Foto Visum NR Bocor Padahal Dokter Sudah Janji, Keluarga Tuntut RS Bhayangkara Ungkap Pelaku
Jum'at, 29 Agu 2025 16:34

Keluarga NR bersama kuasa hukumnya saat melakukan konferensi pers di Makassar pada Jumat (29/08/2025). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Keluarga mendesak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar untuk segera mengungkap oknum petugas yang menyebar foto hasil visum milik NR, korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Hasil visum tersebut berupa foto bagian tubuh intim milik NR. Rangkaian foto itu yang mestinya bersifat privasi, justru tersebar di media sosial.
RS Bhayangkara Makassar telah melakukan konferensi pers untuk menjawab somasi yang dilayangkan. Hanya saja, keluarga NR belum puas dengan jawaban tersebut.
Kuasa Hukum NR, Herman Nompo mengatakan pihak keluarga belum menerima sepenuhnya jawaban RS Bhayangkara Makassar. Sebab masih ada sosok oknum petugas yang terlibat, belum diungkap.
"Sampai hari ini (RS Bhayangkara) belum menyebutkan siapa-siapa pelakunya. Walaupun ini adalah investigasi, tapi menurut kami sebenarnya masalah ini tidak terlalu lama (prosesnya), karena cukup dipertanyakan siapa hari itu yang bertugas yang melakukan visum. Mungkin bisa langsung memberikan keterangan kalau memang ada yang mau bertanggung jawab di bidang itu," kata Herman dalam sesi konferensi pers di Makassar pada Jumat (29/08/2025).
Orangtua NR, Andi Rahayu Usmi menjelaskan kronologinya. Awalnya ia melakukan pelaporan kasus TPKS dengan Terlapor CD di Polda Sulsel. Untuk melengkapi berkasnya, ia kemudian diminta melakukan visum di RS Bhayangkara Makassar.
"Kemudian data visum tersebut bocor ke publik, yang menurut kami pihak Rumah Sakit Bhayangkara telah melanggar kode etik dan SOP karena telah tersebar luasnya foto pada saat pemeriksaan," kata Ayu.
Pada saat di RS Bhayangkara Makassar, Ayu melihat ada sekira 3 sampai 4 orang petugas yang melakukan visum terhadap NR. Satu diantaranya dokter laki-laki.
Pada momen tertentu, Ayu sempat mempertanyakan peristiwa saat anaknya NR difoto oleh petugas dengan seluruh badan. Ia mengaku pertanyaan itu diulang dua kali, untuk menggaransi bahwa foto-foto itu dijamin tidak keluar.
"Pada saat itu, saya selaku orang tua korban sempat mempertanyakan. Kenapa anak saya difoto dalam kondisi pemeriksaan seluruh badan?," ujar Ayu.
"Seorang pria yang disebut dokter menjawab, kalau ini memang proses pemeriksaan dan menjamin foto ini tidak akan tersebar. Sekali lagi menjamin foto ini tidak akan tersebar," sambungnya.
Kekhawatiran Ayu ternyata menjadi kenyataan. Foto-foto hasil visum milik putrinya tersebar ke publik. Ia menduga hal ini untuk membuat citra NR terlihat buruk di publik.
"Dan beberapa hari kemudian, kami syok. Karena foto visum tersebut viral di media sosial seolah-olah ada desain sedemikian rupa untuk menyudutkan anak kami yang diawali dengan munculnya rumor dan berita di beberapa media sosial yang menyebut anak kami yang berperilaku buruk," jelasnya.
Ayu mengaku tidak tahu nama dokter laki-laki yang menjamin foto-foto tersebut tidak tersebar ke publik. Sebab tidak ada papan namanya.
Namun ia menyebut, petugas yang mengambil foto seluruh badan NR yang kemudian tersebar ke medsos adalah sosok perempuan.
"Perempuan. Dan betul (sama sudut pengambilan gambarnya)," tegas Ayu.
Sementara itu, RS Bhayangkara Makassar menyampaikan permohonan maaf atas bocornya foto hasil visum et repertum milik NR.
"Menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kebocoran hasil visum et repertum," kata Kasubdit Yanmed Dokpol Polda Sulsel, AKBP dr R Joko Maharto saat konferensi pers pada Kamis (28/8/2025).
AKBP Joko mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan investigasi internal untuk menyelidiki penyebab hasil visum NR bocor di media sosial. Proses penyelidikan melibatkan Pengawas Internal, Unit Cyber Ditreskrimsus dan Bidang Propam Polda Sulsel.
"Pihak RS Bhayangkara Makassar sedang melakukan investigasi internal melalui langkah-langkah pelaporan ke SPKT Unit Chyber Ditreskrimsus dan Bid Propam Polda Sulsel," tandas AKBP Joko.
Hasil visum tersebut berupa foto bagian tubuh intim milik NR. Rangkaian foto itu yang mestinya bersifat privasi, justru tersebar di media sosial.
RS Bhayangkara Makassar telah melakukan konferensi pers untuk menjawab somasi yang dilayangkan. Hanya saja, keluarga NR belum puas dengan jawaban tersebut.
Kuasa Hukum NR, Herman Nompo mengatakan pihak keluarga belum menerima sepenuhnya jawaban RS Bhayangkara Makassar. Sebab masih ada sosok oknum petugas yang terlibat, belum diungkap.
"Sampai hari ini (RS Bhayangkara) belum menyebutkan siapa-siapa pelakunya. Walaupun ini adalah investigasi, tapi menurut kami sebenarnya masalah ini tidak terlalu lama (prosesnya), karena cukup dipertanyakan siapa hari itu yang bertugas yang melakukan visum. Mungkin bisa langsung memberikan keterangan kalau memang ada yang mau bertanggung jawab di bidang itu," kata Herman dalam sesi konferensi pers di Makassar pada Jumat (29/08/2025).
Orangtua NR, Andi Rahayu Usmi menjelaskan kronologinya. Awalnya ia melakukan pelaporan kasus TPKS dengan Terlapor CD di Polda Sulsel. Untuk melengkapi berkasnya, ia kemudian diminta melakukan visum di RS Bhayangkara Makassar.
"Kemudian data visum tersebut bocor ke publik, yang menurut kami pihak Rumah Sakit Bhayangkara telah melanggar kode etik dan SOP karena telah tersebar luasnya foto pada saat pemeriksaan," kata Ayu.
Pada saat di RS Bhayangkara Makassar, Ayu melihat ada sekira 3 sampai 4 orang petugas yang melakukan visum terhadap NR. Satu diantaranya dokter laki-laki.
Pada momen tertentu, Ayu sempat mempertanyakan peristiwa saat anaknya NR difoto oleh petugas dengan seluruh badan. Ia mengaku pertanyaan itu diulang dua kali, untuk menggaransi bahwa foto-foto itu dijamin tidak keluar.
"Pada saat itu, saya selaku orang tua korban sempat mempertanyakan. Kenapa anak saya difoto dalam kondisi pemeriksaan seluruh badan?," ujar Ayu.
"Seorang pria yang disebut dokter menjawab, kalau ini memang proses pemeriksaan dan menjamin foto ini tidak akan tersebar. Sekali lagi menjamin foto ini tidak akan tersebar," sambungnya.
Kekhawatiran Ayu ternyata menjadi kenyataan. Foto-foto hasil visum milik putrinya tersebar ke publik. Ia menduga hal ini untuk membuat citra NR terlihat buruk di publik.
"Dan beberapa hari kemudian, kami syok. Karena foto visum tersebut viral di media sosial seolah-olah ada desain sedemikian rupa untuk menyudutkan anak kami yang diawali dengan munculnya rumor dan berita di beberapa media sosial yang menyebut anak kami yang berperilaku buruk," jelasnya.
Ayu mengaku tidak tahu nama dokter laki-laki yang menjamin foto-foto tersebut tidak tersebar ke publik. Sebab tidak ada papan namanya.
Namun ia menyebut, petugas yang mengambil foto seluruh badan NR yang kemudian tersebar ke medsos adalah sosok perempuan.
"Perempuan. Dan betul (sama sudut pengambilan gambarnya)," tegas Ayu.
Sementara itu, RS Bhayangkara Makassar menyampaikan permohonan maaf atas bocornya foto hasil visum et repertum milik NR.
"Menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kebocoran hasil visum et repertum," kata Kasubdit Yanmed Dokpol Polda Sulsel, AKBP dr R Joko Maharto saat konferensi pers pada Kamis (28/8/2025).
AKBP Joko mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan investigasi internal untuk menyelidiki penyebab hasil visum NR bocor di media sosial. Proses penyelidikan melibatkan Pengawas Internal, Unit Cyber Ditreskrimsus dan Bidang Propam Polda Sulsel.
"Pihak RS Bhayangkara Makassar sedang melakukan investigasi internal melalui langkah-langkah pelaporan ke SPKT Unit Chyber Ditreskrimsus dan Bid Propam Polda Sulsel," tandas AKBP Joko.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Dua Kelompok Nelayan Konflik Soal Alat Tangkap, DKP Sulsel Damaikan
2

Affan yang Dilindas, Negara yang Diam
3

Gubernur Sulsel Raih BAZNAS Award sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat
4

Ajang Baznas Award 2025, Wakil Rektor IV UMI Jalin Peluang Kerjasama Baznas RI
5

Turnamen Futsal Pelajar Merdeka Cup Vol. 3 Tuntas! Ini Daftar Juara hingga Pemain Terbaik
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Dua Kelompok Nelayan Konflik Soal Alat Tangkap, DKP Sulsel Damaikan
2

Affan yang Dilindas, Negara yang Diam
3

Gubernur Sulsel Raih BAZNAS Award sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat
4

Ajang Baznas Award 2025, Wakil Rektor IV UMI Jalin Peluang Kerjasama Baznas RI
5

Turnamen Futsal Pelajar Merdeka Cup Vol. 3 Tuntas! Ini Daftar Juara hingga Pemain Terbaik