Diusul Rp408 M, KPU Mantapkan Rencana Anggaran Pilgub Sulsel 2024
Rabu, 15 Mar 2023 07:00
Komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi. Foto: Dok KPU Sulsel
MAKASSAR - Anggaran pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2024 terus digodok oleh KPU dan Pemprov. Baru-baru ini, mereka mengadakan pertemuan lanjutan untuk memantapkan anggaran logistik.
Komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi mengatakan pertemuan tersebut untuk memperjelas item-item yang dibebankan kepada KPU Provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga disepakatilah nilai anggaran baru untuk Pilgub 2024.
“Pada pertemuan tadi malam, KPU mengusulkan Rp408 miliar anggaran Pilgub. Nilai itu sudah hasil dari rasionalisasi dan pembagian item-item dengan KPU kabupaten/kota,” kata Syarifuddin saat dihubungi pada Selasa (14/3) kemarin.
Syarifuddin menuturkan, beberapa item yang dilakukan sharing anggaran antara KPU Provinsi dengan kabupaten/kota. Seperti pemberian honor terhadap badan adhoc yang ada di lapangan.
“Seperti honor PPK dan Pantarlih dibebankan ke KPU Provinsi, sementara honor PPS dan KPPS itu ditanggung oleh kabupaten/kota. Kalau sudah begitu, maka kabupaten/kota tak perlu lagi memasukkan anggaran untuk honor PPK dan Pantarlih,” ujarnya.
Akademisi UIN Alauddin ini melanjutkan, KPU Sulsel juga menanggung sejumlah item-item logistik. Seperti pengadaan kotak suara, bilik suara, logistik non paslon, pemutakhiran data pemilih, sosialisasi dan beberapa item lainnya.
Meski begitu, Syarifuddin mengakui nilai Rp408 miliar tersebut belum final. “Ini masih disepakati sementara, ke depan belum kita tahu, bisa berubah lagi,” jelas Koordinator Divisi Perencanaan, Keuangan, dan Logistik KPU Sulsel ini.
Sejak dibahas, anggaran Pilgub Sulsel 2024 terus mengalami perubahan. Awalnya KPU mengusul Rp600 miliar, kemudian dirasionalisasi menjadi Rp416 miliar. Kemudian turun lagi Rp406 miliar, dan kini menjadi Rp408 miliar.
Baca Juga: 525 Orang Daftar Calon Komisioner KPU Daerah di Wilayah Sulsel 2
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel Bidang Pemerintahan, Arfandy Idris tidak mempersoalkan besar atau kecilnya anggaran Pilgub 2024. Namun ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel agar tidak membebankan semuanya pada APBD pokok 2024.
“Soal anggaran Pilgub 2024 hak KPU dan Pemprov Sulsel sepakati sesuai RAB. Kita belum tau besar atau kecil dari tahun sebelumnya. Tapi kami meminta agar tidak dibebankan pada APBD pokok saja, tapi bisa di APBD-Perubahan 2023 sebagai anggaran cadangan," ungkapnya di DPRD Sulsel, kemarin.
Arfandy menilai jika sangat perlu anggaran cadangan sebagai solusi. Dimana tidak boleh anggaran Pilgub dibebankan sepenuhnya pada APBD 2024. Mesti ada formula lain yang meringankannya.
"Memang itu sudah diarahkan sedapat mungkin dibuat beberapa tahun. Jadi bisa menjadi anggaran cadangan. Tapi saya tidak tahu strateginya ini TAPD Sulsel, bisa dia tumpuk dalam satu tahun membebani APBD. Itulah nanti kita lihat di Komisi A,” kuncinya.
Muhaimin
Komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi mengatakan pertemuan tersebut untuk memperjelas item-item yang dibebankan kepada KPU Provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga disepakatilah nilai anggaran baru untuk Pilgub 2024.
“Pada pertemuan tadi malam, KPU mengusulkan Rp408 miliar anggaran Pilgub. Nilai itu sudah hasil dari rasionalisasi dan pembagian item-item dengan KPU kabupaten/kota,” kata Syarifuddin saat dihubungi pada Selasa (14/3) kemarin.
Syarifuddin menuturkan, beberapa item yang dilakukan sharing anggaran antara KPU Provinsi dengan kabupaten/kota. Seperti pemberian honor terhadap badan adhoc yang ada di lapangan.
“Seperti honor PPK dan Pantarlih dibebankan ke KPU Provinsi, sementara honor PPS dan KPPS itu ditanggung oleh kabupaten/kota. Kalau sudah begitu, maka kabupaten/kota tak perlu lagi memasukkan anggaran untuk honor PPK dan Pantarlih,” ujarnya.
Akademisi UIN Alauddin ini melanjutkan, KPU Sulsel juga menanggung sejumlah item-item logistik. Seperti pengadaan kotak suara, bilik suara, logistik non paslon, pemutakhiran data pemilih, sosialisasi dan beberapa item lainnya.
Meski begitu, Syarifuddin mengakui nilai Rp408 miliar tersebut belum final. “Ini masih disepakati sementara, ke depan belum kita tahu, bisa berubah lagi,” jelas Koordinator Divisi Perencanaan, Keuangan, dan Logistik KPU Sulsel ini.
Sejak dibahas, anggaran Pilgub Sulsel 2024 terus mengalami perubahan. Awalnya KPU mengusul Rp600 miliar, kemudian dirasionalisasi menjadi Rp416 miliar. Kemudian turun lagi Rp406 miliar, dan kini menjadi Rp408 miliar.
Baca Juga: 525 Orang Daftar Calon Komisioner KPU Daerah di Wilayah Sulsel 2
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel Bidang Pemerintahan, Arfandy Idris tidak mempersoalkan besar atau kecilnya anggaran Pilgub 2024. Namun ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel agar tidak membebankan semuanya pada APBD pokok 2024.
“Soal anggaran Pilgub 2024 hak KPU dan Pemprov Sulsel sepakati sesuai RAB. Kita belum tau besar atau kecil dari tahun sebelumnya. Tapi kami meminta agar tidak dibebankan pada APBD pokok saja, tapi bisa di APBD-Perubahan 2023 sebagai anggaran cadangan," ungkapnya di DPRD Sulsel, kemarin.
Arfandy menilai jika sangat perlu anggaran cadangan sebagai solusi. Dimana tidak boleh anggaran Pilgub dibebankan sepenuhnya pada APBD 2024. Mesti ada formula lain yang meringankannya.
"Memang itu sudah diarahkan sedapat mungkin dibuat beberapa tahun. Jadi bisa menjadi anggaran cadangan. Tapi saya tidak tahu strateginya ini TAPD Sulsel, bisa dia tumpuk dalam satu tahun membebani APBD. Itulah nanti kita lihat di Komisi A,” kuncinya.
Muhaimin
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
FGD KPU RI di Gowa, Husniah Soroti Peran SDM dalam Kualitas Pemilu
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi SDM berbasis Learning Management System (LMS) yang diselenggarakan oleh KPU RI.
Rabu, 01 Apr 2026 16:57
News
Jamin Akurasi Data Pemilih, KPU Lutim Coklit Data Anggota Polri Baru di Mapolres
Komisioner KPU menyambangi Mapolres Luwu Timur untuk melakukan pemutakhiran data faktual di Jalan Soekarno Hatta, Puncak Indah, Rabu (11/03/2026).
Rabu, 11 Mar 2026 18:15
Sulsel
TP dan KPU Parepare Bahas Penyelenggaraan Pemilu Berintegritas yang Dipercaya Masyarakat
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parepare menerima kunjungan silaturahmi anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Taufan Pawe.
Rabu, 04 Mar 2026 19:33
Sulsel
KPU Mengajar di SMA Negeri 2 Bantaeng, Tanamkan Pemahaman Asas Pemilu Generasi Muda
Dengan program KPU Mengajar dapat memberikan pemahaman mendasar tentang kepemiluan, khususnya terkait asas-asas pemilu yang menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.
Kamis, 15 Jan 2026 22:11
Sulsel
KPU Luwu Timur Gandeng Disdukcapil Perkuat Akurasi Data Pemilih Berkelanjutan
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Luwu Timur, Hamdan menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menjalankan Program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.
Selasa, 13 Jan 2026 17:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
RUPST Danamon: Setujui Dividen Rp1,4 Triliun dan Perombakan Pengurus
2
Menteri Imipas Lantik Dua Pimpinan Tinggi Madya
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bekali Siswa Hadapi Dunia Kuliah
4
Tembus Empat Besar Nasional, UNM Terima 3.830 Mahasiswa Baru Jalur SNBP
5
1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
RUPST Danamon: Setujui Dividen Rp1,4 Triliun dan Perombakan Pengurus
2
Menteri Imipas Lantik Dua Pimpinan Tinggi Madya
3
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bekali Siswa Hadapi Dunia Kuliah
4
Tembus Empat Besar Nasional, UNM Terima 3.830 Mahasiswa Baru Jalur SNBP
5
1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina