BPBD Makassar Selamatkan 13 Warga di Wisata Alam Sungai Jeneberang
Senin, 05 Jan 2026 12:43
BPBD Kota Makassar melakukan evakuasi penyelamatan 13 orang, di kawasan Air Terjun Jeneberang, Kabupaten Gowa, pada Minggu (4/1/2025) tadi malam. Foto: Istimewa
GOWA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap 13 warga, di kawasan Air Terjun Jeneberang, Kabupaten Gowa, pada Minggu (4/1/2025) tadi malam.
"Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa," jelas Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar.
Fadli menuturkan, pihaknya mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya alat mountaineering, life jacket, peralatan medis, perlengkapan rescue, serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Selain itu, jaket dan makanan darurat juga disiapkan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses penyelamatan. Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus," tuturnya.
Seluruh korban, terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Fadli Tahar, menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.
"Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPBD Kota Makassar tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Selain evakuasi, ia memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
"Ambulans kami siagakan, jaket penghangat dan makanan kami berikan agar kondisi fisik dan psikologis korban tetap terjaga," jelasnya.
Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini kembali menegaskan kehadiran BPBD Kota Makassar bukan sekadar sebagai institusi penanggulangan bencana, melainkan sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan warganya.
"BPBD Makassar hadir bekerja dalam senyap, menembus batas wilayah administratif, dan mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa. Keselamatan warga adalah amanah, dan BPBD Kota Makassar berkomitmen mendahulukan Penyelamatan kemanusiaan," tukasnya.
Adapun data 13 warga yang diselamatkan BPBD Kota Makassar yakni Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo dan Ical.
Sebelumnya, respons cepat dan kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar, kembali membuahkan hasil positif. Lima orang nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, Kamis, 1 Januari 2026, malam, lalu.
Diketahui, cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di kawasan wisata alam tersebut. Di tengah medan terjal, arus sungai yang deras, serta cahaya yang mulai redup, harapan keselamatan hanya bergantung pada satu hal, kecepatan dan keberanian tim penyelamat dari BPBD.
Peristiwa bermula ketika para pendaki dari warga Makassar, Bersama komunitasnya melakukan aktivitas wisata alam dengan menjelajahi kawasan Air Terjun Jeneberang. Namun, di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.
Air bah datang secara tiba-tiba, menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat drastis dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.
Akibatnya, 13 orang dari rombongan tersebut terjebak di lokasi pada Sabtu (3/1) kemarin, dan tidak mampu melintasi sungai karena arus yang sangat deras dan berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.
Meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap bergerak cepat setelah menerima informasi adanya warga Makassar yang terjebak.
Tim evakuasi langsung diterjunkan dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang.
Selain hujan yang masih turun, pencahayaan mulai terbatas karena hari beranjak sore, medan terjal, serta arus sungai yang kuat meningkatkan risiko bagi tim penyelamat maupun korban.
"Mereka terjebak banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa," jelas Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar.
Fadli menuturkan, pihaknya mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya alat mountaineering, life jacket, peralatan medis, perlengkapan rescue, serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Selain itu, jaket dan makanan darurat juga disiapkan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis para korban selama proses penyelamatan. Satu per satu korban berhasil dijangkau menggunakan teknik evakuasi khusus," tuturnya.
Seluruh korban, terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Fadli Tahar, menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.
"Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun hal itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPBD Kota Makassar tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Selain evakuasi, ia memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
"Ambulans kami siagakan, jaket penghangat dan makanan kami berikan agar kondisi fisik dan psikologis korban tetap terjaga," jelasnya.
Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini kembali menegaskan kehadiran BPBD Kota Makassar bukan sekadar sebagai institusi penanggulangan bencana, melainkan sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan warganya.
"BPBD Makassar hadir bekerja dalam senyap, menembus batas wilayah administratif, dan mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa. Keselamatan warga adalah amanah, dan BPBD Kota Makassar berkomitmen mendahulukan Penyelamatan kemanusiaan," tukasnya.
Adapun data 13 warga yang diselamatkan BPBD Kota Makassar yakni Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo dan Ical.
Sebelumnya, respons cepat dan kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar, kembali membuahkan hasil positif. Lima orang nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, Kamis, 1 Januari 2026, malam, lalu.
Diketahui, cuaca ekstrem kembali memicu kejadian darurat di kawasan wisata alam tersebut. Di tengah medan terjal, arus sungai yang deras, serta cahaya yang mulai redup, harapan keselamatan hanya bergantung pada satu hal, kecepatan dan keberanian tim penyelamat dari BPBD.
Peristiwa bermula ketika para pendaki dari warga Makassar, Bersama komunitasnya melakukan aktivitas wisata alam dengan menjelajahi kawasan Air Terjun Jeneberang. Namun, di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur wilayah hulu sungai.
Air bah datang secara tiba-tiba, menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat drastis dan memutus jalur penyeberangan yang dilalui rombongan.
Akibatnya, 13 orang dari rombongan tersebut terjebak di lokasi pada Sabtu (3/1) kemarin, dan tidak mampu melintasi sungai karena arus yang sangat deras dan berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.
Meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap bergerak cepat setelah menerima informasi adanya warga Makassar yang terjebak.
Tim evakuasi langsung diterjunkan dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap. Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang.
Selain hujan yang masih turun, pencahayaan mulai terbatas karena hari beranjak sore, medan terjal, serta arus sungai yang kuat meningkatkan risiko bagi tim penyelamat maupun korban.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Sulsel
Kementerian HAM Rekrut Warga Lokal Jadi Penggerak HAM di Makassar
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menjadikan Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Kaluku Badoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sebagai pilot project Desa Sadar HAM.
Senin, 10 Agu 2026 13:42
News
Pemkot Makassar Targetkan Administrasi Transisi Proyek PSEL Rampung 2 Pekan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua pekan. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi proyek dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menuju Perpres Nomor 109.
Sabtu, 08 Agu 2026 10:08
Makassar City
Pencurian Meteran Air Ganggu Pendapatan dan Layanan PDAM Makassar
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengungkap maraknya pencurian meteran air di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekaligus pendapatan perusahaan.
Jum'at, 07 Agu 2026 06:22
Makassar City
Perumda Air Minum Makassar Gelar Tausiah, Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kamis, 06 Agu 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi