Viral Pengisian Solar di SPBU Wasuponda, Pertamina Luruskan Fakta dan Lanjutkan Investigasi

Senin, 04 Mei 2026 09:01
Viral Pengisian Solar di SPBU Wasuponda, Pertamina Luruskan Fakta dan Lanjutkan Investigasi
Pertamina melakukan investigasi lanjutan untuk menindaklanjuti video viral terkait dugaan pengisian solar subsidi secara tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Foto/Ilustrasi/IST
Comment
Share
LUWU TIMUR - Beredarnya video yang memperlihatkan dugaan pengisian solar subsidi secara tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, memicu perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Pada 3 Mei 2026, Pertamina bersama kepolisian setempat melakukan klarifikasi awal dengan memanggil pengelola SPBU serta meneliti data transaksi dan rekaman CCTV di lokasi. Dari hasil pengecekan sementara, nilai transaksi yang tercatat berada di kisaran Rp500 ribuan, berbeda dengan narasi di media sosial yang menyebutkan hingga Rp5 juta.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menjelaskan bahwa berdasarkan verifikasi awal, pengisian BBM tersebut tercatat sebagai transaksi normal dan telah diklarifikasi oleh pihak SPBU maupun kepolisian setempat.

“Pengecekan awal melalui data transaksi dan CCTV menunjukkan nilai pengisian berada pada kisaran Rp500 ribuan. Klarifikasi juga telah dilakukan bersama pihak SPBU dan kepolisian,” jelas Yoga.

Meski demikian, Pertamina menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian antara nilai transaksi dengan kapasitas tangki kendaraan yang terlihat dalam video. Secara teknis, kapasitas tangki kendaraan jenis tersebut berada di kisaran maksimal 55 liter, sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kewajaran transaksi.

“Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap SPBU dimaksud. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, Pertamina akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.” lanjutnya.

Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Penyaluran pun disebut tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan distribusi energi.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi di lapangan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti melalui proses verifikasi dan investigasi untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran,” ujar Lilik.

Sebagai bagian dari upaya pengawasan, Pertamina terus memperkuat sistem distribusi BBM subsidi melalui teknologi digital serta pemantauan lapangan, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan.

Masyarakat diimbau menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Jika menemukan indikasi pelanggaran atau kendala layanan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar distribusi energi berjalan tertib, transparan, dan merata bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru