Wujudkan Ekosistem Kerja Inklusif, Kalla Institute Terima Magang Disabilitas
Minggu, 18 Jan 2026 18:09
Dalam menyiapkan ekosistem kerja inklusif, Kalla Institute turut mengambil peran dengan menerima dua peserta magang disabilitas. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dalam menyiapkan ekosistem kerja inklusif, Kalla Institute turut mengambil peran dengan menerima dua peserta magang disabilitas melalui Program Magang Disabilitas yang difasilitasi Unit Layanan Disabilitas Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.
Program ini berlangsung hingga akhir Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Dua peserta magang tersebut masing-masing ditempatkan di Biro Marketing & Admisi serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan. Selama proses magang, peserta dilibatkan langsung dalam aktivitas operasional harian sesuai dengan bidang dan kompetensinya.
Filemon Aloysius Limba, yang merupakan peserta magang disabilitas lulusan Politeknik Pariwisata Makassar, ditempatkan di UPT Perpustakaan. Filemon membantu berbagai kegiatan pustakawan, mulai dari administrasi hingga operasional layanan perpustakaan.
Sementara itu, Mustaqim, lulusan STMIK Kharisma Makassar, bergabung di Biro Marketing & Admisi untuk mendukung kegiatan publikasi kampus serta pembuatan konten visual.
Kepala Biro Umum & Kepegawaian Kalla Institute, Aulia Rahmi, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam memberikan ruang yang adil dan inklusif bagi setiap individu.
“Kami berharap teman-teman magang disabilitas dapat berkembang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi terbaiknya selama bekerja di Kalla Institute,” ujar Aulia.
Komitmen inklusivitas Kalla Institute tidak hanya tercermin melalui program magang, tetapi juga dari keberadaan mahasiswa disabilitas yang saat ini menempuh pendidikan di Program Studi Kewirausahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, Kalla Institute berupaya membangun ekosistem kampus yang terbuka dan dapat diakses oleh semua golongan.
Di masing-masing unit kerja, peserta magang disabilitas diterima sebagai rekan kerja yang setara. Mereka memperoleh pendampingan kerja, akses fasilitas kampus yang ramah disabilitas, serta kesempatan untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta.
Kepala Perpustakaan Kalla Institute, Efan Saputra, mengungkapkan bahwa kehadiran peserta magang disabilitas juga memberikan pembelajaran bagi seluruh tim. “Selain membimbing pekerjaan mereka di perpustakaan, secara tidak langsung saya juga belajar menggunakan bahasa isyarat. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga,” ungkap Efan.
Dari program magang disabilitas ini, Kalla Institute menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju perubahan yang lebih baik. Saat nilai-nilai KALLA dijalankan bersama, ruang kolaborasi menjadi lebih hangat dan inklusif.
Kalla Institute berharap semakin banyak peserta dengan berbagai latar belakang dapat merasakan pengalaman belajar, bekerja yang setara, aman, dan mendukung perkembangan karier mereka di masa depan.
Program ini berlangsung hingga akhir Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Dua peserta magang tersebut masing-masing ditempatkan di Biro Marketing & Admisi serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan. Selama proses magang, peserta dilibatkan langsung dalam aktivitas operasional harian sesuai dengan bidang dan kompetensinya.
Filemon Aloysius Limba, yang merupakan peserta magang disabilitas lulusan Politeknik Pariwisata Makassar, ditempatkan di UPT Perpustakaan. Filemon membantu berbagai kegiatan pustakawan, mulai dari administrasi hingga operasional layanan perpustakaan.
Sementara itu, Mustaqim, lulusan STMIK Kharisma Makassar, bergabung di Biro Marketing & Admisi untuk mendukung kegiatan publikasi kampus serta pembuatan konten visual.
Kepala Biro Umum & Kepegawaian Kalla Institute, Aulia Rahmi, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam memberikan ruang yang adil dan inklusif bagi setiap individu.
“Kami berharap teman-teman magang disabilitas dapat berkembang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi terbaiknya selama bekerja di Kalla Institute,” ujar Aulia.
Komitmen inklusivitas Kalla Institute tidak hanya tercermin melalui program magang, tetapi juga dari keberadaan mahasiswa disabilitas yang saat ini menempuh pendidikan di Program Studi Kewirausahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, Kalla Institute berupaya membangun ekosistem kampus yang terbuka dan dapat diakses oleh semua golongan.
Di masing-masing unit kerja, peserta magang disabilitas diterima sebagai rekan kerja yang setara. Mereka memperoleh pendampingan kerja, akses fasilitas kampus yang ramah disabilitas, serta kesempatan untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta.
Kepala Perpustakaan Kalla Institute, Efan Saputra, mengungkapkan bahwa kehadiran peserta magang disabilitas juga memberikan pembelajaran bagi seluruh tim. “Selain membimbing pekerjaan mereka di perpustakaan, secara tidak langsung saya juga belajar menggunakan bahasa isyarat. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga,” ungkap Efan.
Dari program magang disabilitas ini, Kalla Institute menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju perubahan yang lebih baik. Saat nilai-nilai KALLA dijalankan bersama, ruang kolaborasi menjadi lebih hangat dan inklusif.
Kalla Institute berharap semakin banyak peserta dengan berbagai latar belakang dapat merasakan pengalaman belajar, bekerja yang setara, aman, dan mendukung perkembangan karier mereka di masa depan.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kalla Institute Masuk Lima Terbaik KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia.
Selasa, 22 Sep 2026 21:43
News
PPBM-Kalla Institute Tuntaskan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR
PPBM-Kalla Institute menuntaskan rangkaian Human Resources Collegia (HR Collegia) 2026, program pengembangan kompetensi yang mempertemukan praktisi Human Resources (HR) dari berbagai sektor industri.
Selasa, 01 Sep 2026 18:26
Ekbis
Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa dalam meningkatkan produksi, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha.
Minggu, 30 Agu 2026 08:04
Ekbis
Kalla Institute Dorong UMKM Perempuan Maros Naik Kelas lewat Digitalisasi
Kalla Institute mendorong penguatan UMKM perempuan di Kabupaten Maros melalui digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan keterampilan sumber daya manusia.
Senin, 24 Agu 2026 18:00
Ekbis
Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Perkuat Bisnis dengan Inovasi Digital
Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi.
Jum'at, 21 Agu 2026 18:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IKA UNHAS Jabodetabek Satukan Alumni Lewat Golf Tournament dan Charity 2026
2
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
3
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
4
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
5
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IKA UNHAS Jabodetabek Satukan Alumni Lewat Golf Tournament dan Charity 2026
2
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
3
Elektabilitas Golkar Terjaga, IAS Sebut Komunikasi Bahlil Jadi Faktor Penting
4
Pemilih Sulsel Tembus 7 Juta, KPU Perkuat Pemutakhiran Data Berkelanjutan
5
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano