Pemkot Makassar Akan Bangun Kawasan Rumah Kaca di RPH Tamangapa
Kamis, 03 Sep 2026 11:59
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di wilayah RPH di Jalan Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Rabu (2/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membangun greenhouse atau rumah kaca di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Jalan Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, setelah melakukan peninjauan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar terus menggenjot pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum beroperasi secara optimal
"Proses ini sedang berjalan. Sangat disayangkan jika aset-aset kita yang begitu besar dan bermanfaat justru menganggur," tegas Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan rumah maggot di masa depan.
"Akan ada zona pertanian perkotaan terintegrasi yang dibangun. Selain itu, perencanaan rumah maggot diperkirakan dapat menghabiskan kurang lebih 7,2 ton sampah per bulan," katanya saat dikonfirmasi langsung di lokasi.
Appi memastikan, pembangunan fasilitas greenhouse modern akan segera dilengkapi dengan teknologi sistem Internet of Things (IoT).
"Kita akan menjadikan tempat ini sebagai percontohan dari pemerintah, yang mudah-mudahan bisa diikuti oleh masyarakat Kota Makassar jika ingin melihat model integrasinya. Greenhouse tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem IoT," terangnya.
Menurutnya, langkah strategis tersebut difokuskan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperluas lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Ini yang akan terus kita dorong dalam rangka pemanfaatan aset daerah untuk memberikan tambahan pendapatan (income) bagi daerah. Tentu saja, jika ini aktif, tenaga kerja juga akan terserap dengan baik," sambungnya.
Selain sektor pertanian perkotaan, kata dia, optimalisasi juga menyasar RPH di masa yang akan datang.
"Kami akan memaksimalkan kembali RPH. Dalam kondisi saat ini, RPH sangat sulit untuk berkembang karena keterbatasan anggaran yang mereka miliki, padahal ini adalah aset yang dipisahkan sebagai Perusahaan Daerah (PD). Oleh karena itu, kita akan mengubah statusnya menjadi Perseroda agar kegiatan Business-to-Business (B2B) dapat diakses dengan lebih mudah," tutupnya.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, setelah melakukan peninjauan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar terus menggenjot pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum beroperasi secara optimal
"Proses ini sedang berjalan. Sangat disayangkan jika aset-aset kita yang begitu besar dan bermanfaat justru menganggur," tegas Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan rumah maggot di masa depan.
"Akan ada zona pertanian perkotaan terintegrasi yang dibangun. Selain itu, perencanaan rumah maggot diperkirakan dapat menghabiskan kurang lebih 7,2 ton sampah per bulan," katanya saat dikonfirmasi langsung di lokasi.
Appi memastikan, pembangunan fasilitas greenhouse modern akan segera dilengkapi dengan teknologi sistem Internet of Things (IoT).
"Kita akan menjadikan tempat ini sebagai percontohan dari pemerintah, yang mudah-mudahan bisa diikuti oleh masyarakat Kota Makassar jika ingin melihat model integrasinya. Greenhouse tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem IoT," terangnya.
Menurutnya, langkah strategis tersebut difokuskan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperluas lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Ini yang akan terus kita dorong dalam rangka pemanfaatan aset daerah untuk memberikan tambahan pendapatan (income) bagi daerah. Tentu saja, jika ini aktif, tenaga kerja juga akan terserap dengan baik," sambungnya.
Selain sektor pertanian perkotaan, kata dia, optimalisasi juga menyasar RPH di masa yang akan datang.
"Kami akan memaksimalkan kembali RPH. Dalam kondisi saat ini, RPH sangat sulit untuk berkembang karena keterbatasan anggaran yang mereka miliki, padahal ini adalah aset yang dipisahkan sebagai Perusahaan Daerah (PD). Oleh karena itu, kita akan mengubah statusnya menjadi Perseroda agar kegiatan Business-to-Business (B2B) dapat diakses dengan lebih mudah," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
PU Makassar Genjot Pembangunan 18 SPAM, Anggaran Rp9 Miliar
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar terus menggenjot pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.
Rabu, 02 Sep 2026 21:49
Makassar City
Appi Tinjau Lokasi Kebakaran di Asrama Kodam dan Pasar Pa'baeng-baeng
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), meninjau langsung korban kebakaran di Kompleks Asrama Kodam Mattoanging (Jalan Kakatua dan Jalan Cenderawasih) serta melihat kondisi sejumlah los di Pasar Pabaeng-baeng, Rabu (2/9/2026).
Rabu, 02 Sep 2026 21:17
News
Stadion Untia Masuk Tahap Upload Penawaran, Groundbreaking Awal Oktober
Proyek pembangunan Stadion Untia di Kota Makassar memasuki tahapan lelang. Saat ini, peserta tender telah masuk tahap upload penawaran.
Rabu, 02 Sep 2026 06:21
News
Proyek Karebosi Ditunda ke 2027, Anggaran Rp48 Miliar Jadi SILPA
Proyek revitalisasi Karebosi dipastikan tidak berjalan pada tahun anggaran 2026. Anggaran sekitar Rp48 miliar yang telah dialokasikan untuk proyek tersebut akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).
Selasa, 01 Sep 2026 21:21
News
Angka Kriminalitas dan Unjuk Rasa di Kota Makassar Turun
Jumlah aksi unjuk rasa di Kota Makassar disebut turun drastis, dari yang sebelumnya mencapai ratusan aksi dalam sepekan menjadi 24 aksi. Penurunan tersebut berjalan beriringan dengan turunnya angka kriminalitas.
Selasa, 01 Sep 2026 06:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
2
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
3
Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah
4
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
5
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
2
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
3
Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah
4
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
5
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar