Gebyar Petroganik & NPK Pelangi Kakao, Pupuk Indonesia Beri Penghargaan Kios & Petani

Senin, 09 Mar 2026 17:00
Gebyar Petroganik & NPK Pelangi Kakao, Pupuk Indonesia Beri Penghargaan Kios & Petani
PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan apresiasi kepada kios pengecer dan petani melalui kegiatan Rewarding Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan apresiasi kepada kios pengecer dan petani melalui kegiatan Rewarding Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao. Program ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sulawesi.

Kegiatan rewarding tersebut dilaksanakan secara bertahap di empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Program Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao merupakan bagian dari Program Percepatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Organik dan NPK Formula Khusus Kakao yang berlangsung pada periode 1 Juli hingga 31 Desember 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kios atau PPTS (Penerima Pada Titik Serah), sekaligus mendorong pemanfaatan pupuk oleh petani guna mendukung produktivitas pertanian, khususnya komoditas kakao di Sulawesi.

Selama periode pelaksanaan program, realisasi penebusan pupuk mencapai 33.340 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 27.872 ton NPK Pelangi Kakao dan 5.468 ton pupuk organik Petroganik. Dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi penyaluran NPK Pelangi Kakao meningkat sebesar 1.885 ton atau sekitar 7 persen. Sementara itu, penyaluran pupuk organik mengalami lonjakan signifikan dari 789 ton pada 2024 menjadi 5.468 ton pada 2025.

Peningkatan juga terlihat dari sisi penyaluran kepada petani. Jika pada 2024 jumlahnya tercatat 31.595 ton, maka pada 2025 meningkat menjadi 42.973 ton atau tumbuh sekitar 36 persen selama periode program. Hal ini menunjukkan semakin aktifnya penebusan pupuk oleh petani serta optimalnya kinerja distribusi pupuk bersubsidi melalui jaringan yang ada.

Sebagai bentuk apresiasi, Pupuk Indonesia memberikan penghargaan kepada 183 PPTS yang mencatatkan kinerja penyaluran terbaik selama periode program. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk logam mulia dengan berbagai kategori.

Para penerima apresiasi berasal dari empat provinsi wilayah Regional 4, yakni 72 PPTS dari Sulawesi Selatan, 35 PPTS dari Sulawesi Barat, 52 PPTS dari Sulawesi Tengah, dan 24 PPTS dari Sulawesi Tenggara.

Tidak hanya kepada kios penyalur, Pupuk Indonesia juga memberikan apresiasi kepada 100 petani yang melakukan pembelian pupuk Petroganik dan NPK Pelangi Kakao selama periode program. Setiap provinsi diwakili oleh 25 petani penerima penghargaan.

Para petani tersebut memperoleh berbagai hadiah, mulai dari voucher belanja, kompor, kipas angin, televisi, smartphone, hingga hadiah utama berupa paket ibadah umroh.

Empat petani beruntung berhasil meraih hadiah utama berupa paket ibadah umroh. Mereka adalah Musliadi dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan; Kartini dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat; Binti Nafsiah dari Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah; serta Hasnawati dari Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

GM Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan penyaluran pupuk bersubsidi sekaligus memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berperan dalam rantai distribusi pupuk hingga ke tingkat petani.

“Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada PPTS dan petani yang telah berkontribusi dalam mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi. Kami berharap program ini dapat semakin mendorong optimalisasi penyaluran pupuk serta meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas kakao di wilayah Sulawesi,” ujar Wisnu.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam rantai distribusi pupuk juga menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut.

Perwakilan PUD Sulawesi Selatan menilai program ini memberikan dorongan positif terhadap kinerja penyaluran pupuk di wilayahnya.

“Program ini sangat membantu meningkatkan semangat penyaluran pupuk di lapangan. Dengan adanya apresiasi seperti ini, kami semakin termotivasi untuk memastikan pupuk dapat tersalurkan dengan baik hingga ke tingkat petani,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu PPTS dari Sulawesi Tengah menyebut program tersebut sebagai bentuk penghargaan atas peran kios dalam mendukung distribusi pupuk bersubsidi.

“Sebagai kios penyalur, kami merasa sangat diapresiasi. Program ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada petani serta memastikan pupuk tersedia dan tersalurkan tepat sasaran,” katanya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan distributor ritel di Sulawesi Barat yang menilai program ini mampu memperkuat sinergi seluruh pihak dalam rantai distribusi pupuk.

“Program ini memperkuat kerja sama antara distributor, kios, dan Pupuk Indonesia. Dengan adanya program seperti ini, penyaluran pupuk menjadi lebih optimal dan berdampak langsung bagi petani,” ungkapnya.

Perwakilan kios ritel dari Sulawesi Tenggara juga menyampaikan bahwa program ini memberikan motivasi tambahan bagi kios dalam memenuhi kebutuhan pupuk petani di wilayahnya.

“Program ini sangat positif bagi kami sebagai kios ritel karena memberikan semangat tambahan dalam menyalurkan pupuk kepada petani. Apresiasi yang diberikan juga menjadi bentuk perhatian kepada kios yang membantu pendistribusian pupuk di lapangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan rewarding ini, Pupuk Indonesia berharap sinergi antara perusahaan, distributor, kios pengecer, dan petani semakin kuat sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru