinya, banyak pekerjaan-pekerjaan yang bias, banyak program-program yang tidak memberikan output dan tidak yang sesuai dengan harapan kita," ucapnya.
Ia juga menyoroti kesenjangan antara kinerja pemerintah dan persepsi masyarakat. Menurutnya, sejumlah program belum dirasakan manfaatnya karena minim komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.
"Kenapa? Karena proses pembuangan program itu tidak muncul dari hasil komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga berjalan satu arah, program-program merupakan sebuah simbolitas yang dilakukan dalam sebuah kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung kepada pemerintah. Sehingga pemerintah meraksanakan berbagai macam programnya hanya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan sendiri dan ini yang terjadi," jelasnya.
Munafri menyebut fenomena tersebut sebagai performance impact gap, yaitu kesenjangan antara kinerja administrasi dan dampak sosial nyata. Ia menilai laporan birokrasi sering terlihat baik secara administratif, tetapi belum berdampak signifikan bagi masyarakat.
"Artinya, pola komunikasi yang kita bangun, sistem yang selama ini kita bangun, ada masalah sehingga tidak terjadi satu garis lineal antara apa yang diinginkan masyarakat dan apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Kalau kita lihat, seperti yang kita melihat di layar, gejala-gejala yang biasa muncul adalah program yang banyak," tegasnya.
Ia menyoroti stagnasi kepuasan publik akibat penggunaan anggaran yang belum tepat sasaran. Munafri menuntut setiap belanja APBD memberi dampak sosial terukur bagi warga Makassar.
"Ini yang harus menjadi contoh yang harus kita panggil. OPD aktif, tapi isu kota tetap berulang. Tidak ada perubahan di dalam setiap kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Ini yang kami coba, ini yang kami lihat, dan dalam proses mengamati, kami melakukan berbagai, beberapa sentuhan-sentuhan kecil untuk memastikan bahwa kerja OPD selalu memberikan dampak langsung kepada masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan refleksi satu tahun MULIA dirangkaikan dengan talkshow, buka puasa bersama, salat tarawih berjemaah, dan jamuan makan malam.
Hal tersebut disampaikan Munafri dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Pemerintahan MULIA (Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham) di Tribun Lapangan Karebosi, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (20/2/2026).
Munafri mengungkapkan, tahun pertama pembangunan Makassar difokuskan pada pengujian arah kebijakan, dampak perubahan bagi masyarakat, serta pemetaan akar masalah program yang belum berjalan optimal.
"Jika pertanyaan ini tidak bisa terjawab, konsekuensinya adalah legitimasi akan turun, nilai kepercayaan publik akan turun, walaupun programnya dibangun sangat banyak," katanya.
Ia menjelaskan, tahun pertama pemerintahan MULIA terbagi dalam beberapa fase pembangunan. Tahap awal difokuskan pada konsolidasi birokrasi dan penguatan manajerial pemerintahan.
"Fase adaptasi karakternya adalah penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dengan realitas yang ada. Fase ketiga uji implementasi, yaitu bagaimana program ini mulai berjalan, dan fase keempat uji kepercayaan publik, yaitu bagaimana masyarakat menilai apa yang telah dilakukan selama satu tahun ini," tambah Munafri.
Munafri menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sejak awal kepemimpinan. Ia menyebut kegagalan menunjukkan kapasitas kerja pada tahun pertama berisiko menurunkan legitimasi pemerintah.
"Alhamdulillah hasil survei menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap publik terkami di atas 80%. Ini merupakan sebuah proses yang tidak berjalan sendirian, tetapi ini proses berjalan atas kerjasama dan kolaborasi kita semua," ucapnya.
Munafri menilai keberhasilan tahun pertama pemerintahannya juga didukung peran DPRD Kota Makassar melalui fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
"Setiap kita kerja, itu sudah memberikan dampak yang baik. Akan tetapi, apa yang ada di dalam tata kelola pemerintahan memberikan gambaran bahwa kinerja yang banyak, dampaknya belum tentu maksimal. Artinya, banyak pekerjaan-pekerjaan yang bias, banyak program-program yang tidak memberikan output dan tidak yang sesuai dengan harapan kita," ucapnya.
Ia juga menyoroti kesenjangan antara kinerja pemerintah dan persepsi masyarakat. Menurutnya, sejumlah program belum dirasakan manfaatnya karena minim komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.
"Kenapa? Karena proses pembuangan program itu tidak muncul dari hasil komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga berjalan satu arah, program-program merupakan sebuah simbolitas yang dilakukan dalam sebuah kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung kepada pemerintah. Sehingga pemerintah meraksanakan berbagai macam programnya hanya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan sendiri dan ini yang terjadi," jelasnya.
Munafri menyebut fenomena tersebut sebagai performance impact gap, yaitu kesenjangan antara kinerja administrasi dan dampak sosial nyata. Ia menilai laporan birokrasi sering terlihat baik secara administratif, tetapi belum berdampak signifikan bagi masyarakat.
"Artinya, pola komunikasi yang kita bangun, sistem yang selama ini kita bangun, ada masalah sehingga tidak terjadi satu garis lineal antara apa yang diinginkan masyarakat dan apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Kalau kita lihat, seperti yang kita melihat di layar, gejala-gejala yang biasa muncul adalah program yang banyak," tegasnya.
Ia menyoroti stagnasi kepuasan publik akibat penggunaan anggaran yang belum tepat sasaran. Munafri menuntut setiap belanja APBD memberi dampak sosial terukur bagi warga Makassar.
"Ini yang harus menjadi contoh yang harus kita panggil. OPD aktif, tapi isu kota tetap berulang. Tidak ada perubahan di dalam setiap kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Ini yang kami coba, ini yang kami lihat, dan dalam proses mengamati, kami melakukan berbagai, beberapa sentuhan-sentuhan kecil untuk memastikan bahwa kerja OPD selalu memberikan dampak langsung kepada masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan refleksi satu tahun MULIA dirangkaikan dengan talkshow, buka puasa bersama, salat tarawih berjemaah, dan jamuan makan malam.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Percepat Pengangkatan Kepala Puskesmas Definitif
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat penetapan kepala Puskesmas definitif melalui proses seleksi terbuka yang kini memasuki tahap akhir.
Sabtu, 11 Apr 2026 10:44
Makassar City
Pemkot Makassar Target Juara Umum MTQ Sulsel
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:32
News
Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan sertifikasi 1.000 aset berupa lahan dan bangunan milik daerah dapat rampung pada 2026.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:12
Makassar City
Proyek Riverside Makassar Dikebut, Pemkot Siap Kerja Fisik Usai Serah Lahan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong percepatan pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Panakkukang.
Kamis, 09 Apr 2026 20:59
Makassar City
Penertiban 167 PKL di Biringkanaya Tanpa Ricuh, Pemkot Siapkan Lokasi Baru
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas fasilitas umum (fasum), seperti trotoar dan saluran drainase, Kamis (9/4/2026).
Kamis, 09 Apr 2026 19:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog