Projek Akhir SMA Islam Athirah Bukit Baruga Integrasikan Riset dan Karakter Nabi
Kamis, 03 Sep 2026 11:37
Suasana Workshop Projek Akhir Sekolah di Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (3/9/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar Workshop Projek Akhir Sekolah di Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (ITB Kalla), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Projek Akhir yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas XII sebagai salah satu prasyarat kelulusan.
Ketua Panitia Projek Akhir, Utari, menjelaskan bahwa Projek Akhir Sekolah merupakan kegiatan wajib yang dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan minat, potensi, dan keterampilan sesuai dengan bidang yang mereka pilih.
“Perlu diketahui, kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti siswa dan menjadi salah satu prasyarat sebelum dinyatakan lulus. Pada tahun-tahun sebelumnya, projek akhir hanya berbentuk karya tulis ilmiah. Namun, melihat perkembangan dan diferensiasi siswa, kami menyadari bahwa setiap siswa memiliki minat dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, saat ini disediakan beberapa pilihan projek,” jelasnya.
Ia menyampaikan, siswa dapat memilih berbagai bentuk projek, di antaranya membuat aplikasi sederhana, mengembangkan website, membuat komik, menulis buku, menyusun karya tulis ilmiah, maupun mengikuti program magang di perusahaan.
“Pada akhir Projek Akhir Sekolah, setiap siswa akan menghasilkan sebuah produk. Produk tersebut dapat berupa karya digital, karya tulis ilmiah, buku, maupun laporan hasil magang yang nantinya akan dipamerkan,” ujarnya.
Menurut Utari, pelaksanaan workshop memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan bimbingan secara langsung dari pemateri dan mentor yang memiliki kompetensi sesuai dengan topik projek yang dipilih.
“Melalui workshop ini, ananda mendapatkan bimbingan dan umpan balik secara konstruktif untuk meningkatkan kualitas projek yang akan dikerjakan. Dengan pendampingan tersebut, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai tantangan maupun hambatan yang muncul dalam pengerjaan projek, baik secara teknis maupun konseptual. Hal ini sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis siswa,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Sabaruddin, mengatakan bahwa Projek Akhir Sekolah menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam melakukan penelitian, berpikir kritis, berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta membangun kemandirian.
“Khusus untuk program magang, sebenarnya sasaran kami adalah agar siswa dapat mengenal dunia kerja lebih awal. Mereka bisa melihat secara langsung kompetensi apa saja yang dibutuhkan di dunia kerja sekaligus mendapatkan pengalaman nyata,” katanya.
Ia menambahkan, Projek Akhir Sekolah tidak hanya berorientasi pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat karakter utama yang menjadi landasan, yakni Siddiq, Amanah, Fathanah, dan Tabligh.
“Pertama, Siddiq, yaitu kejujuran. Siswa harus jujur dalam mengerjakan projek dan dalam proses penelitian yang dilakukan. Termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI, siswa harus menggunakannya secara bijak dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik,” jelasnya.
Kedua, Amanah, yaitu tanggung jawab. Setiap siswa bertanggung jawab terhadap proses dan produk yang dihasilkan, serta diharapkan mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Ketiga, Fathanah, yaitu kecerdasan. Menurutnya, projek akhir membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mulai dari menganalisis persoalan, mengembangkan ide, melakukan penelitian, hingga menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Keempat, Tabligh, yaitu kemampuan menyampaikan dan mengomunikasikan gagasan. Siswa tidak hanya dituntut menghasilkan sebuah karya, tetapi juga mampu mempresentasikan, menjelaskan, dan mengomunikasikan proses serta hasil projek secara efektif.
“Empat konsep ini kami integrasikan dalam Projek Akhir Sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Jadi, yang kami harapkan bukan hanya lahirnya sebuah produk, tetapi juga lahirnya siswa yang jujur, bertanggung jawab, cerdas, dan mampu mengomunikasikan gagasannya dengan baik,” pungkasnya.
Melalui Projek Akhir Sekolah, SMA Islam Athirah Bukit Baruga berharap siswa tidak hanya memiliki pengalaman akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Projek Akhir yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas XII sebagai salah satu prasyarat kelulusan.
Ketua Panitia Projek Akhir, Utari, menjelaskan bahwa Projek Akhir Sekolah merupakan kegiatan wajib yang dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan minat, potensi, dan keterampilan sesuai dengan bidang yang mereka pilih.
“Perlu diketahui, kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti siswa dan menjadi salah satu prasyarat sebelum dinyatakan lulus. Pada tahun-tahun sebelumnya, projek akhir hanya berbentuk karya tulis ilmiah. Namun, melihat perkembangan dan diferensiasi siswa, kami menyadari bahwa setiap siswa memiliki minat dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, saat ini disediakan beberapa pilihan projek,” jelasnya.
Ia menyampaikan, siswa dapat memilih berbagai bentuk projek, di antaranya membuat aplikasi sederhana, mengembangkan website, membuat komik, menulis buku, menyusun karya tulis ilmiah, maupun mengikuti program magang di perusahaan.
“Pada akhir Projek Akhir Sekolah, setiap siswa akan menghasilkan sebuah produk. Produk tersebut dapat berupa karya digital, karya tulis ilmiah, buku, maupun laporan hasil magang yang nantinya akan dipamerkan,” ujarnya.
Menurut Utari, pelaksanaan workshop memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan bimbingan secara langsung dari pemateri dan mentor yang memiliki kompetensi sesuai dengan topik projek yang dipilih.
“Melalui workshop ini, ananda mendapatkan bimbingan dan umpan balik secara konstruktif untuk meningkatkan kualitas projek yang akan dikerjakan. Dengan pendampingan tersebut, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai tantangan maupun hambatan yang muncul dalam pengerjaan projek, baik secara teknis maupun konseptual. Hal ini sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis siswa,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Sabaruddin, mengatakan bahwa Projek Akhir Sekolah menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam melakukan penelitian, berpikir kritis, berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta membangun kemandirian.
“Khusus untuk program magang, sebenarnya sasaran kami adalah agar siswa dapat mengenal dunia kerja lebih awal. Mereka bisa melihat secara langsung kompetensi apa saja yang dibutuhkan di dunia kerja sekaligus mendapatkan pengalaman nyata,” katanya.
Ia menambahkan, Projek Akhir Sekolah tidak hanya berorientasi pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat karakter utama yang menjadi landasan, yakni Siddiq, Amanah, Fathanah, dan Tabligh.
“Pertama, Siddiq, yaitu kejujuran. Siswa harus jujur dalam mengerjakan projek dan dalam proses penelitian yang dilakukan. Termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI, siswa harus menggunakannya secara bijak dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik,” jelasnya.
Kedua, Amanah, yaitu tanggung jawab. Setiap siswa bertanggung jawab terhadap proses dan produk yang dihasilkan, serta diharapkan mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Ketiga, Fathanah, yaitu kecerdasan. Menurutnya, projek akhir membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mulai dari menganalisis persoalan, mengembangkan ide, melakukan penelitian, hingga menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Keempat, Tabligh, yaitu kemampuan menyampaikan dan mengomunikasikan gagasan. Siswa tidak hanya dituntut menghasilkan sebuah karya, tetapi juga mampu mempresentasikan, menjelaskan, dan mengomunikasikan proses serta hasil projek secara efektif.
“Empat konsep ini kami integrasikan dalam Projek Akhir Sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Jadi, yang kami harapkan bukan hanya lahirnya sebuah produk, tetapi juga lahirnya siswa yang jujur, bertanggung jawab, cerdas, dan mampu mengomunikasikan gagasannya dengan baik,” pungkasnya.
Melalui Projek Akhir Sekolah, SMA Islam Athirah Bukit Baruga berharap siswa tidak hanya memiliki pengalaman akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
News
SMA Islam Athirah Luncurkan Baruga Pathway, Program Kuliah Luar Negeri dengan Target Beasiswa
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar resmi meluncurkan program Athirah Baruga Pathway, sebuah program pendampingan studi luar negeri.
Selasa, 04 Agu 2026 15:04
Sulsel
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Employee Gathering di Pantai Bira
SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar kegiatan Employee Gathering di Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba, sebagai upaya mempererat hubungan kekeluargaan
Rabu, 24 Jun 2026 16:56
Makassar City
53 Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar menggelar Sertifikasi Guru Al-Qur'an Metode Ummi bagi 53 siswa kelas XI di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhyaksa, Makassar, Minggu (14/6/2026).
Minggu, 14 Jun 2026 16:39
News
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Tamatkan 154 Siswa, 54 Dikukuhkan jadi Guru Ngaji
SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar acara penamatan bagi 154 siswa angkatan ke-15 di Auditorium Athirah Kajaolalido, Sabtu (9/5/2026). Seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen.
Sabtu, 09 Mei 2026 15:29
News
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Program Super Intensive Persiapan UTBK 2026
SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar program Super Intensive bekerja sama dengan BTA 8 Jakarta di Hotel Unhas, Kamis (9/4/2026).
Kamis, 09 Apr 2026 12:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
2
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
3
Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah
4
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
5
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
2
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
3
Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah
4
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
5
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar