Kampung Hijau Energi LAZ Hadji Kalla Perkuat Ketahanan Iklim
Rabu, 11 Feb 2026 20:16
Pelatihan komunitas Kampung Hijau Energi yang digelar di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim terus didorong melalui Program Kampung Hijau Energi yang digagas oleh Program Humanity and Enviroment, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla.
Dijalankan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, program ini menjadi salah satu ikhtiar berbasis komunitas, dalam menjawab tantangan krisis lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program Kampung Hijau Energi mengintegrasikan pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan dalam satu siklus berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya lokal secara efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Kampung Hijau Energi merupakan program kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene di Sulawesi Barat serta Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan. Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat menerapkan praktik siklus yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Tanaman organik yang dibudidayakan warga dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Selanjutnya, limbah ternak diolah menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan energi api biru serta pupuk organik cair. Energi biogas digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan pada kayu bakar dan LPG.
Sementara itu, pupuk organik cair dikembalikan ke lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Praktik ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya produksi bagi petani dan peternak.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, menyebutkan, LAZ Hadji Kalla berkolaborasi dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau dalam program ini. Selain memperkuat ekonomi warga, Kampung Hijau Energi berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim dengan menekan emisi metana dari limbah ternak serta mendorong praktik pertanian rendah karbon. Pendekatan sirkular ekologis berdampak sebagai kunci keberhasilan program ini.
Dirinya menjelaskan, ketahanan iklim berbicara tentang kapasitas suatu wilayah untuk menghadapi gangguan iklim—seperti kekeringan, banjir, kenaikan suhu, atau ketidakpastian musim yang secara nyata berdampak pada kondisi sosial dan lingkungan.
"Sementara Kampung Hijau Energi merupakan salah satu instrumen praktis di tingkat komunitas yang secara langsung membangun kapasitas tersebut melalui pendekatan energi terbarukan, pengelolaan limbah biomassa, dan penguatan ekonomi lokal. Program ini membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah tidak lagi menjadi masalah, tetapi sumber nilai tambah bagi petani dan peternak sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Yayasan Forum Komunitas Hijau, Hamzah, menilai Kampung Hijau Energi sebagai contoh nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak.
“Ketahanan lingkungan harus dibangun dari komunitas. Kampung Hijau Energi menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari pola pikir dan praktik sehari-hari masyarakat,” katanya.
Melalui kolaborasi multipihak, Program Kampung Hijau Energi membuktikan bahwa solusi lingkungan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani Ternak, Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Pinrang, Muhajir mengungkapkan tantangannya dalam membangun gagasan ini hingga mendapat dukungan dari LAZ Hadji Kalla yang bekerjasama dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau.
“Bagi saya, tekanan dari warga dan keluarga serta tokoh tokoh adat akibat dari minimnya informasi menjadi cermin betapa gagasan baru sering dianggap ancaman ketika lahir di ruang yang belum siap berdialog. Usulan saya dinilai mengganggu keseimbangan sosial, bahkan sempat diminta dihentikan demi meredam konflik. Di titik inilah saya menyadari, banyak ide baik di desa gugur bukan karena salah, tetapi karena berjalan sendirian. Maka saya memilih bertahan, bukan dengan melawan, melainkan dengan merajut jejaring,” jelasnya.
Dijalankan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, program ini menjadi salah satu ikhtiar berbasis komunitas, dalam menjawab tantangan krisis lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program Kampung Hijau Energi mengintegrasikan pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan dalam satu siklus berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya lokal secara efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Kampung Hijau Energi merupakan program kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene di Sulawesi Barat serta Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan. Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat menerapkan praktik siklus yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Tanaman organik yang dibudidayakan warga dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Selanjutnya, limbah ternak diolah menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan energi api biru serta pupuk organik cair. Energi biogas digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan pada kayu bakar dan LPG.
Sementara itu, pupuk organik cair dikembalikan ke lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Praktik ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya produksi bagi petani dan peternak.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, menyebutkan, LAZ Hadji Kalla berkolaborasi dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau dalam program ini. Selain memperkuat ekonomi warga, Kampung Hijau Energi berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim dengan menekan emisi metana dari limbah ternak serta mendorong praktik pertanian rendah karbon. Pendekatan sirkular ekologis berdampak sebagai kunci keberhasilan program ini.
Dirinya menjelaskan, ketahanan iklim berbicara tentang kapasitas suatu wilayah untuk menghadapi gangguan iklim—seperti kekeringan, banjir, kenaikan suhu, atau ketidakpastian musim yang secara nyata berdampak pada kondisi sosial dan lingkungan.
"Sementara Kampung Hijau Energi merupakan salah satu instrumen praktis di tingkat komunitas yang secara langsung membangun kapasitas tersebut melalui pendekatan energi terbarukan, pengelolaan limbah biomassa, dan penguatan ekonomi lokal. Program ini membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah tidak lagi menjadi masalah, tetapi sumber nilai tambah bagi petani dan peternak sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Yayasan Forum Komunitas Hijau, Hamzah, menilai Kampung Hijau Energi sebagai contoh nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak.
“Ketahanan lingkungan harus dibangun dari komunitas. Kampung Hijau Energi menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari pola pikir dan praktik sehari-hari masyarakat,” katanya.
Melalui kolaborasi multipihak, Program Kampung Hijau Energi membuktikan bahwa solusi lingkungan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani Ternak, Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Pinrang, Muhajir mengungkapkan tantangannya dalam membangun gagasan ini hingga mendapat dukungan dari LAZ Hadji Kalla yang bekerjasama dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau.
“Bagi saya, tekanan dari warga dan keluarga serta tokoh tokoh adat akibat dari minimnya informasi menjadi cermin betapa gagasan baru sering dianggap ancaman ketika lahir di ruang yang belum siap berdialog. Usulan saya dinilai mengganggu keseimbangan sosial, bahkan sempat diminta dihentikan demi meredam konflik. Di titik inilah saya menyadari, banyak ide baik di desa gugur bukan karena salah, tetapi karena berjalan sendirian. Maka saya memilih bertahan, bukan dengan melawan, melainkan dengan merajut jejaring,” jelasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
LAZ Hadji Kalla Salurkan Ribuan Paket Sembako, Jangkau 23 Kabupaten
Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus dihadirkan oleh LAZ Hadji Kalla melalui program "Idul Fitri Bahagia" berupa penyaluran paket sembako dan Iftar kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selasa, 10 Mar 2026 17:24
News
LAZ Hadji Kalla Paparkan Program 2026, Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem
KALLA menggelar buka puasa bersama sejumlah jurnalis dan para mitra Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla di Lobby Wisma Kalla, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus momentum berbagi gagasan
Jum'at, 27 Feb 2026 13:21
Ekbis
LAZ Hadji Kalla Bagikan 32.500 Paket Iftar dan 85.000 Paket Sembako
Ramadan 1447 H menjadi ruang berbagi yang kembali dihadirkan oleh LAZ Hadji Kalla. Tahun 2026, sebanyak 32.500 paket iftar dan 85.000 paket sembako
Senin, 23 Feb 2026 11:12
Sulsel
LAZ Hadji Kalla Berhasil Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Lewat Program DBS
LAZ Hadji Kalla melalui Program Desa Bangkit Sejahtera berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus pendapatan petani di desa binaan. Program ini merupakan salah satu program unggulan LAZ Hadji Kalla
Senin, 26 Jan 2026 17:33
News
LAZ Hadji Kalla Raih Predikat GOLD Cegah Stunting Nasional
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla meraih predikat GOLD sebagai Mitra LSM/Komunitas Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam ajang Genting Collaboration Summit 2025.
Senin, 15 Des 2025 11:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ratusan Pemanah Ramaikan Arsy Archery Competition 2026, Hadiah Utama Umrah VIP
2
UMI Kokoh sebagai PTS Terbaik di Makassar versi EduRank 2026
3
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
4
Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
5
Apresiasi Solusi Pengelolaan Sampah, Andi Makmur: Warga Harus Jadi Garda Terdepan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ratusan Pemanah Ramaikan Arsy Archery Competition 2026, Hadiah Utama Umrah VIP
2
UMI Kokoh sebagai PTS Terbaik di Makassar versi EduRank 2026
3
Idrus Marham: Kebijakan Presiden Prabowo Sudah Tepat, Tapi Gagal Dijelaskan Menteri dan Jubirnya
4
Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
5
Apresiasi Solusi Pengelolaan Sampah, Andi Makmur: Warga Harus Jadi Garda Terdepan