Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Gelar Green Hospitality and Gastronomy Competition 2026
Jum'at, 04 Sep 2026 19:28
Suasana kegiatan Green Hospitality and Gastronomy Competition 2026 di Gedung Lestari 45, Jumat (4/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa menggelar ajang Green Hospitality and Gastronomy Competition 2026 di Gedung Lestari 45, Kota Makassar.
Mengusung tema "Inspiring Young Generation through Green Hospitality, Culinary Excellence, and Sustainable Entrepreneurship", kegiatan tersebut dirancang untuk menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap praktik industri perhotelan dan kuliner yang ramah lingkungan.
Agenda tersebut resmi dibuka oleh Director In Charge Bosowa Education, Asrul Hidayat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan konsep green hospitality bagi para generasi muda agar siap menghadapi masa depan sebagai pelaku usaha yang berkelanjutan.
"Kegiatan seperti ini bukan merupakan kegiatan yang pertama kali, tetapi sudah selalu dilakukan dari tahun ke tahun. Tentunya dalam upaya bagaimana kalau dari sisi keilmuannya, tentu kita bersama-sama menggiatkan apa yang menjadi topik bahasan pada saat itu," jelasnya.
Asrul menegaskan, institusi pendidikan tinggi tidak dapat berjalan mandiri tanpa dukungan serta sinergi dari berbagai pihak eksternal, sehingga penguatan silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memajukan dunia pendidikan vokasi.
"Bagaimana Politeknik Bosowa bisa berkolaborasi dengan guru-guru SMK di Kota Makassar, bagaimana juga berkolaborasi dengan para regulator, termasuk pemerintah daerah, dan juga kepada seluruh pelaku usaha.Jadi inilah yang disebut dengan pentaheliks kalau di dalam pada saat ini sekarang ini kita pahami bersama, ya. Jadi kolaborasi inilah yang sebenarnya kita bangun bersama-sama," tegasnya.
Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Isminarti, menjelaskan bahwa tema "Green Hospitality" baru diterapkan pada tahun ini, meskipun pada tahun-tahun sebelumnya Politeknik Bosowa juga mengangkat konsep serupa dengan subtema yang berbeda.
"Jadi, karena acara ini sudah 13 tahun kita laksanakan setiap tahun kita laksanakan dan kalau kita lihat sekarang, masalah di Kota Makassar lebih banyak ke arah tersebut. Oleh karena itu, seluruh aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus kami arahkan ke Green Hospitality. Hal ini dilakukan karena memang mendukung program dari Wali Kota Makassar," jelasnya.
Ia menuturkan, seluruh program studi di lingkungan Politeknik Bosowa dipastikan memiliki program berbasis Green Hospitality, termasuk sejumlah prodi teknik yang saat ini tengah mengembangkan panel surya untuk mendukung penyediaan listrik ramah lingkungan.
"Kemudian, kita juga membangun dan mendukung mesin desalination di pulau. Ada juga beberapa program studi lain yang memang mendukung untuk mendaur ulang sampah plastik. Mulai dari pencacah plastik hingga daur ulang plastik menjadi paving block, itu semuanya dikerjakan oleh program studi keteknikan yang mendukung kegiatan tersebut. Jadi, poin utamanya adalah kita sekarang mendukung seluruh program daur ulang sampah," tuturnya kepada SINDO Makassar.
Ismi sapaan karibnya itu berharap agar inisiatif kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menyosialisasikan berbagai hal bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Kalau kita sudah bisa memilah sampah, berarti ada nilai ekonomis yang bisa kita ambil. Nilai ekonomis inilah yang kemudian menjadi modal kita untuk ke depan. Mulai dari kantin kami, seluruh sampah plastik di kantin kita kelola, lalu kita daur ulang dan kita cacah. Sampah yang sudah dicacah pun sebenarnya sudah memiliki nilai ekonomis. Setelah itu, jika kita jadikan paving block, nilainya juga bertambah. Namun, mungkin masih perlu ada pengkajian dari segi saintifiknya, karena kalau yang sekarang ini kita lebih banyak ke implementasi langsung. Pastinya akan dijual dan menjadi produksi massal," harapnya.
Ia membeberkan bahwa saat ini sampah plastik dari kantin Politeknik Bosowa dikelola melalui proses pencacahan sebelum akhirnya dijual kembali.
"Kalau misalkan tidak kita cacah, nilainya mungkin hanya sekitar Rp6.000 per kilogram. Namun, kalau sudah kita cacah, nilai ekonomisnya bertambah, bisa menjadi Rp8.000 atau Rp8.500 per kilogram. Hal itu juga sudah kami sampaikan ke beberapa tempat lokasi penelitian dan pengabdian kami, bahwa mencacah plastik itu memiliki nilai ekonomis," bebernya.
Selain itu, pengelolaan sampah organik di lingkungan Politeknik Bosowa telah dilakukan secara terpisah melalui kegiatan budidaya maggot.
"Kita sudah mendukung budidaya maggot, di mana semua sampah organik langsung diberikan sebagai pakan maggot. Sekarang kita juga sedang melakukan penelitian (research) tentang kelembapan maggot. Harapannya agar dapat mendukung pengolahan sampah organik dan anorganik. Kecuali sampah residu ya, kalau residu kita serahkan ke pemerintah," tutupnya.
Ketua Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa, Riska Veronika, memaparkan ajang Hospitality and Gastronomy Competition merupakan bagian dari agenda tahunan Hospitality and Tourism Event yang secara konsisten diselenggarakan oleh program studi tersebut.
"Untuk tahun ini, kami mengambil tema Green Hospitality and Gastronomy Competition. Kenapa? Karena sekarang isu-isu tentang lingkungan, tentang bagaimana pariwisata berkelanjutan, itu merupakan salah satu isu yang sedang diangkat lebih oleh Pemerintah Kota Makassar. Jadi, kami di Politeknik Bosowa untuk mendukung Pemerintah Kota Makassar mengadakan event dengan tema yang sepadan dengan isu yang berkembang saat ini, seperti itu," paparnya.
Riska menyampaikan, kompetisi tersebut diikuti oleh sekitar 180 peserta yang berasal dari 12 sekolah menengah tingkat atas di Kota Makassar.
"Peserta ini bayar. Tapi memang menargetkan itu pesertanya antara 100 sampai 200 peserta, dan alhamdulillah hari ini tercukupi maksimal dari peserta yang kami harapkan.
Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa setiap tahunnya dengan mengangkat tema-tema yang relevan dengan isu-isu terkini di bidang industri perhotelan.
"Jadi untuk tahun depan kami belum bisa menyebutkan apa temanya, tetapi yang pasti tetap akan ada kaitannya isu yang sedang ada saat ini kami kaitkan dengan hospitality," terangnya saat diwawancarai.
Riska mengungkapkan bahwa penentuan tema kegiatan pada setiap edisi selalu disesuaikan dengan isu-isu aktual yang sedang berkembang di tengah masyarakat.
"Karena bagaimanapun keberadaan kami ini bukan cuma eksis sebagai dunia pendidikan saja tapi juga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Tentu kaitan kontribusinya melihat isu apa sih yang dibutuhkan sama masyarakat," ungkapnya.
Riska juga mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang terlihat sangat aktif mengajukan pertanyaan usai sesi pemaparan materi dari narasumber.
"Apalagi mau ikut lomba-lomba yang kami adakan, itu juga mereka sangat antusias. Dan salah satu yang paling diantusiasi itu adalah daur ulang. Jadi lomba daur ulangnya diisi sama kurang lebih setengah dari sekolah yang hadir ini ikut untuk kegiatan lomba daur ulang itu," ucapnya.
Dia bilang, sebanyak delapan booth UMKM turut dihadirkan dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pihak kampus terhadap pengembangan inkubator bisnis dan pelaku usaha lokal.
"Mendukung UMKM, semua yang datang di sini kami support (dukung) dengan cara kami ajak para peserta untuk hadir langsung ke sana. Jadi kami tidak menyediakan lagi untuk konsumsi snack box dan segala macam, tidak. Tapi memberdayakan seluruh UMKM yang ada di sini peserta mereka datang ke UMKM, berbelanja juga di sana," jelas Riska.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan LB3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun, menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Bosowa yang telah melibatkan pihaknya untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai lingkungan hidup kepada para pelajar SMA dan SMK se-Kota Makassar.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian dari pihak universitas/perguruan tinggi agar penanganan serta pengelolaan sampah, khususnya yang ada di Kota Makassar, bisa berjalan sesuai harapan kita bersama. Dengan demikian, bentuk-bentuk pengelolaan sampah dapat dimulai dari hulu melalui pemilahan, lalu di bagian tengah dilakukan pengelolaan, sehingga nantinya sampah yang sampai ke hilir (TPA) hanyalah sampah residu," ucapnya.
Aswin menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah kota, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Apalagi bentuk kepedulian kita, sepanjang itu berkaitan dengan pemilahan dan pengelolaan sampah sehingga hanya sampah residu yang dibuang ke TPA merupakan bagian dari peran serta kita untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan ke depannya," tegasnya saat wawancara doorstop.
Ketua Panitia, Muh. Abiyyu Aiman Masri, menjelaskan bahwa acara tersebut sepenuhnya digagas oleh mahasiswa Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa sebagai wadah penyaluran kreativitas sekaligus kampanye kepedulian lingkungan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa dalam menyalurkan kreativitas dan pengetahuan di bidang perhotelan, sekaligus mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap prinsip green hospitality di dunia perhotelan," ujarnya dalam sambutannya.
Di samping fokus pada kompetisi dan pameran, kata dia, panitia juga menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi charity bertajuk "Bersama Kita Heningkan Beban, Pulihkan Harapan".
"Untuk membantu warga korban kebakaran, tepatnya di Kecamatan Bontoala, Kelurahan Bontoala Parang. Lewat kegiatan ini, kami seluruh panitia turut menggalang donasi, baik berupa uang tunai maupun sembako, untuk membantu kebutuhan mendesak para korban. Semua donasi dengan total Rp10.600.000 telah kami salurkan langsung kepada korban kebakaran dalam bentuk bantuan tunai dan sembako," katanya.
Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai agenda menarik, di antaranya Talkshow Daur Bumi yang menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Hospitality Expo, pameran karya mahasiswa perhotelan, serta bazar UMKM kuliner.
Kesuksesan perhelatan tersebut turut didukung oleh berbagai instansi dan dunia usaha, meliputi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Makassar, Bosowa Corporindo, PT Ceria Nugraha Indotama, Kafe Mama, Hotel Aryaduta Makassar, Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, OMG, dan sebagainya.
Adapun narasumber Talkshow Daur Bumi yakni Kepala Bidang Persampahan LB3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun; dan Manajer nkubator UMKM Kota Dinas Koperasi kota Makassar, Khairul Umam.
Mengusung tema "Inspiring Young Generation through Green Hospitality, Culinary Excellence, and Sustainable Entrepreneurship", kegiatan tersebut dirancang untuk menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap praktik industri perhotelan dan kuliner yang ramah lingkungan.
Agenda tersebut resmi dibuka oleh Director In Charge Bosowa Education, Asrul Hidayat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan konsep green hospitality bagi para generasi muda agar siap menghadapi masa depan sebagai pelaku usaha yang berkelanjutan.
"Kegiatan seperti ini bukan merupakan kegiatan yang pertama kali, tetapi sudah selalu dilakukan dari tahun ke tahun. Tentunya dalam upaya bagaimana kalau dari sisi keilmuannya, tentu kita bersama-sama menggiatkan apa yang menjadi topik bahasan pada saat itu," jelasnya.
Asrul menegaskan, institusi pendidikan tinggi tidak dapat berjalan mandiri tanpa dukungan serta sinergi dari berbagai pihak eksternal, sehingga penguatan silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memajukan dunia pendidikan vokasi.
"Bagaimana Politeknik Bosowa bisa berkolaborasi dengan guru-guru SMK di Kota Makassar, bagaimana juga berkolaborasi dengan para regulator, termasuk pemerintah daerah, dan juga kepada seluruh pelaku usaha.Jadi inilah yang disebut dengan pentaheliks kalau di dalam pada saat ini sekarang ini kita pahami bersama, ya. Jadi kolaborasi inilah yang sebenarnya kita bangun bersama-sama," tegasnya.
Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Isminarti, menjelaskan bahwa tema "Green Hospitality" baru diterapkan pada tahun ini, meskipun pada tahun-tahun sebelumnya Politeknik Bosowa juga mengangkat konsep serupa dengan subtema yang berbeda.
"Jadi, karena acara ini sudah 13 tahun kita laksanakan setiap tahun kita laksanakan dan kalau kita lihat sekarang, masalah di Kota Makassar lebih banyak ke arah tersebut. Oleh karena itu, seluruh aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus kami arahkan ke Green Hospitality. Hal ini dilakukan karena memang mendukung program dari Wali Kota Makassar," jelasnya.
Ia menuturkan, seluruh program studi di lingkungan Politeknik Bosowa dipastikan memiliki program berbasis Green Hospitality, termasuk sejumlah prodi teknik yang saat ini tengah mengembangkan panel surya untuk mendukung penyediaan listrik ramah lingkungan.
"Kemudian, kita juga membangun dan mendukung mesin desalination di pulau. Ada juga beberapa program studi lain yang memang mendukung untuk mendaur ulang sampah plastik. Mulai dari pencacah plastik hingga daur ulang plastik menjadi paving block, itu semuanya dikerjakan oleh program studi keteknikan yang mendukung kegiatan tersebut. Jadi, poin utamanya adalah kita sekarang mendukung seluruh program daur ulang sampah," tuturnya kepada SINDO Makassar.
Ismi sapaan karibnya itu berharap agar inisiatif kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menyosialisasikan berbagai hal bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Kalau kita sudah bisa memilah sampah, berarti ada nilai ekonomis yang bisa kita ambil. Nilai ekonomis inilah yang kemudian menjadi modal kita untuk ke depan. Mulai dari kantin kami, seluruh sampah plastik di kantin kita kelola, lalu kita daur ulang dan kita cacah. Sampah yang sudah dicacah pun sebenarnya sudah memiliki nilai ekonomis. Setelah itu, jika kita jadikan paving block, nilainya juga bertambah. Namun, mungkin masih perlu ada pengkajian dari segi saintifiknya, karena kalau yang sekarang ini kita lebih banyak ke implementasi langsung. Pastinya akan dijual dan menjadi produksi massal," harapnya.
Ia membeberkan bahwa saat ini sampah plastik dari kantin Politeknik Bosowa dikelola melalui proses pencacahan sebelum akhirnya dijual kembali.
"Kalau misalkan tidak kita cacah, nilainya mungkin hanya sekitar Rp6.000 per kilogram. Namun, kalau sudah kita cacah, nilai ekonomisnya bertambah, bisa menjadi Rp8.000 atau Rp8.500 per kilogram. Hal itu juga sudah kami sampaikan ke beberapa tempat lokasi penelitian dan pengabdian kami, bahwa mencacah plastik itu memiliki nilai ekonomis," bebernya.
Selain itu, pengelolaan sampah organik di lingkungan Politeknik Bosowa telah dilakukan secara terpisah melalui kegiatan budidaya maggot.
"Kita sudah mendukung budidaya maggot, di mana semua sampah organik langsung diberikan sebagai pakan maggot. Sekarang kita juga sedang melakukan penelitian (research) tentang kelembapan maggot. Harapannya agar dapat mendukung pengolahan sampah organik dan anorganik. Kecuali sampah residu ya, kalau residu kita serahkan ke pemerintah," tutupnya.
Ketua Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa, Riska Veronika, memaparkan ajang Hospitality and Gastronomy Competition merupakan bagian dari agenda tahunan Hospitality and Tourism Event yang secara konsisten diselenggarakan oleh program studi tersebut.
"Untuk tahun ini, kami mengambil tema Green Hospitality and Gastronomy Competition. Kenapa? Karena sekarang isu-isu tentang lingkungan, tentang bagaimana pariwisata berkelanjutan, itu merupakan salah satu isu yang sedang diangkat lebih oleh Pemerintah Kota Makassar. Jadi, kami di Politeknik Bosowa untuk mendukung Pemerintah Kota Makassar mengadakan event dengan tema yang sepadan dengan isu yang berkembang saat ini, seperti itu," paparnya.
Riska menyampaikan, kompetisi tersebut diikuti oleh sekitar 180 peserta yang berasal dari 12 sekolah menengah tingkat atas di Kota Makassar.
"Peserta ini bayar. Tapi memang menargetkan itu pesertanya antara 100 sampai 200 peserta, dan alhamdulillah hari ini tercukupi maksimal dari peserta yang kami harapkan.
Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa setiap tahunnya dengan mengangkat tema-tema yang relevan dengan isu-isu terkini di bidang industri perhotelan.
"Jadi untuk tahun depan kami belum bisa menyebutkan apa temanya, tetapi yang pasti tetap akan ada kaitannya isu yang sedang ada saat ini kami kaitkan dengan hospitality," terangnya saat diwawancarai.
Riska mengungkapkan bahwa penentuan tema kegiatan pada setiap edisi selalu disesuaikan dengan isu-isu aktual yang sedang berkembang di tengah masyarakat.
"Karena bagaimanapun keberadaan kami ini bukan cuma eksis sebagai dunia pendidikan saja tapi juga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Tentu kaitan kontribusinya melihat isu apa sih yang dibutuhkan sama masyarakat," ungkapnya.
Riska juga mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang terlihat sangat aktif mengajukan pertanyaan usai sesi pemaparan materi dari narasumber.
"Apalagi mau ikut lomba-lomba yang kami adakan, itu juga mereka sangat antusias. Dan salah satu yang paling diantusiasi itu adalah daur ulang. Jadi lomba daur ulangnya diisi sama kurang lebih setengah dari sekolah yang hadir ini ikut untuk kegiatan lomba daur ulang itu," ucapnya.
Dia bilang, sebanyak delapan booth UMKM turut dihadirkan dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pihak kampus terhadap pengembangan inkubator bisnis dan pelaku usaha lokal.
"Mendukung UMKM, semua yang datang di sini kami support (dukung) dengan cara kami ajak para peserta untuk hadir langsung ke sana. Jadi kami tidak menyediakan lagi untuk konsumsi snack box dan segala macam, tidak. Tapi memberdayakan seluruh UMKM yang ada di sini peserta mereka datang ke UMKM, berbelanja juga di sana," jelas Riska.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan LB3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun, menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Bosowa yang telah melibatkan pihaknya untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai lingkungan hidup kepada para pelajar SMA dan SMK se-Kota Makassar.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian dari pihak universitas/perguruan tinggi agar penanganan serta pengelolaan sampah, khususnya yang ada di Kota Makassar, bisa berjalan sesuai harapan kita bersama. Dengan demikian, bentuk-bentuk pengelolaan sampah dapat dimulai dari hulu melalui pemilahan, lalu di bagian tengah dilakukan pengelolaan, sehingga nantinya sampah yang sampai ke hilir (TPA) hanyalah sampah residu," ucapnya.
Aswin menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah kota, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Apalagi bentuk kepedulian kita, sepanjang itu berkaitan dengan pemilahan dan pengelolaan sampah sehingga hanya sampah residu yang dibuang ke TPA merupakan bagian dari peran serta kita untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan ke depannya," tegasnya saat wawancara doorstop.
Ketua Panitia, Muh. Abiyyu Aiman Masri, menjelaskan bahwa acara tersebut sepenuhnya digagas oleh mahasiswa Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa sebagai wadah penyaluran kreativitas sekaligus kampanye kepedulian lingkungan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa dalam menyalurkan kreativitas dan pengetahuan di bidang perhotelan, sekaligus mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap prinsip green hospitality di dunia perhotelan," ujarnya dalam sambutannya.
Di samping fokus pada kompetisi dan pameran, kata dia, panitia juga menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi charity bertajuk "Bersama Kita Heningkan Beban, Pulihkan Harapan".
"Untuk membantu warga korban kebakaran, tepatnya di Kecamatan Bontoala, Kelurahan Bontoala Parang. Lewat kegiatan ini, kami seluruh panitia turut menggalang donasi, baik berupa uang tunai maupun sembako, untuk membantu kebutuhan mendesak para korban. Semua donasi dengan total Rp10.600.000 telah kami salurkan langsung kepada korban kebakaran dalam bentuk bantuan tunai dan sembako," katanya.
Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai agenda menarik, di antaranya Talkshow Daur Bumi yang menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Hospitality Expo, pameran karya mahasiswa perhotelan, serta bazar UMKM kuliner.
Kesuksesan perhelatan tersebut turut didukung oleh berbagai instansi dan dunia usaha, meliputi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Makassar, Bosowa Corporindo, PT Ceria Nugraha Indotama, Kafe Mama, Hotel Aryaduta Makassar, Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, OMG, dan sebagainya.
Adapun narasumber Talkshow Daur Bumi yakni Kepala Bidang Persampahan LB3 dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun; dan Manajer nkubator UMKM Kota Dinas Koperasi kota Makassar, Khairul Umam.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Prodi Perhotelan Politeknik Bosowa Salurkan Donasi untuk Korban Kebakaran Baraya
Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui aksi charity bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Baraya.
Minggu, 30 Agu 2026 18:58
Sulsel
Poltekbos Gandeng PT BBP Siapkan Peluang Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni
Direktur Politeknik Bosowa (Poltekbos) bersama para Wakil Direktur menggelar pertemuan strategis dengan PT Barru Barakah Properti (BBP), Rabu (6/5/2026).
Rabu, 06 Mei 2026 20:16
Makassar City
Poltekbos Benchmarking Kurikulum Perhotelan ke Poltekpar Makassar
Program Studi (Prodi) Perhotelan Politeknik Bosowa (Poltekbos) melakukan audiensi dan benchmarking kurikulum ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.
Selasa, 05 Mei 2026 19:52
Sulsel
Konsorsium PTPPV Sultanbatara Perkenalkan Deretan Produk Inovatif Hasil Riset
Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi Sultanbatara menghelat Media Gathering, dengan tema Semesta Panen Raya Berdikari In-Saintek 2025
Minggu, 09 Nov 2025 14:43
Makassar City
Konsorsium Sultanbatara Dorong Ketahanan Pangan Lewat Semesta Panen Raya Berdikari 2025
Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Sultanbatara menggelar Program Semesta skema Panen Raya Berdikari, Sabtu (8/11/2025).
Sabtu, 08 Nov 2025 14:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
3
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
4
Pemadaman Listrik 6,5 Jam Jadi Batas Kompensasi PLN untuk Pelanggan
5
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
3
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
4
Pemadaman Listrik 6,5 Jam Jadi Batas Kompensasi PLN untuk Pelanggan
5
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan