Pemkot Makassar Laksanakan Salat Istisqa di Masjid Al-Markaz

Sabtu, 05 Sep 2026 14:32
Pemkot Makassar Laksanakan Salat Istisqa di Masjid Al-Markaz
Susana Salat Istisqa di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - menggelar Salat Istisqa atau salat sunnah meminta hujan di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya No. 57, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Sabtu (5/9/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa ibadah salat ini merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

"Tadi kita melaksanakan salat Istisqa di pelataran Masjid Al-Markaz ini bersama seluruh warga masyarakat yang ada di Kota Makassar. Permohonan kita sebagai hamba kepada pemilik alam raya beserta isinya, Allah SWT," ucapnya.

Munafri mengungkapakan, ketersediaan air bersih yang semakin menipis telah memicu sejumlah persoalan di tengah masyarakat, mulai dari krisis air bersih hingga ancaman kebakaran dan pemadaman listrik bergilir.

"Karena kondisi masyarakat hari ini dengan ketersediaan air yang semakin menipis, banyak sekali dampak yang bisa ditimbulkan. Mulai dari pemadaman bergilir, mulai dari sedikitnya ketersediaan air bersih," ungkapnya kepada awak media.

Wali Kota berharap doa dan ikhtiar yang dipanjatkan dalam pelaksanaan Salat Istisqa dapat dikabulkan oleh Allah SWT, khususnya agar wilayahnya segera diguyur hujan untuk mengatasi krisis air bersih.

"Kita berharap semoga apa yang menjadi doa-doa kita, apa yang menjadi harapan kita diijabah dan dikabulkan oleh Allah SWT. Terutama bagaimana kita mengharapkan hujan bisa turun," harapnya.

Selain pendekatan spiritual, kata dia, Pemkot Makassar terus menggenjot langkah taktis di lapangan. Munafri menyebutkan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD telah dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke 50 hingga 60 titik setiap harinya.

Dia bilang, Pemkot Makassar juga mempercepat pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) serta mengintervensi sumber-sumber air alternatif milik warga dengan menyediakan mesin pompa baru agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

"Saya sudah berkeliling di beberapa wilayah yang sudah mengalami kekeringan. Kita suplai dengan berbagai macam hal, baik melalui pembangunan SPAM. Ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air," tuturnya setelah Salat Istisqa.

Appi terus berkomitmen untuk memasifkan distribusi air bersih untuk memastikan ketersediaan air dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kekeringan saat ini.

"Dengan penambahan kurang lebih 18 SPAM mudah-mudahan ini menjadi hal yang sangat baik. SPAM hari ini mendapatkan air bersih itu kira-kira sudah di angka 190 meter baru ketemu air di beberapa tempat. Maka dari itu ini penting sekali untuk kita pastikan ketersediaan ini," terangnya saat memberikan keterangan.

Munafri menyatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah sumber air alternatif milik masyarakat yang selama ini menjadi andalan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah musim kering.

"Di beberapa wilayah ada kemarin saya dapat di satu wilayah itu cuma 4 meter sudah dapat ketemu air, dan inilah yang dipakai masyarakat. Ini kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover 2 RW," sebutnya.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama pemkot dengan pengurus Masjid Al-Markaz serta melibatkan unsur RT/RW, LPM, imam masjid, dan pekerja keagamaan.

"Alhamdulillah kita sudah mengundang seluruh pengurus masjid, seluruh RT dan RW, dan LPM, termasuk juga seluruh imam masjid dan pekerja keagamaan. Pada prinsipnya kegiatan ini memang kita ketahui bersama bahwa kekeringan juga lagi melanda kita dan harus memang kita berusaha dan berikhtiar," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar tidak menutup kemungkinan untuk kembali menggelar salat Istisqa jika diperlukan sebagai bagian dari usaha yang berkelanjutan.

"Ini salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala, ini bentuk usaha kita. Kita tidak pernah putus asa untuk tetap berusaha agar supaya hujan-hujan di Makassar maupun seluruh Indonesia itu bisa segera turun. Saya kira enggak jadi masalah diulang terus namanya kita berusaha. Pastinya kita akan mengikuti jikalau ada rangkaian kegiatan salat istisqa lainnya," katanya dengan penuh rasa optimis.

Syarief menyampaikan pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar lahiriah untuk memohon hujan, tetapi juga momentum refleksi bagi masyarakat untuk memohon pengampunan atas segala kesalahan dan dosa.

Adapun khotib yang mengisi di Salat Istisqa hari ini, yaitu Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag. (Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami) dan yang selaku imam Salat Istisqa yaitu Drs. KH. Hasan Basri Ahmad (Imam Rawatib Masiid Al-Markaz Al-Islami).
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru