SMCC Diresmikan! Gedung Konvensi Terbesar di Sulawesi, Siap Gelar GIIAS 2025
Jum'at, 15 Agu 2025 22:08
Kesepakatan terjalin antara Summarecon dan pihak penyelenggara GIIAS 2025 setelah peresmian gedung konvensi SMCC di Makassar. Foto/Tri Yari Kurniawan
MAKASSAR - Bangunan monumental terbaru hadir di kawasan Summarecon Mutiara Makassar. Gedung konvensi terbesar di Pulau Sulawesi diresmikan, Jumat (15/8/2025), diberi nama Summarecon Mutiara Convention Center (SMCC).
Seremoni peresmian SMCC berlangsung meriah dan dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Didampingi oleh Direktur PT Summarecon Agung, Herman Nagaria, dan Direktur PT Sinergi Mutiara Cemerlang, Kiplongang Akemah.
SMCC dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektare, dengan total luas bangunan 8.500 meter persegi. Gedung konvensi ini dapat menampung 4.000 hingga 8.000 orang. Cocok digunakan untuk pameran maupun ekshibisi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengaku amat senang dengan hadirnya SMCC. Itu menjadi jawaban atas kebutuhan gedung konvensi maupun gedung MICE yang representatif untuk memuat banyak orang.
"Ini menjadi titik awal semakin banyaknya event nasional maupun internasional. Semoga kehadiran SMCC bisa membangkitkan dan memutar perekonomian Makassar," kata Appi-sapaan akrabnya.
Makassar sebagai hub Indonesia Timur sejatinya sangat strategis. Begitu banyak event besar yang cocok untuk diselenggarakan di Kota Daeng. Persoalannya, Appi menyebut gedung konvensi representatif sangat terbatas, apalagi yang berkapasitas besar.
Setelah kehadiran SMCC, Appi berharap banyak event akbar yang bakal digelar. Sejauh ini, setidaknya sudah ada dua kegiatan yang terjadwal yakni sirkus internasional dan pameran otomotif akbar GIIAS 2025.
Appi menyebut pemerintah daerah sendiri siap mendukung agar lebih banyak lagi event akbar di Makassar. Bahkan, pihaknya menganggarkan Rp5 miliar setiap bulan pada APBD untuk mendukung berbagai kegiatan di kota ini.
"Kita ingin semua orang datang ke Makassar, memenuhi kamar hotel, berbelanja di UMKM, dan melihat potensi investasi yang ada. Pemerintah hadir sebagai fasilitator antara pengusaha nasional dan lokal,” tegas Appi.

Sementara itu, Kiplongang Akemah dari pihak Summarecon Mutiara Makassar menyampaikan SMCC memang telah lama dinantikan. Bukan sebatas sebagai fasilitas di kawasan perumahan, tapi mendukung Makassar sebagai kota penyelenggara event-event besar.
"Sekarang kita siap menjadi tuan rumah berbagai acara, ya khususnya di Indonesia Timur," kata Along-sapaan karibnya, sembari menaruh asa agar pemerintah daerah memberikan dukungan dengan menggelar kegiatan di SMCC.
Head of Marketing Summarecon Mutiara Makassar, Rustam Effendy Salim, memaparkan kepada tamu undangan mengenai fasilitas dan sederet keunggulan SMCC. Pertama, keunggulan akses, dimana gedung konvensi ini terkoneksi jalan tol, serta dekat dengan bandara dan pelabuhan.
Keunggulan berikutnya, Rustam bilang SMCC memiliki venue yang sangat luas. Dipastikan merupakan gedung konvensi terbesar di Sulsel maupun Sulawesi, bahkan mungkin di Indonesia Timur.
"Ketiga, keunggulannya adalah venue yang nyaman. Semua ruangan dilengkapi AC. Terdapat 12 ruangan untuk kebutuhan event," ungkapnya.
Kawasan Summarecon Mutiara Makassar sendiri terus berkembang menjadi kota mandiri dan modern. Pada hari yang sama, juga diresmikan sejumlah fasilitas lain seperti restoran Plataran dan Sekolah Islam Al Azhar.
Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah fasilitas lain juga tengah dibangun. Salah satunya ialah pembangunan pusat perbelanjaan alias Mal Summarecon.
Seremoni peresmian SMCC berlangsung meriah dan dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Didampingi oleh Direktur PT Summarecon Agung, Herman Nagaria, dan Direktur PT Sinergi Mutiara Cemerlang, Kiplongang Akemah.
SMCC dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektare, dengan total luas bangunan 8.500 meter persegi. Gedung konvensi ini dapat menampung 4.000 hingga 8.000 orang. Cocok digunakan untuk pameran maupun ekshibisi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengaku amat senang dengan hadirnya SMCC. Itu menjadi jawaban atas kebutuhan gedung konvensi maupun gedung MICE yang representatif untuk memuat banyak orang.
"Ini menjadi titik awal semakin banyaknya event nasional maupun internasional. Semoga kehadiran SMCC bisa membangkitkan dan memutar perekonomian Makassar," kata Appi-sapaan akrabnya.
Makassar sebagai hub Indonesia Timur sejatinya sangat strategis. Begitu banyak event besar yang cocok untuk diselenggarakan di Kota Daeng. Persoalannya, Appi menyebut gedung konvensi representatif sangat terbatas, apalagi yang berkapasitas besar.
Setelah kehadiran SMCC, Appi berharap banyak event akbar yang bakal digelar. Sejauh ini, setidaknya sudah ada dua kegiatan yang terjadwal yakni sirkus internasional dan pameran otomotif akbar GIIAS 2025.
Appi menyebut pemerintah daerah sendiri siap mendukung agar lebih banyak lagi event akbar di Makassar. Bahkan, pihaknya menganggarkan Rp5 miliar setiap bulan pada APBD untuk mendukung berbagai kegiatan di kota ini.
"Kita ingin semua orang datang ke Makassar, memenuhi kamar hotel, berbelanja di UMKM, dan melihat potensi investasi yang ada. Pemerintah hadir sebagai fasilitator antara pengusaha nasional dan lokal,” tegas Appi.

Sementara itu, Kiplongang Akemah dari pihak Summarecon Mutiara Makassar menyampaikan SMCC memang telah lama dinantikan. Bukan sebatas sebagai fasilitas di kawasan perumahan, tapi mendukung Makassar sebagai kota penyelenggara event-event besar.
"Sekarang kita siap menjadi tuan rumah berbagai acara, ya khususnya di Indonesia Timur," kata Along-sapaan karibnya, sembari menaruh asa agar pemerintah daerah memberikan dukungan dengan menggelar kegiatan di SMCC.
Head of Marketing Summarecon Mutiara Makassar, Rustam Effendy Salim, memaparkan kepada tamu undangan mengenai fasilitas dan sederet keunggulan SMCC. Pertama, keunggulan akses, dimana gedung konvensi ini terkoneksi jalan tol, serta dekat dengan bandara dan pelabuhan.
Keunggulan berikutnya, Rustam bilang SMCC memiliki venue yang sangat luas. Dipastikan merupakan gedung konvensi terbesar di Sulsel maupun Sulawesi, bahkan mungkin di Indonesia Timur.
"Ketiga, keunggulannya adalah venue yang nyaman. Semua ruangan dilengkapi AC. Terdapat 12 ruangan untuk kebutuhan event," ungkapnya.
Kawasan Summarecon Mutiara Makassar sendiri terus berkembang menjadi kota mandiri dan modern. Pada hari yang sama, juga diresmikan sejumlah fasilitas lain seperti restoran Plataran dan Sekolah Islam Al Azhar.
Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah fasilitas lain juga tengah dibangun. Salah satunya ialah pembangunan pusat perbelanjaan alias Mal Summarecon.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
Mulai 2026, Pemkot Makassar Wajibkan Pengembang Serahkan PSU di Awal
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal menerapkan akan mengubah kebijakan tata kelola pengembang, dengan mewajibkan penyerahan PSU di awal proses pembangunan.
Selasa, 20 Jan 2026 08:07
Sulsel
Wali Kota Appi Tegaskan Masjid Harus Legal, Bersih dan Berfungsi Sosial
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, memiliki legalitas wakaf yang jelas, menjaga kebersihan, serta berfungsi sebagai pusat pelayanan sosial
Senin, 19 Jan 2026 08:52
Makassar City
Pemkot Makassar Mulai Tahap Pembebasan Lahan Jembatan Baru Barombong
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai merealisasikan langkah pembangunan jembatan kembar Barombong di ruas (sisi kanan) jembatan di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.
Sabtu, 17 Jan 2026 15:29
News
Pemkot Makassar Tegaskan Pengakhiran PKS Pusat Niaga Daya Harus Bebas Risiko Hukum
Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmen untuk segera menuntaskan pengakhiran Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Kalla Inti Karsa (KIK) terkait pengelolaan Pusat Niaga Daya.
Jum'at, 16 Jan 2026 15:31
Makassar City
Amankan Kota dan Aset, Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi dengan Polda Sulsel
Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sinergi lintas institusi guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.
Kamis, 15 Jan 2026 07:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
5
Mengapa Media Sosial Pemerintah Rajin Posting, tetapi Minim Respon Publik?