Program Pelayanan Kesehatan Bergerak Jangkau Kepulauan, 3.979 Pasien Terlayani
Kamis, 27 Nov 2025 18:41
Pemprov Sulsel terus mengoptimalkan upaya pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), terus mengoptimalkan upaya pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.
Salah satu program strategis di era kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, yakni Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), menunjukkan perkembangan positif dengan capaian signifikan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa realisasi Program PKB berjalan sangat baik dan diterima antusias oleh masyarakat. Program ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan warga kepulauan.
"Secara umum, realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) berjalan sangat baik dan terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini telah mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan. Setiap kunjungan tim PKB disambut antusias oleh masyarakat," kata Evi.
Berdasarkan laporan pelaksanaan per bulan November, kegiatan PKB telah menjangkau tujuh lokus pelayanan di wilayah perbatasan kepulauan, yakni di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tujuh lokus tersebut mencakup empat Puskesmas di Pangkep, yaitu: Puskesmas Pulau Sabutung, Puskesmas Pulau Liukang Tupabiring, Puskesmas Pulau Liukang Tangayya, dan Puskesmas Pulau Sarappo.
Sementara di Kepulauan Selayar, PKB menjangkau tiga Puskesmas, yakni: Puskesmas Pulau Benteng Jampea, Puskesmas Pulau Ujung Jampea, dan Puskesmas Pulau Pasilambena.
Evi merincikan, total jumlah pasien yang tertangani selama program tersebut berjalan mencapai 3.979 jiwa. Layanan yang diberikan mencakup berbagai kelompok usia dan jenis layanan, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, hingga layanan gizi dan kesehatan gigi.
"Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini menunjukkan program PKB tersebut benar-benar dibutuhkan dan diterima masyarakat dengan baik," tegasnya.
Berikut data rinci jumlah pasien yang tertangani selama kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak di 7 lokus kepulauan:
Pangkajene Kepulauan:
Pulau Sabutung (733), Pulau Liukang Tupabiring (521), Pulau Sarappo (379), Pulau Liukang Tangayya (528). Sedangkan, Kepulauan Selayar:
Pulau Benteng Jampea (757), Pulau Ujung Jampea (638), Pulau Pasilambena (423).
Terkait dukungan Sumber Daya Manusia (SDM), Kadinkes Sulsel mengungkapkan saat ini ratusan tenaga kesehatan telah ditugaskan dalam program PKB. Mereka terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, dan tenaga farmasi.
"Mereka tersebar di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil, kepulauan, dan perbatasan. Setiap wilayah memiliki tim yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan dukungan lintas sektor, mobilitas dan koordinasi para tenaga kesehatan ini berjalan semakin efektif," jelasnya.
Evi menambahkan, setiap tahapan pelaksanaan program PKB diutus satu tim berisi 10 orang. Tim ini memiliki komposisi lengkap, termasuk empat dokter spesialis dasar (Spesialis Interna, Spesialis Anak, Spesialis Kandungan/Obgyn, dan Spesialis Gigi dan Mulut), perawat, administrasi, kefarmasian, dan koordinator lapangan.
Tim ini merupakan kolaborasi personel dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rumah Sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta personel Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Program PKB akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Salah satu program strategis di era kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, yakni Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), menunjukkan perkembangan positif dengan capaian signifikan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa realisasi Program PKB berjalan sangat baik dan diterima antusias oleh masyarakat. Program ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan warga kepulauan.
"Secara umum, realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) berjalan sangat baik dan terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini telah mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan. Setiap kunjungan tim PKB disambut antusias oleh masyarakat," kata Evi.
Berdasarkan laporan pelaksanaan per bulan November, kegiatan PKB telah menjangkau tujuh lokus pelayanan di wilayah perbatasan kepulauan, yakni di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tujuh lokus tersebut mencakup empat Puskesmas di Pangkep, yaitu: Puskesmas Pulau Sabutung, Puskesmas Pulau Liukang Tupabiring, Puskesmas Pulau Liukang Tangayya, dan Puskesmas Pulau Sarappo.
Sementara di Kepulauan Selayar, PKB menjangkau tiga Puskesmas, yakni: Puskesmas Pulau Benteng Jampea, Puskesmas Pulau Ujung Jampea, dan Puskesmas Pulau Pasilambena.
Evi merincikan, total jumlah pasien yang tertangani selama program tersebut berjalan mencapai 3.979 jiwa. Layanan yang diberikan mencakup berbagai kelompok usia dan jenis layanan, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, hingga layanan gizi dan kesehatan gigi.
"Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini menunjukkan program PKB tersebut benar-benar dibutuhkan dan diterima masyarakat dengan baik," tegasnya.
Berikut data rinci jumlah pasien yang tertangani selama kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak di 7 lokus kepulauan:
Pangkajene Kepulauan:
Pulau Sabutung (733), Pulau Liukang Tupabiring (521), Pulau Sarappo (379), Pulau Liukang Tangayya (528). Sedangkan, Kepulauan Selayar:
Pulau Benteng Jampea (757), Pulau Ujung Jampea (638), Pulau Pasilambena (423).
Terkait dukungan Sumber Daya Manusia (SDM), Kadinkes Sulsel mengungkapkan saat ini ratusan tenaga kesehatan telah ditugaskan dalam program PKB. Mereka terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, dan tenaga farmasi.
"Mereka tersebar di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil, kepulauan, dan perbatasan. Setiap wilayah memiliki tim yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan dukungan lintas sektor, mobilitas dan koordinasi para tenaga kesehatan ini berjalan semakin efektif," jelasnya.
Evi menambahkan, setiap tahapan pelaksanaan program PKB diutus satu tim berisi 10 orang. Tim ini memiliki komposisi lengkap, termasuk empat dokter spesialis dasar (Spesialis Interna, Spesialis Anak, Spesialis Kandungan/Obgyn, dan Spesialis Gigi dan Mulut), perawat, administrasi, kefarmasian, dan koordinator lapangan.
Tim ini merupakan kolaborasi personel dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Rumah Sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta personel Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Program PKB akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
(GUS)
Berita Terkait
Lifestyle
Warga Makassar Diimbau Batasi Konsumsi Ultra-Processed Food
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola konsumsi makanan, khususnya membatasi asupan makanan olahan berlebih (ultra-processed food) di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Kamis, 16 Apr 2026 05:53
Sulsel
Alfamidi Gelar Edukasi Nutrisi Tepat Usia di Gowa, Sasar Ratusan Keluarga Balita
Alfamidi Cabang Makassar bersama Puskesmas Samata, Kabupaten Gowa, dengan menggelar kegiatan Edukasi Keluarga Balita bertema “Nutrisi Tepat untuk Anak Sehat” pada Kamis (26/2/2026).
Kamis, 26 Feb 2026 19:57
Sulsel
Alfamidi Gandeng Puskesmas Samata Berikan Edukasi ASI dan MPASI Tepat Usia
Salah satunya melalui kegiatan edukasi yang digelar Alfamidi Cabang Makassar bersama Puskesmas Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (24/2/2026).
Selasa, 24 Feb 2026 21:42
News
Pertamina - Pertamedika IHC Edukasi Gizi bagi Pelaku UMKM di Makassar
Pertamina dan Pertamedika IHC menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyuluhan kandungan gizi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sabtu, 06 Des 2025 19:37
News
Ribuan Peserta Antusias Ikuti Seminar Nasional Kesehatan Reproduksi LDII Sulsel
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional Kesehatan Reproduksi Perempuan di Masjid Roudhotul Jannah, Makassar.
Senin, 01 Des 2025 10:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PW PARMUSI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi Bela Nama Baik Jusuf Kalla
2
BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi
3
Siapkan Dukungan Avtur untuk Penerbangan Haji 2026 Melalui AFT Hasanuddin
4
Dinsos Makassar Respons Positif Usulan Program Rumah Singgah Muhammadiyah
5
Edukasi Safety Riding Siswa SMAN 8 Gowa, Tekankan Pentingnya Fokus dan Perlengkapan Berkendara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PW PARMUSI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi Bela Nama Baik Jusuf Kalla
2
BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi
3
Siapkan Dukungan Avtur untuk Penerbangan Haji 2026 Melalui AFT Hasanuddin
4
Dinsos Makassar Respons Positif Usulan Program Rumah Singgah Muhammadiyah
5
Edukasi Safety Riding Siswa SMAN 8 Gowa, Tekankan Pentingnya Fokus dan Perlengkapan Berkendara