Pemkot Makassar Perluas Bantuan Daya Listrik dari 900 ke 1.300 VA
Kamis, 03 Sep 2026 19:39
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah mengkaji perluasan program bantuan daya listrik bagi masyarakat. Setelah sebelumnya menaikkan daya pelanggan dari 450 VA menjadi 900 VA, program tersebut kini disiapkan untuk warga dengan daya 900 VA menuju 1.300 VA.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan pendataan secara akurat di wilayah masing-masing.
"Jadi ini sedang kita hitung. Saya pastikan kepada Pak Camat untuk memberikan data yang akurat. Karena program dari 450 VA ke 900 VA ini sudah berjalan, dan masih banyak masyarakat yang merasa bisa kita bantu aksesnya ke daya yang lebih tinggi," katanya, Kamis (3/9/2026).
Munafri mengatakan pendataan diperlukan agar rencana perluasan bantuan tersebut dapat disimulasikan secara matang sebelum diterapkan di seluruh kecamatan.
"Makanya saya meminta Camat beserta para lurahnya untuk menghitung secara betul, berapa banyak lagi warga yang berada di kisaran 900 VA sama 1.300 VA," tambahnya.
Sejumlah kecamatan disebut telah menyerahkan data awal. Pemkot Makassar selanjutnya akan melakukan simulasi untuk menentukan pelaksanaan program tersebut.
"Sudah ada beberapa kecamatan yang memberikan datanya. Nah, ini akan kita simulasikan dengan benar agar secepatnya bisa dilaksanakan. Minimal bulan 11 (November) kegiatan ini sudah berjalan," jelas Munafri.
Selain bantuan daya listrik, Munafri menyoroti pengelolaan dan pembayaran retribusi sampah, khususnya bagi sektor komersial.
Ia memastikan pembayaran sampah tidak diberlakukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
"Untuk seluruh kecamatan. Kalau wilayah kepulauan memang tidak ada pembayaran sampahnya," ungkapnya kepada wartawan.
Menurut Munafri, mekanisme retribusi sampah untuk kelas komersial perlu ditata kembali agar pola dan perhitungannya lebih jelas.
"Tetapi ada juga hal yang harus ditegaskan, yaitu kelas-kelas komersial yang harus diperhatikan ulang masalah sampahnya. Jadi, harus jelas pola penetapan bayarnya seperti apa dan hitungannya seperti apa. Nah, ini harus ditata lebih detail," sebutnya.
Pemkot Makassar juga mendorong warga penerima bantuan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah secara mandiri.
"Lebih bagus kalau kita sudah kasih gratis, lalu mereka bisalah memilah sampahnya. Cukup dipilah saja," tutup Munafri.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan pendataan secara akurat di wilayah masing-masing.
"Jadi ini sedang kita hitung. Saya pastikan kepada Pak Camat untuk memberikan data yang akurat. Karena program dari 450 VA ke 900 VA ini sudah berjalan, dan masih banyak masyarakat yang merasa bisa kita bantu aksesnya ke daya yang lebih tinggi," katanya, Kamis (3/9/2026).
Munafri mengatakan pendataan diperlukan agar rencana perluasan bantuan tersebut dapat disimulasikan secara matang sebelum diterapkan di seluruh kecamatan.
"Makanya saya meminta Camat beserta para lurahnya untuk menghitung secara betul, berapa banyak lagi warga yang berada di kisaran 900 VA sama 1.300 VA," tambahnya.
Sejumlah kecamatan disebut telah menyerahkan data awal. Pemkot Makassar selanjutnya akan melakukan simulasi untuk menentukan pelaksanaan program tersebut.
"Sudah ada beberapa kecamatan yang memberikan datanya. Nah, ini akan kita simulasikan dengan benar agar secepatnya bisa dilaksanakan. Minimal bulan 11 (November) kegiatan ini sudah berjalan," jelas Munafri.
Selain bantuan daya listrik, Munafri menyoroti pengelolaan dan pembayaran retribusi sampah, khususnya bagi sektor komersial.
Ia memastikan pembayaran sampah tidak diberlakukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
"Untuk seluruh kecamatan. Kalau wilayah kepulauan memang tidak ada pembayaran sampahnya," ungkapnya kepada wartawan.
Menurut Munafri, mekanisme retribusi sampah untuk kelas komersial perlu ditata kembali agar pola dan perhitungannya lebih jelas.
"Tetapi ada juga hal yang harus ditegaskan, yaitu kelas-kelas komersial yang harus diperhatikan ulang masalah sampahnya. Jadi, harus jelas pola penetapan bayarnya seperti apa dan hitungannya seperti apa. Nah, ini harus ditata lebih detail," sebutnya.
Pemkot Makassar juga mendorong warga penerima bantuan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah secara mandiri.
"Lebih bagus kalau kita sudah kasih gratis, lalu mereka bisalah memilah sampahnya. Cukup dipilah saja," tutup Munafri.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Job Fit Pejabat Pemkot Makassar Rampung, Walkot Appi Beri Sinyal Pelantikan Pekan Depan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan tahapan uji kesesuaian atau job fit bagi pejabat pimpinan tinggi pratama segera rampung.
Kamis, 03 Sep 2026 20:05
News
Pemkot Makassar Akan Bangun Kawasan Rumah Kaca di RPH Tamangapa
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membangun greenhouse atau rumah kaca di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Jalan Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala.
Kamis, 03 Sep 2026 11:59
Makassar City
PU Makassar Genjot Pembangunan 18 SPAM, Anggaran Rp9 Miliar
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar terus menggenjot pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.
Rabu, 02 Sep 2026 21:49
Makassar City
Appi Tinjau Lokasi Kebakaran di Asrama Kodam dan Pasar Pa'baeng-baeng
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), meninjau langsung korban kebakaran di Kompleks Asrama Kodam Mattoanging (Jalan Kakatua dan Jalan Cenderawasih) serta melihat kondisi sejumlah los di Pasar Pabaeng-baeng, Rabu (2/9/2026).
Rabu, 02 Sep 2026 21:17
News
Stadion Untia Masuk Tahap Upload Penawaran, Groundbreaking Awal Oktober
Proyek pembangunan Stadion Untia di Kota Makassar memasuki tahapan lelang. Saat ini, peserta tender telah masuk tahap upload penawaran.
Rabu, 02 Sep 2026 06:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Pencuri Besi Ulir Bahan Bangunan di Malili Berhasil Diringkus Polisi
2
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
3
BKKBN Sulsel Audiensi Dengan Pemkab Selayar Perkuat Program Bangga Kencana Wilayah Kepulauan
4
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
5
Panitia Resmi Buka Pendaftaran Pilrek UNM 2027-2031, Berikut Tahapannya
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Pencuri Besi Ulir Bahan Bangunan di Malili Berhasil Diringkus Polisi
2
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
3
BKKBN Sulsel Audiensi Dengan Pemkab Selayar Perkuat Program Bangga Kencana Wilayah Kepulauan
4
Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
5
Panitia Resmi Buka Pendaftaran Pilrek UNM 2027-2031, Berikut Tahapannya